Cara menabung untuk beli rumah adalah pertanyaan yang terdengar sederhana, tidak dengan jawabannya. Walaupun inflasi properti kurang dari 1% per tahun, tapi kondisi finansial pun sering berjalan tidak sesuai ambisi.
Tidak sedikit orang yang sudah menabung bertahun-tahun, tetapi merasa jarak antara saldo rekening dan harga rumah idaman justru semakin melebar.
Situasi ini tidak menandakan kegagalan, melainkan sinyal bahwa pendekatan yang Anda gunakan perlu ditinjau ulang secara lebih serius.
Artikel ini akan membantu Anda menyusun strategi beli rumah pertama yang sukses dengan menerapkan 8 prinsip penting dalam menabung.
Persiapan: Target Rumah yang Jelas
Sebelum membahas nominal dan instrumen keuangan, ada satu tahap yang sering dilewati begitu saja: mendefinisikan target secara presisi.
Tanpa kejelasan ini, tabungan yang terkumpul cenderung rentan tergerus oleh pengeluaran yang terasa mendesak tapi sebenarnya bisa ditunda.
Ada 2 variabel yang wajib ditetapkan sejak awal untuk memulai proyek rumah pertama Anda:
- Rentang harga properti yang realistis sesuai kapasitas finansial saat ini, dan
- Batas waktu yang konkret, bukan sekadar “dalam beberapa tahun,” melainkan kuartal dan tahun yang spesifik.
Kedua variabel ini bukan sekadar formalitas tapi navigasi yang menentukan seberapa efektif setiap keputusan keuangan yang akan Anda ambil.
8 Tips Menabung Untuk Beli Rumah yang Realistis
Mau penghasilan Anda UMR sekalipun, sangat mungkin untuk punya rumah dengan sertifikat atas nama Anda sendiri. Praktikkan cara berikut (lakukan, jangan sekadar berteori!).
- Rekening Tabungan yang Berdiri Sendiri
Buka rekening khusus untuk tabungan DP rumah dan cicilannya di bank yang berbeda dari rekening harian Anda, serta tanpa fasilitas kartu debit dan mobile transfer (kalau untuk cek saldo boleh).
Akses ambil yang sulit membuat psikologi Anda malas untuk mengambil. Hambatan ini memang kecil, tapi terbukti efektif secara perilaku finansial.
- Alokasi di Awal Periode, Bukan di Akhir
Menabung dari sisa pengeluaran adalah metode yang secara konsisten memberikan hasil yang tidak konsisten.
Pendekatan yang lebih andal adalah mengalokasikan dana tabungan di hari yang sama ketika penghasilan diterima, sebelum membuat keputusan belanja apapun.
Ingat, bayar diri Anda lebih dulu. Kalau tidak, hidup Anda hanya akan mendapatkan sisa.
- Persentase Lebih Unggul daripada Nominal Tetap
Jangan tetapkan nominal yang kaku. Sebaliknya, tetapkan persentase minimum dari total penghasilan (gunakan skema 50/30/20). Cara ini memastikan kapasitas menabung ikut berkembang seiring pertumbuhan kemampuan finansial.
Mekanisme ini sederhana, tetapi dampak kumulatifnya dalam tiga hingga lima tahun cukup signifikan.
- Eliminasi Kebocoran Finansial Secara Berkala
Hampir setiap anggaran rumah tangga memiliki pos pengeluaran yang sulit dipertanggungjawabkan secara rasional.
Contohnya: langganan layanan digital yang nyaris tidak terpakai, pembelian impulsif dengan nominal kecil tapi sering, atau kebiasaan konsumsi yang lebih bersifat rutinitas daripada kebutuhan.
Identifikasi dan eliminasi 1 saja kebocoran setiap bulan. Anda akan kagum betapa banyak yang bisa Anda simpan.
- Investasi, Tabungan Saja Tidak Cukup
Inflasi properti residensial Indonesia Q4 2025 hanya 0,83% yoy, tapi dengan harga properti yang tinggi di atas gaji, bahkan angka ini serasa tak tergapai. Otomatis, tabungan saja tidak cukup. Harus ada investasi untuk beli rumah.
Walaupun bunga deposito 2,5-3%, keduanya kalah dari proyeksi reksa dana pasar uang 4-6%. Karena itu, pertimbangkan juga instrumen investasi yang aman. Diversifikasi ke RDPU, SBN, atau deposito jangka panjang dapat membantu Anda mewujudkan rencana ini.
- Dapatkan Sumber Penghasilan Tambahan untuk Pos Rumah
Pekerjaan lepas, bisnis sampingan, passive income, apapun sumbernya yang memberi Anda penghasilan tambahan, akan sangat membantu. Cek bagian simulasi untuk melihat berapa sebaiknya yang harus Anda sisihkan per bulan.
Pertimbangkan untuk mengalokasikan sepenuhnya semua hasil dari side hustle tersebut untuk istana yang Anda impikan.
- Telusuri Program Pembiayaan Perumahan dari Pemerintah
Ada berbagai program pembiayaan perumahan yang bisa Anda manfaatkan sebagai leverage.
Penyempurnaan aturan kepesertaan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) (syarat 12 bulan kepesertaan untuk MBR), KPR FLPP 2026 (kuota 350.000 unit, Rp40,1 T anggaran, bunga 5% fixed bagi <Rp8 juta/bulan), dan BP2BT meringankan DP hingga di bawah 10%.
Pelajari KPR rumah 2026 via Perumnas untuk akses subsidi.
- Evaluasi Progres Tabungan Setiap Kuartal (3 Bulan)
Rencana keuangan tanpa evaluasi seperti membiarkan orang buta berjalan sendiri.
Maka dari itu, setiap tiga bulan, lakukan peninjauan singkat: apakah target bulanan tercapai, adakah alokasi yang perlu disesuaikan, dan masihkah relevan instrumen investasi yang Anda pilih dengan profil risiko dan jangka waktu yang ditargetkan.
Simulasi Tabungan Rumah
Agar Anda lebih yakin bahwa tips menabung untuk rumah di atas dapat berjalan, mari coba susun kalkulasi DP rumah.
Tabungan Bulanan (Tanpa Investasi)
Untuk mengetahui berapa dana yang harus Anda sisihkan setiap bulan, gunakan rumus dasar berikut:
Simpanan rutin = Target Dana / Waktu.
Anggap Anda ingin rumah pertama di kisaran Rp600 juta. Kalau DP minimal adalah 15% (via LTV BI = 10-20%), maka target tabungan = Rp600 juta X 15% = Rp90 juta.
Jadi, target Simpanan Rutin = Rp90 juta/36 = Rp2,5 juta per bulan. (Dengan skema 50/30/20, harusnya ini dapat tercapai).
Estimasi Nilai Akhir dengan Asumsi Return Investasi 5%/Tahun
Agar tidak tergerus inflasi, masukkan dana tersebut dalam instrumen investasi. Anggap imbal hasil 5% saja per tahun, yang mana cukup konservatif dan sangat realistis.
Maka, setelah 3 tahun, hasilnya akan seperti berikut:
| Periode | Akumulasi Setoran | Estimasi Return (5%/thn) | Proyeksi Total Saldo |
| Tahun 1 | Rp 30.000.000 | Rp 1.500.000 | Rp 31.500.000 |
| Tahun 2 | Rp 60.000.000 | Rp 3.000.000 | Rp 63.000.000 |
| Tahun 3 | Rp 90.000.000 | Rp 6.750.000 | Rp 96.750.000 |
Nilai rumah, target DP, dan simpanan per bulan dapat bervariasi tergantung tipe dan lokasi rumah yang Anda mau.
Dana Darurat: Variabel yang Tidak Boleh Diabaikan
Salah satu hal penting yang sering terabaikan dalam simulasi tabungan rumah adalah eksistensi dana darurat.
Ketika seluruh surplus dialihkan ke rekening DP tanpa menyisakan cadangan, satu kejadian tidak terduga bisa menguras penarikan dari tabungan DP yang susah payah Anda bangun.
Bila perlu, pertimbangkan layanan MUFDana yang menyediakan pinjaman multiguna berjaminan BPKB. Proses persetujuan cepat dan suku bunga kompetitif mendukung penyempurnaan DP atau kebutuhan terkait.
Layanan ini menawarkan fleksibilitas tenor hingga 5 tahun, ideal bagi yang memerlukan injeksi dana terukur tanpa mengganggu rencana inti. Dengan demikian, rencana cara menabung untuk beli rumah yang Anda susun bisa lancar tanpa gangguan.
