Wujudkan Semua Mimpi

Pengelolaan Keuangan Terasa Sulit? Coba 7 Metode Budgeting Ini

Penting untuk cerdas secara finansial karena Anda bekerja bukan hanya untuk hari ini, melainkan masa tua. Apapun pekerjaan Anda, pengelolaan keuangan yang tepat bisa membawa Anda meraih impian. Entah untuk pendidikan, memiliki rumah sendiri, pensiun, atau sekedar liburan.

Sayangnya, Indeks Literasi Keuangan di Indonesia masih cukup rendah, yakni di angka 66,46%. Artinya, lebih dari ⅓ masyarakat Indonesia masih belum paham pengelolaan keuangan. Lalu bagaimana cara pengelolaan keuangan pribadi yang tepat? Apa kunci dan metodenya? Mari kita bahas.

Keterampilan untuk Mengelola Keuangan Pribadi

Ketidakmampuan untuk mengelola keuangan pribadi membuat financial path Anda tidak jelas. Pentingnya pengelolaan keuangan pribadi adalah memberi tahu Anda mana jalan yang harus diambil dan dihindari. Dengan manajemen yang baik, Anda juga bisa menggunakan sumber daya secara efisien dan kualitas hidup meningkat.

Setidaknya, ada 4 kemampuan untuk pengelolaan keuangan pribadi:

  • Budgeting ⮕ Anggaran bulanan membantu mengontrol utang, menghindari overspending, dan memastikan Anda tetap di jalan yang tepat untuk mencapai tujuan.
  • Menabung ⮕ Ini termasuk saving untuk kebutuhan tertentu, pensiun, dan dana darurat.
  • Jaga Skor Kredit Skill ini membantu Anda terhindar dari debt trap. Caranya dengan menggunakan kartu kredit secara bijak, menjaga riwayat kredit dan skor kredit tetap aman, dan memilih jenis pinjaman yang tepat.
  • Perencanaan Masa Depan ⮕ Mulai dengan investasi, asuransi, tabungan pensiun, tabungan pendidikan, hingga diversifikasi portofolio. Buat rencana investasi yang cerdas dengan memahami pajak penghasilan dan inflasi.

Kontrol Keuangan dengan Metode Budgeting yang Tepat

Ingat, 5 aspek dari keuangan pribadi yakni pemasukan, pengeluaran, menabung, investasi, dan perlindungan. Ini adalah kunci dalam mengelola keuangan Anda. Bangun pondasi yang solid dengan menyeimbangkan kelima aspek tadi. Untuk mempermudah prosesnya, Anda bisa pertimbangkan metode budgeting berikut:

1. 50/30/20

Aturan budgeting 50/30/20 ini fokus untuk menyeimbangkan pengeluaran Anda. Pendapatan bersih akan dibagi jadi 3 kategori yakni:

  • 50% kebutuhan
  • 30% keinginan
  • 20% tabungan atau utang

Prinsip 50/30/20 bisa membantu Anda menabung lebih cepat dan cutting down pengeluaran yang diperlukan.

2. 70/20/10

Beberapa orang punya pengeluaran yang lebih banyak, sehingga 50% dari pendapatan bersih masih belum cukup. Anda bisa pertimbangkan metode 70/20/10 dengan komposisi:

  • 70% untuk pengeluaran
  • 20% untuk keinginan
  • 10% saving

Metode keuangan 70 20 10 ini cocok untuk Anda yang hidup di perkotaan dengan standar hidup lebih tinggi seperti biaya sewa, transportasi, dan lainnya.

3. 60/30/10

Kunci dari aturan ini adalah keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan penting, menikmati hidup, dan juga perencanaan masa depan. Aturan 60/30/10 meliputi:

  • 60% untuk pengeluaran penting
  • 30% untuk keinginan
  • 10% saving atau investasi

Angka 30% untuk keinginan membuat Anda lebih leluasa untuk menikmati hidup. Sayangnya, fleksibilitas ini bisa mendorong Anda overspending. Jadi, pastikan selalu track pengeluaran, lakukan pendekatan wait and see sebelum mengeluarkan uang, hingga cari alternatif yang lebih terjangkau untuk pengeluaran tertentu.

4. 80/20

Metode ini sempurna untuk Anda yang malas tracking pengeluaran atau pemula dalam budgeting. Komposisi metode budgeting 80/20:

  • 20% dari total pendapatan bersih untuk saving
  • 80% sisanya untuk kebutuhan lain

Jika dibutuhkan, Anda bisa meningkatkan komposisi jadi 70/30 atau 60/40 di masa mendatang.

5. 40/30/20/10

Metode ini cocok untuk Anda yang ingin mindful spending. Komposisi formula 40-30-20-10 adalah:

  • 40% dari gaji bersih untuk kebutuhan pokok
  • 30% untuk keinginan
  • 20% saving, investasi, atau bayar cicilan
  • 10% untuk kegiatan sosial atau kebaikan

Beberapa orang membuat penyesuaian dengan menggunakan porsi 30% sebagai opsi untuk bayar cicilan utang dan 20% khusus sebagai saving dan investasi.

6. 50/15/5

Ini jadi metode ideal untuk Anda si pemilik beberapa financial goals. Aturan 50/15/5 yakni.

  • 50% dari pendapatan bersih untuk pengeluaran wajib
  • 15% untuk tabungan pensiun
  • 5% lain untuk dana darurat atau pengeluaran tak terduga. 

Lalu 30% sisanya yang tidak masuk rumus, bisa Anda pakai untuk kebutuhan apapun.

7. Zero Based Budgeting (ZBB)

Ini merupakan metode anggaran tak bersisa. Artinya, pendapatan dikurangi pengeluaran hasilnya harus nol setiap akhir bulan. Metode Zero Based Budgeting (ZBB) mengharuskan Anda untuk:[11]

  • Melacak pengeluaran di bulan-bulan sebelumnya, termasuk kebutuhan, keinginan, tabungan, hingga cicilan utang.
  • Kategorikan pengeluaran setiap bulannya beserta skala prioritasnya.

Pada poin ini, Anda bisa memilih aturan mana yang paling sesuai. Pilih aturan 70/20/10 untuk pengeluaran yang lebih banyak, atau 50/30/20 jika pengeluaran Anda normal. Budgeting rules ini dapat Anda ubah setiap bulan sesuai kebutuhan.

Bisa Anda lihat, punya wawasan dan skill keuangan yang tepat bisa mempermudah financial planning. Anda mengalami kesulitan pendanaan untuk kebutuhan pribadi atau usaha?

Pembiayaan dana tunai MUFDana dengan agunan BPKB kendaraan, jawabannya. 

  • Syarat mudah, proses cepat, dan bisa cair 1-2 hari kerja
  • Bunga ringan, mulai dari 0,75% flat per bulan
  • Tenor mulai dari 12 bulan
  • Nilai pinjaman hingga 75% dari nilai kendaraan (maksimal Rp500 juta dan sudah termasuk biaya admin, provisi, serta asuransi)

Mengambil pinjaman adalah bagian dari pengelolaan keuangan, dengan catatan Anda mampu membayar angsuran tepat waktu dan nominal pinjaman sesuai kemampuan. Ini bisa membantu menjaga skor kredit dan riwayat kredit Anda tetap aman di masa depan. Ayo, wujudkan mimpi Anda bersama MUFDana.

Cara Mudah Menghitung Bunga Pinjaman dan Cicilan Bulanan

Memahami cara menghitung bunga pinjaman dapat menghindarkan Anda dari pertanyaan-pertanyaan seperti:

  • “Sanggup nggak ya saya bayar ini?”
  • “Kok bunganya makin besar, sih?”
  • “Pinjam uang di mana yang bunganya nggak bikin nyesek?”

Pasalnya, banyak orang tergiur bunga pinjaman yang kecil, lantas menyesal karena jumlah bayarnya ternyata jauh lebih tinggi dari yang dibayangkan.

Untuk menghindari itu, mari kita bahas satu per satu jenis bunga pinjaman dan cara menghitungnya.

Jenis Bunga Pinjaman

Ada dua jenis bunga pinjaman yang umum, yaitu bunga flat dan efektif.

1. Bunga Flat

Bunga flat merupakan jenis suku bunga pinjaman yang besarannya dibagi rata sepanjang tenor pinjaman. Ini membuat besar angsuran jadi sama, tidak berubah-ubah seiring waktu.

Jenis bunga ini banyak ditemukan pada pinjaman yang bersifat konsumtif, seperti kredit kendaraan, kredit elektronik, atau pinjaman multiguna.

Contoh dan Simulasi Hitungan Bunga Flat

Secara garis besar, rumus hitung besar angsuran per bulan untuk skema bunga flat adalah:

Angsuran per bulan = (Pokok pinjaman + Total bunga) ÷ Lama tenor

Agar tidak bingung, mari kita simulasikan. Misalnya, Anda meminjam:

  • Nominal pinjaman: Rp18.500.000
  • Tenor: 10 bulan
  • Bunga: 9,6% per tahun

Maka, begini langkah perhitungannya:

1. Hitung total bunga setahun

Rp18.500.000 × 9,6% = Rp1.776.000

2. Hitung total pembayaran (pokok pinjaman + bunga):

Rp18.500.000 + Rp1.776.000 = Rp20.276.000

3. Hitung cicilan per bulan:

Rp20.276.000 ÷ 10 = Rp2.027.600

Jadi, setiap bulan Anda akan membayar Rp2.027.600 selama 10 bulan.

Banyak orang memilih pembiayaan dengan skema bunga flat karena cicilannya stabil. Peminjam jadi punya kesempatan untuk memprediksi pengeluaran dan melunasi angsuran dengan lancar.

2. Bunga Efektif

Pada sistem bunga efektif, perhitungan bunga mengacu pada saldo pinjaman yang belum dilunasi. Semakin kecil sisa pinjaman Anda, maka semakin kecil pula bunganya.

Perhitungan pinjaman dengan skema ini sedikit lebih rumit. Namun, tidak sedikit orang yang memilihnya, karena total cicilan menurun seiring waktu.

Contoh dan Simulasi Hitungan Bunga Efektif

Cara hitung bunga pinjaman per bulan untuk bunga efektif, secara mudah, dirumuskan dengan:

Angsuran bulan ke-n = Cicilan Pokok + (Sisa Pokok bulan ke-n × Suku bunga per bulan)

– Cicilan pokok = Total Pinjaman ÷ Tenor
– Suku Bunga per bulan = Suku bunga tahunan ÷ 12

Mari simulasikan dengan contoh yang sama:

  • Nominal pinjaman: Rp18.500.000
  • Tenor: 10 bulan
  • Bunga: 9,6% per tahun

Maka, langkah perhitungannya adalah:

1. Hitung cicilan pokok per bulanan (sifatnya tetap/tidak berubah):

Rp18.500.000 ÷ 10 = Rp1.850.000

2. Hitung suku bunga per bulan

9,6% ÷ 12 = 0,8% per bulan

3. Hitung bunga dan angsuran per bulan dari sisa pinjaman bulan berjalan.

Bulan 1:

– Sisa pokok: Rp18.500.000
– Bunga: Rp18.500.000 × 0,8% = Rp148.000
– Total angsuran: Rp1.850.000 + Rp148.000 = Rp1.998.000

Bulan 2:

– Sisa pokok: Rp16.650.000
– Bunga: Rp16.650.000 × 0,8% = Rp133.200
– Total angsuran: Rp1.850.000 + Rp133.200 = Rp1.983.200

Bulan 3:

– Sisa pokok: Rp14.800.000
– Bunga: Rp14.800.000 × 0,8% = Rp118.400
– Total angsuran: Rp1.850.000 + Rp118.400 = Rp1.968.400

Selanjutnya, Anda bisa menggunakan rumus yang sama untuk menghitung angsuran hingga bulan ke-10.

Cara Hitung Bunga Pinjaman Harian

Kini, semakin banyak lembaga keuangan yang menawarkan pinjaman dengan sistem pembayaran harian. Biasanya, skema ini digunakan untuk kebutuhan super pendek dan darurat, seperti payday loan atau pinjaman modal harian untuk pedagang kecil.

Bagaimana perbedaan perhitungan pinjaman dengan bunga harian? Mari telusuri lebih dalam.

Contoh dan Simulasi

Rumus perhitungan pinjaman dengan skema bunga harian adalah:

Bunga harian = (Jumlah pinjaman × Suku bunga tahunan) ÷ Jumlah hari dalam setahun × Lama pinjaman (hari)

Catatan: Terkait jumlah hari dalam setahun, beberapa lembaga keuangan menggunakan pembagi 360 (hari kerja finansial), tetapi umumnya 365 (hari kalender).

Mari kita simulasikan dengan contoh berikut:

  • Nominal pinjaman: 1.000.000
  • Suku bunga tahunan: 24%
  • Lama pinjaman: 10 hari

Maka, langkah perhitungannya

1. Hitung bunga per hari:24% ÷ 365 = 0,0658% per hari

2. Hitung bunga total selama 10 hari:1.000.000 × 0,0658% × 10 → 1.000.000 × 0,000658 × 10 = 6.580

Jadi, total bunga yang harus dibayar setelah 10 hari adalah 6.580. Jika sistemnya flat, total yang harus dikembalikan: 1.006.580

Sekilas Lebih Ringan, tapi Bisa Menjebak

Dari simulasi tadi, bunga 6.580 untuk 10 hari memang terlihat ringan.

Tapi, hati-hati. Banyak pinjol ilegal yang menetapkan besaran bunga harian sejak awal, bahkan hingga 1–3% per hari. Artinya, bunga riilnya bisa setara, atau bahkan melebihi 360% per tahun.

Jumlah yang sangat besar inilah yang membuat banyak orang akhirnya terjebak dalam pinjaman online tak berkesudahan.

Pilih yang Aman-Aman Saja: Pembiayaan MUFDana

Kalau Anda butuh dana cepat tanpa risiko bunga harian menjerat, pertimbangkan pinjaman dengan bunga flat dan legal, seperti dari MUFDana.

Keunggulan MUFDana:

  • Pinjaman dengan jaminan BPKB kendaraan
  • Persyaratan mudah dan proses transparan
  • Cair dalam 1-2 hari kerja
  • Bunga flat dan rendah

Setelah memahami cara menghitung bunga pinjaman, Anda tentu bisa mengambil keputusan dengan lebih bijak. Bersama MUFDana, kebutuhan finansial terpenuhi, hidup pun bisa lebih tenang.

Pinjaman Bunga Rendah, Aman atau Menjebak? Ini Cara Memilihnya

Pinjaman bunga rendah kerap dianggap sebagai solusi paling aman dan “murah” untuk membiayai kebutuhan. Tapi, apakah bunga rendah = cicilan rendah? Ternyata, belum tentu demikian. Faktanya, banyak orang justru terjebak pada pinjaman yang terlihat ringan di awal, tapi membebani keuangan tiap bulannya. 

Bahkan, ada yang harus membayar lebih mahal daripada pinjaman bank karena tergiur janji manis lembaga pinjaman yang tidak transparan. Ini bukan hal langka, terutama di platform pinjaman online (pinjol) ilegal.[1]

Jadi, bagaimana caranya memilih pinjaman bunga rendah yang benar-benar ringan dan aman? Mari kita bahas.

Pinjaman Bunga Rendah: Apa Saja Jenisnya?

Sebelum membahas lebih dalam soal bunga dan perhitungannya, penting untuk memahami terlebih dahulu jenis-jenis pinjaman bunga rendah yang umum tersedia di Indonesia.

Beberapa di antaranya:

  • KUR (Kredit Usaha Rakyat) → Pinjaman pemerintah khusus untuk UMKM. Untuk plafon kecil, umumnya tanpa jaminan. Bunga bisa rendah karena menjadi bagian subsidi pemerintah.[2]
  • Kredit Multiguna → Menggunakan aset pribadi sebagai jaminan, misalnya BPKB kendaraan. Bunga relatif ringan, dan bisa Anda gunakan untuk berbagai keperluan.
  • KPR (Kredit Pemilikan Rumah) → Khusus pembelian properti. Bunga cenderung rendah dengan tenor panjang dan diberikan oleh bank.
  • KTA (Kredit Tanpa Agunan) → Kredit pribadi tanpa jaminan, umumnya lebih cepat cair. Tapi karena tanpa agunan, bunga cenderung lebih tinggi, dan limitnya terbatas. Idealnya diajukan melalui bank atau lembaga resmi.

Pilihan jenis pinjaman yang tepat sangat bergantung pada kebutuhan, kemampuan membayar, serta aset yang Anda miliki. Semakin paham jenisnya, semakin mudah juga menyesuaikannya dengan kondisi finansial Anda.

Komponen Penting Selain Bunga: Wajib Dicek

Memperhatikan besaran bunga saat hendak mengambil pinjaman memang penting. Tapi, jangan hanya terpaku pada itu saja.

Ada beberapa komponen lain yang bisa menambah total biaya pinjaman secara signifikan, dan sayangnya, sering luput diperhatikan di awal.

1. Jenis Bunga: Flat vs Efektif

Secara umum, terdapat dua jenis perhitungan bunga:

  • Bunga Flat → Besaran bunga dihitung dari total pinjaman pokok, sehingga cicilan per bulan tetap dan tidak berubah. Mudah diprediksi, tetapi akumulasi total bunganya bisa lebih tinggi, terutama untuk tenor panjang.
  • Bunga Efektif → Bunga dihitung dari sisa pinjaman yang belum terbayar, sehingga cicilan per bulan akan semakin menurun seiring waktu. Skema ini lebih adil secara perhitungan, tetapi nominal cicilan di awal bisa terlihat lebih besar

Ingin tahu perhitungan lebih detail antara bunga flat dan efektif? Simak simulasi perhitungannya di artikel ini: Cara Mudah Menghitung Bunga Pinjaman dan Cicilan Bulanan

2. Periode Bunga: Harian atau Bulanan?

Meski angkanya terlihat kecil, periode perhitungan bunga sangat memengaruhi total pembayaran.Contoh: bunga 1% per bulan jauh lebih ringan daripada 1% per hari.

Idealnya, pilihlah pinjaman dengan bunga bulanan atau tahunan. Kalaupun ingin meminjam dari lembaga yang menawarkan bunga harian, upayakan hanya pinjaman jangka sangat pendek dari lembaga resmi.

3. Biaya Administrasi

Sebelum meminjam, pastikan Anda sudah punya jawaban dari pertanyaan ini:

  • “Apakah ada biaya administrasi?”
  • “Berapa besarannya?”
  • “Apakah dipotong di awal?”

Pasalnya, beberapa pinjaman memotong biaya admin di depan, alih-alih menambahkan secara terpisah. Misalnya, Anda pinjam Rp10 juta, tapi yang cair hanya Rp9,5 juta. Ini tentu bisa menyesatkan perhitungan dan mengubah rencana keuangan Anda.

4. Masa Tenor

Tenor adalah lama waktu pelunasan pinjaman. Biasanya, semakin panjang tenornya, maka total biaya yang Anda bayarkan akan lebih besar. Namun, cicilan per bulannya bisa lebih ringan.

Yang terpenting saat menentukan pinjaman adalah memilih yang masa tenornya masih masuk akal bagi Anda. Sesuaikan tenor dengan kemampuan bayar bulanan, bukan sekadar ingin cepat lunas.

5. Denda dan Biaya Tambahan

Pastikan Anda memahami semua kemungkinan biaya di luar bunga, seperti:

  • Denda keterlambatan pembayaran
  • Denda percepat pelunasan (beberapa lembaga mengenakan penalti jika Anda melunasi pinjaman lebih awal)
  • Asuransi, materai, atau biaya notaris jika pinjaman lewat bank

Yang jelas, jangan sampai terjebak karena hanya melihat bunga kecil di brosur. Memahami semua komponen di atas akan membantu Anda mengambil keputusan yang benar-benar bijak dan sesuai kondisi finansial.

Pilih yang Aman Saja: Pembiayaan MUFDana

Di mana Anda bisa pinjam uang dengan bunga rendah, transparan, dan tetap aman? Jawabannya: MUFDana.

MUFDana menawarkan pinjaman multiguna dengan bunga rendah, menggunakan jaminan BPKB motor atau mobil. 

Keunggulan MUFDana:

  • Pencairan dana hingga 80% dari nilai kendaraan atau maksimal Rp500 juta
  • Suku bunga ringan, mulai dari 0,75% flat per bulan
  • Proses mudah dan cepat secara online. Dana bisa cair dalam 1–2 hari kerja
  • Legal dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
  • Simulasi cicilan transparan sejak awal, tanpa biaya tersembunyi

Ingat, mengambil pinjaman bukanlah hal yang salah, asal dilakukan dengan perhitungan yang matang. Jika Anda ingin mendapatkan pinjaman bunga rendah yang tidak membuat was-was, pastikan Anda memilih MUFDana, lembaga terpercaya yang andal dan transparan.

Estimasi Modal Usaha Billiard, Balik Modal Bisa Cepat asalkan Strategi Tepat!

Billiard bukan hanya olahraga fisik, melainkan gabungan kreativitas, strategi dan teknik.[1] Awalnya billiard memiliki citra negatif karena dimainkan di tempat hiburan malam.[2] Namun, kini citranya berubah positif dan semakin populer sehingga dilirik sebagai tempat usaha. Anda tertarik dan penasaran berapa modal usaha billiard?

Ada dua komponen biaya yakni modal awal dan biaya operasional. Sayangnya, kedua biaya ini punya pengaruh signifikan terhadap margin keuntungan usaha billiard. Jadi, jangan terburu-buru, mari mengeksplorasi modal dan biaya yang perlu Anda siapkan untuk membuka usaha olahraga bola sodok ini.

Investasi Modal Awal

Agar bisnis billiard bisa berjalan, Anda perlu mempersiapkan budget khusus di awal untuk:

1. Sewa Tempat

Lokasi usaha berperan penting dalam usaha billiard. Pilih lokasi di keramaian atau dekat dengan bar, hotel, restoran, kampus, atau perkantoran. Populasi yang padat meningkatkan potensi jumlah pengunjung.

Biaya sewa tempat ini bervariasi tergantung kota atau domisili. Misal, untuk area Jakarta:[3]

  • Pusat kota berkisar antara Rp6 juta hingga Rp20 juta per bulan
  • Pinggiran antara Rp2,5 juta sampai Rp6 juta per bulan.

2. Meja Billiard dan Aksesori

Harga meja billiard bervariasi sesuai merek, ukuran, dan material yang digunakan.

  • Merek lokal Minnova Rp10 juta sampai Rp23 juta.[4]
  • Brunswick sekitar Rp80 juta hingga Rp227 juta.[5][6]
  • Rasson Mr. Sung Series Rp36 juta sampai Rp43 juta.[7]
  • Murrey Rp10,3 juta sampai Rp80 juta.[8]

Jika budget terbatas, pertimbangkan merek lokal yang lebih terjangkau atau merek ternama tapi bekas. Namun ingat, meja billiard punya peran penting dalam menunjang kenyamanan bermain. Jadi, pertimbangkan baik-baik pemilihan meja ini.

Sementara itu, ada 3 ukuran standar meja yang digunakan yakni:[9]

Ukuran MejaLebar (cm)Panjang (cm)Jarak Pukul Ideal Tiap Sisi (cm)Ukuran Ruangan Ideal (cm)
7 feet140230150440 x 530
8 feet150260150450 x 560
9 feet160290150460 x 590

Untuk kenyamanan bermain, jarak antar meja billiard idealnya adalah 2-3 meter tiap sisi. Jadi, Anda bisa kalkulasikan ukuran ruangan untuk meja billiard sesuai dengan jumlah meja yang ada.

Bisnis billiard skala kecil biasanya hanya membutuhkan 2-4 meja saja. Sementara itu, skala menengah bisa memiliki 5-8 meja dan skala besar lebih dari 10 meja.

Kemudian, aksesori pendukung untuk usaha billiard yang perlu disiapkan adalah:

  • Set bola billiard Rp500 ribu – Rp8 juta.[10]
  • Stick biliar (cue) Rp74 ribu – Rp20 juta.[11]
  • Kapur (chalk) Rp1.000 – Rp25 ribu per biji.[12]
  • Rack untuk menata bola Rp19 ribu – Rp346 ribu.[13]
  • Bridge stick Rp30 ribu – Rp432 ribu.[14]
  • Sikat meja Rp35 ribu – Rp395 ribu.[15]

Beberapa meja billiard ada yang dijual dalam kategori full set sehingga Anda tidak perlu beli aksesori terpisah.

3. Pencahayaan

Dalam permainan billiard, pencahayaan memainkan peran penting karena memengaruhi visibilitas, akurasi, dan presisi permainan.[16] Tujuannya tidak hanya menerangi meja, tetapi meningkatkan pengalaman bermain dan menambah estetika. Kunci pencahayaannya adalah keseimbangan antara kecerahan dan difusi.

Pada dasarnya Anda butuh lampu dinding, lampu gantung, dan lampu langit-langit. Biaya yang dibutuhkan untuk pencahayaan di usaha billiard bervariasi, tergantung jenis dan banyaknya lampu. Namun, kisarannya antara Rp10 juta hingga Rp30 juta.[17]

Pengeluaran Lanjutan: Biaya Operasional

Menghitung biaya operasional bulanan bisa membantu Anda mengoptimalkan sumber daya yang ada dan meningkatkan keuntungan. 

Berikut adalah beberapa pos biaya operasional dalam usaha billiard:

1. Gaji Karyawan

Staf atau karyawan berhubungan langsung dengan pelanggan sehingga memengaruhi layanan dan ambience usaha billiard Anda. Kisaran gaji karyawan idealnya sesuai dengan UMR tempat Anda mendirikan usaha.

2. Tagihan Listrik, Internet, dan Air

Setiap bulannya, tagihan internet selalu sesuai dengan paket yang Anda ambil sejak mendaftar layanan. Sementara itu, tagihan listrik dan air lebih fluktuatif tergantung banyaknya lampu dan pemakaian.

3. Pemasaran dan Iklan

Sebagai langkah awal, Anda bisa memakai iklan gratis dengan promosi di media sosial seperti Instagram, Facebook, X, hingga WhatsApp. Join dengan komunitas billiard untuk pemasaran yang lebih masif. Coba untuk mengadakan malam bertema khusus hingga turnamen untuk menawarkan pengalaman unik.

4. Pemeliharan

Penting untuk melakukan perawatan dan perbaikan meja biliar secara berkala. Ini membantu memaksimalkan masa pakai meja, meningkatkan pengalaman bermain, dan menjaga lingkungan yang aman dan nyaman bagi pelanggan.

Jika Anda lalai dengan perawatan, maka ini bisa menimbulkan biaya perbaikan yang tidak murah hingga penurunan kepuasan pelanggan.

Jadi, untuk modal awal usaha billiard Anda bisa siapkan budget sekitar:

  • Skala kecil dengan 2-4 meja minimal Rp100 juta
  • Skala menengah dengan 5-8 meja minimal Rp250 juta

Jika ada tambahan cafe hingga VIP room, maka modal yang dibutuhkan lebih besar lagi.

Anda butuh suntikan dana untuk membuka atau mengembangkan usaha billiard? Pembiayaan multiguna MUFDana selalu bisa Anda andalkan. MUFDana menawarkan proses pengajuan pinjaman yang cepat dan mudah.

Ini keunggulannya:

  • Bisa cair 1-2 hari kerja
  • Jaminan hanya BPKB kendaraan
  • Nilai pinjaman hingga Rp500 juta tergantung kondisi kendaraan 
  • Diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan
  • Angsuran mulai dari 12 bulan sehingga cocok untuk pendanaan usaha

Jangan batasi potensi Anda untuk mengembangkan usaha hanya karena kekurangan modal. MUFDana bisa bantu mencukupi modal usaha billiard impian Anda.

Mengenal Passive Income, Jalan Cerdas Mencapai Financial Freedom

Inflasi hingga kondisi ekonomi yang tidak menentu membuat banyak orang memutar otak memperoleh penghasilan tambahan. Mencari pekerjaan baru cukup berisiko saat ini karena jumlah lapangan kerja dan pencari kerja tidak seimbang.[1]  Jadi, passive income adalah pilihan aman untuk menambah cash flow.

Pahami pengertian, jenis, hingga tips praktis untuk mendapatkan passive income terbaik di artikel ini.

Passive Income: Bukan Pasif Sepenuhnya, Hanya Less Active

Passive income dan active income adalah kombo sempurna untuk menikmati hidup. Active income merupakan imbal balik dari pekerjaan yang berulang dalam bentuk keuntungan bisnis, gaji, tips, bonus, serta upah.

Sementara itu, passive income adalah penghasilan yang Anda peroleh dari aktivitas, investasi, atau aset tanpa partisipasi aktif secara terus-menerus. Tidak sedikit yang tertipu oleh kata “pasif”. Ingat, Anda tidak mendapat hasil cuma-cuma karena kebanyakan ide pendapatan pasif melibatkan kerja keras, terutama di awal.

Ini tentang memiliki sumber pendapatan kedua yang andal untuk membantu menciptakan lebih banyak kebebasan finansial di masa depan. Strategi pendapatan pasif melibatkan lebih sedikit kerja keras daripada pekerjaan utama. Anda tidak harus meluangkan waktu setiap hari atau setiap jam untuk memperoleh hasilnya.

Jadi, Anda hanya “bekerja” di awal, baru menuai hasil berkelanjutan setelahnya. Passive income jadi solusi praktis jika pekerjaan utama tidak menawarkan penghasilan yang “cukup”.

Kenapa Harus Punya Passive Income?

Mungkin Anda pernah mendengar, pendapatan pasif memungkinkan Anda mendapat penghasilan, bahkan saat tidur sekalipun. Namun, jangan tertipu oleh kata “pasif”. Ini karena mayoritas ide pendapatan pasif melibatkan kerja keras, terutama di awal.

Meskipun prosesnya panjang, tetapi Anda akan mendapat manfaat dari passive income secara terus-menerus.

Pendapatan pasif menawarkan kebebasan finansial, mengurangi stres di masa pensiun, dan memberikan kekayaan jangka panjang dengan usaha berkelanjutan yang minimal.[2]

Jenis pendapatan ini juga berperan sebagai rencana cadangan saat Anda kehilangan pekerjaan tetap dan menawarkan alternatif jika rencana pensiun Anda tidak sesuai harapan.

Keuangan yang stabil dan Anda bisa menikmati hidup dengan tenang. Inilah yang membuat demand terhadap passive income terus meningkat.

Jenis-Jenis Passive Income

Salah satu step dalam cara mendapatkan passive income adalah paham niche yang Anda pilih. Penting untuk memadukan antara demand pasar dan passion Anda, agar passive income berjalan mulus.[3]

Anda yang mencari passive income untuk pemula bisa mempertimbangan beberapa jenis sumber berikut:[4]

  • Berbasis Aset ⮕ Contohnya rental properti, rental kendaraan, sewa peralatan (kamera, drone, atau ponsel), hingga deposito berjangka.
  • Berbasis Bisnis ⮕ Contohnya passive income dari internet, seperti dropshipping, franchise, affiliate marketing, dan niche website.
  • Berbasis Skill ⮕ Contoh passive income modal kecil seperti kursus atau kelas daring, coaching, artwork, worksheet, template, dan lainnya.

Bagaimana Cara Memulai Passive Income?

Mengambil langkah pertama memang tidak mudah. Namun, pilihannya adalah melangkah atau tidak sama sekali.

Mari bahas apa yang harus Anda lakukan:

1. Pahami Situasi Keuangan dan Tetapkan Tujuan yang Jelas Serta logis

Berapa budget yang bisa Anda sisihkan secara realistis tanpa membebani gaya hidup saat ini? Bagaimana toleransi risiko Anda? Apa tujuan keuangan jangka panjang dan pendek Anda?

2. Mulai dari Skala Kecil

Jangan terburu-buru. Mulai dengan langkah kecil, evaluasi, sempurnakan strategi, dan tingkatkan skalanya. Penting untuk menjauhkan Anda dari risiko yang tidak perlu.

3. Pakai Sistem Otomatis

Penting untuk meminimalkan upaya Anda dalam pendapatan pasif. Bangun sistem yang membutuhkan intervensi minimal. Contohnya, Anda bisa memanfaatkan platform untuk handle pembayaran dan pengiriman secara otomatis untuk produk digital.

Tips Praktis untuk Menghasilkan Pendapatan Pasif

Kunci menjalankan passive income adalah work smarter, not harder. Pertimbangkan tips berikut untuk meningkatkan passive income Anda:[10]

  • Diversifikasi sumber pendapatan pasif untuk mengurangi risiko dan memaksimalkan return.
  • Fokus pada sumber passive income yang nilainya meningkat seiring waktu sehingga menghasilkan pendapatan berulang.
  • Lakukan evaluasi dan adjustment secara berkala berdasarkan kondisi dan demand pasar.

Saat ini, Anda butuh aliran pendapatan yang lebih fleksibel. Mulai dari rental properti hingga menciptakan produk digital, semuanya menawarkan potensi pertumbuhan finansial yang berkelanjutan.

Kunci sukses menghasilkan passive income yakni perencanaan, strategi yang tepat, dan evaluasi berkala. Anda butuh suntikan dana untuk memulai usaha atau kebutuhan pribadi? Ajukan pembiayaan multiguna MUFDana!

Pinjaman dana tunai dengan agunan BPKB kendaraan ini menawarkan:

  • Proses dan syarat mudah
  • Pencairan cepat (1-2 hari kerja)
  • Nilai pinjaman setara 75% harga kendaraan (maksimal Rp500 juta)
  • Bunga ringan yakni 0,75% flat per bulan
  • Tenor mulai dari 12 bulan

Passive income adalah penyelamat di kala darurat seperti saat Anda kehilangan pekerjaan. Namun, mengambil pinjaman dengan bijak bisa membantu memperoleh uang cepat dalam keadaan darurat saat gaji atau dana awal belum cukup. MUFDana bantu Anda wujudkan mimpi lebih cepat.

Cara Menyusun Anggaran Belanja Rumah Tangga agar Tidak “Bocor”

Untuk menyusun anggaran belanja rumah tangga yang sehat dan realistis, sebenarnya kuncinya hanya tiga:

  • Tahu kemampuan finansial pribadi
  • Paham mana yang prioritas
  • Disiplin menjalankan anggaran yang sudah disusun

Tapi, praktiknya belum tentu semudah teorinya. Tidak jarang kebutuhan rumah tangga berubah setiap bulannya, sehingga sulit untuk menyusun anggaran tetap.

Meski begitu, ada beberapa metode populer yang bisa membantu Anda menyusun anggaran dengan lebih sistematis.

Tiga Rumus Alokasi Gaji: Panduan Mudah Membagi Pengeluaran

Prinsip dasarnya adalah membagi gaji menjadi beberapa pos pengeluaran, di antaranya:

  • Kebutuhan (needs) → Wajib dan menunjang keberlangsungan hidup
  • Keinginan (wants) → Tidak wajib, tapi meningkatkan kualitas hidup
  • Tabungan/investasi (savings) → Persiapan menghadapi masa depan
  • Sosial → Zakat, sedekah, atau bantu keluarga. Sifatnya opsional

Mari kita bahas satu per satu, lengkap dengan simulasi realistis berdasarkan gaji Rp5.500.000 per bulan.

1. Metode 50/30/20

Metode Budgeting

Metode 50/30/20 merupakan salah satu sistem budgeting terpopuler, terutama di kalangan pemula yang ingin mulai mengatur keuangan dengan lebih terstruktur.[1]

Di sini, pendapatan dibagi menjadi tiga kategori utama:

  • 50% untuk kebutuhan
  • 30% untuk keinginan
  • 20% untuk tabungan/investasi

Dengan pembagian ini, Anda tetap bisa menikmati hidup tanpa mengorbankan masa depan. Ada ruang untuk hiburan dan gaya hidup, tapi Anda juga diajak disiplin menyisihkan dana untuk keamanan finansial.

Berikut contoh tabel anggaran belanja rumah tangga berdasarkan metode ini untuk memberi Anda gambaran yang lebih nyata.

KategoriDetailAlokasi
Kebutuhan (50%)2.750.000Sewa/KPR900.000
Listrik & Air250.000
Pulsa & Internet150.000
Makanan pokok1.300.000
Transportasi150.000
Keinginan (30%)1.650.000Nongkrong & Jajan400.000
Streaming & hiburan150.000
Belanja400.000
Dana liburan300.000
Kursus/hobi400.000
Tabungan/Investasi (20%)1.100.000Tabungan darurat500.000
Investasi reksa dana/emas400.000
Asuransi jiwa & kesehatan200.000

2. Metode 40/30/20/10

Metode Budgeting

Dalam metode 40/30/20/10, pendapatan dibagi menjadi empat kategori:

  • 40% untuk kebutuhan
  • 30% untuk keinginan
  • 20% untuk tabungan/investasi
  • 10% untuk kegiatan sosial (zakat, sedekah, bantu keluarga)

Berbeda dengan metode 50/30/20 yang lebih fokus pada konsumsi pribadi dan masa depan, pendekatan ini memberi ruang khusus untuk pengeluaran sosial. Oleh karena itu, metode ini terasa lebih relevan dengan budaya masyarakat Indonesia yang lekat dengan prinsip gotong royong.

Bagaimana contoh anggaran belanja rumah tangga dengan metode ini? Berikut gambarannya:

KategoriDetailAlokasi
Kebutuhan (40%)2.200.000Sewa/KPR900.000
Listrik & Air200.000
Pulsa & Internet100.000
Makanan pokok850.000
Transportasi150.000
Keinginan (30%)1.650.000Nongkrong & Jajan350.000
Streaming & hiburan300.000
Belanja600.000
Dana liburan & hobi400.000
Tabungan/Investasi (20%)1.100.000Tabungan darurat400.000
Investasi reksa dana/emas400.000
Asuransi jiwa & kesehatan300.000
Sosial (10%)550.000Zakat penghasilan165.000
Sedekah/donasi150.000
Bantu orang tua/sanak235.000

3. Metode 70/20/10

Metode Budgeting

Metode 70/20/10 cocok untuk Anda yang ingin pendekatan budgeting yang lebih longgar namun tetap terarah. Pembagiannya yakni:

  • 70% untuk kebutuhan & gaya hidup
  • 20% untuk tabungan/investasi
  • 10% untuk sosial

Metode ini lebih realistis untuk keluarga dengan penghasilan kecil hingga menengah, atau yang penghasilannya tidak stabil (freelancer, pekerja informal, dll). Tetap ada porsi untuk masa depan dan berbagi, tanpa tekanan yang besar.

KategoriDetailAlokasi
Kebutuhan dan keinginan (70%)3.850.000Sewa/KPR: 900.000
Makanan pokok & jajan1.750.000
Pulsa, Internet, Listrik, Air450.000
Transportasi150.000
Belanja/hiburan600.000
Tabungan/Investasi (20%)1.100.000Tabungan darurat250.000
Investasi reksa dana/emas400.000
Asuransi jiwa/kesehatan200.000
Sosial (10%)550.000Zakat penghasilan165.000
Sedekah/donasi135.000
Bantu orang tua/sanak250.000

Bagaimana jika Target Anggaran Tidak Tercapai?

Perlu Anda ingat, ketiga metode di atas bukanlah aturan baku, melainkan hanya panduan awal. Jika tidak cocok, Anda bisa mengatur besaran persentase dan kategori pengeluaran sesuai kemampuan.

Tapi, jika Anda masih merasa anggaran selalu bocor atau sulit menyisihkan tabungan, coba cara berikut:

  • Catat semua pengeluaran selama 2–3 bulan untuk mengetahui pola konsumsi dan pos mana yang paling menyedot dana.
  • Coba tambah penghasilan lewat side job atau usaha kecil. Banyak peluang kerja sampingan yang bisa Anda lakukan dengan modal minim, seperti menjadi dropshipper hingga penulis lepas.

Apabila kebutuhan tak terduga atau mendesak muncul, andalkan MUFDana sebagai solusi keuangan keluarga. Dengan jaminan BPKB kendaraan, Anda bisa mendapat pinjaman dengan limit tinggi secara cepat. Prosesnya mudah dan transparan, angsurannya pun tidak memberatkan.

Ingat, menyusun anggaran belanja rumah tangga bukanlah bentuk memenjarakan diri, melainkan bentuk disiplin untuk hidup yang lebih tenang dan terarah. Dan kapan pun Anda butuh dukungan finansial, MUFDana siap menjadi mitra andalan keluarga Anda.

Jangan Asal Pilih Pinjaman Dana Tunai, Waspada Bahaya Pinjol Ilegal!

Alih-alih melakukan pinjaman dana tunai kepada orang terdekat, masyarakat cenderung memilih pihak ketiga.[1] Kenapa?

Pertama, bagi beberapa orang, uang adalah topik tabu yang bisa membuat rumit hubungan. Kedua, sadar atau tidak, Anda cenderung merasa berhutang budi sehingga berada di posisi less power sebagai peminjam. Oleh karena itu, layanan pinjaman online (pinjol) jadi pilihan populer.

Terbukti, awal tahun 2025, pengguna pinjol di Indonesia tembus 146 juta orang.[2] Anda bisa dapat uang cash cepat tanpa mengganggu hubungan dengan orang terdekat. Tergiur pinjaman dana online ini? Mari bahas risiko pinjaman online dan cara menghindarinya.

Risiko Pinjaman Dana Tunai

Layanan pinjaman daring hadir sebagai solusi efektif untuk Anda yang perlu dana mendesak seperti bayar uang sewa, pendidikan, modal usaha, hingga kebutuhan konsumtif sekalipun. Kuncinya adalah kemampuan Anda untuk membayar tagihan di masa mendatang agar tidak dikejar-kejar utang.

Terlepas dari jenisnya seperti pinjaman konsumtif, pinjaman modal usaha, hingga pinjaman tanpa agunan online, pastikan paham soal risikonya.

1. Bunga dan Biaya Tinggi

Berbeda dengan pinjaman konvensional, pinjol cenderung punya biaya dan bunga yang lebih tinggi.[3]

Alasannya:

  • Tingkat gagal bayar (galbay) atau kredit macet lebih besar.
  • Proses pengajuan dan pencairan dana yang cepat.
  • Tenor cenderung singkat.
  • Agunan kecil atau bahkan tanpa agunan, sementara saldo pinjaman cukup besar.

Tidak hanya bunga, terkadang ada biaya tersembunyi dari pinjol yang dibebankan dan baru diketahui saat pembayaran tagihan.

2. Data Leaks

Indeks minat baca masyarakat Indonesia di angka 0,001%.[4] Memprihatinkan. Hanya 1 dari 1.000 orang yang rajin membaca. Rendahnya minat baca meningkatkan risiko penyalahgunaan data, karena saat mengisi form pengajuan ataupun menginstal aplikasi pinjol, mungkin Anda memilih tidak membaca syarat dan ketentuannya.

Beberapa aplikasi nakal meminta akses ke galeri, kontak, hingga data pribadi di ponsel pintar Anda. Data-data ini bisa disalahgunakan sewaktu-waktu untuk, intimidasi, diperjualbelikan ke pihak ketiga, atau penipuan dana cepat cair dengan pinjaman tanpa consent,

3. Praktik Penagihan Tidak Etis

Sering dengar kasus debt collector spam telepon dan chat, atau menghampiri kreditur ke rumah serta tempat kerja? Ini adalah beberapa tindakan unethical billings yang bisa Anda terima saat mengambil pinjol.

Padahal, penagihan berulang melalui pesan teks dan telepon sebelum tanggal jatuh tempo melanggar kode etik penagihan dalam POJK tentang Perlindungan Konsumen di Sektor Jasa Keuangan.[5]

4. Gali Lubang Tutup Lubang

Niat hati memilih pinjaman saldo dana langsung cair karena kebutuhan mendadak, Anda bisa masuk ke debt trap. Ini adalah kondisi belanja lebih banyak dari penghasilan, dan Anda meminjam untuk memenuhi pengeluaran tersebut. Akhirnya, Anda masuk ke cycle of debt, yakni meminjam untuk menutup pinjaman lain.

Beberapa tanda siklus utang yang mencekik ini seperti:[6]

  • Hidup pas-pasan, sulit menabung, dan sulit bayar tagihan.
  • Rasio utang > pendapatan.
  • Tagihan terus bertambah setiap waktu.
  • Ketergantungan pada utang untuk menutupi kebutuhan pokok.

5. Citra dan Reputasi Tercoreng

Utang adalah tanggung jawab pribadi Anda. Sayangnya, banyak praktek pinjol menekan peminjam agar membayar kembali dengan taktik yang dapat merusak reputasi Anda. Contohnya dengan mengirim pesan ke kontak darurat atau memakai informasi pribadi untuk membuat profil media sosial palsu demi melecehkan Anda.

Ini bisa menghasilkan stigma dan persepsi negatif bagi orang di sekitar Anda. Reputasi daring yang ternoda bisa memengaruhi kesempatan Anda memperoleh pinjaman, pekerjaan, atau bahkan hubungan di masa depan.[7]

Hindari Risiko Jeratan Pinjol

Kunci membebaskan diri dari siklus utang adalah perubahan pola pikir dari “Bagaimana cara membiayai ini?” menjadi “Apakah saya benar-benar membutuhkan ini?”

Intinya adalah komitmen memangkas pengeluaran yang tidak perlu, dan mengalokasikan ruang untuk menabung. Bagaimana jika Anda tetap harus mengambil pinjaman? Tenang, meminjam uang bukan hal tabu.

Namun, pinjamlah uang dengan bijak.

Platform pinjaman online legal dan diawasi OJK beroperasi mengikuti standar yang berlaku sehingga Anda memperoleh perlindungan hukum dan jaminan.[8]

2. Pinjam Sesuai Kemampuan

Atur limit pinjaman maksimal 30% dari total penghasilan untuk menjaga stabilitas keuangan.[9]

3. Cermat dan Teliti

Selalu baca syarat dan ketentuan berlaku, meskipun panjang. Tanyakan poin-poin yang mencurigakan atau terindikasi merugikan Anda.

4. Manfaatkan Simulasi

Penipuan dana cepat bisa berupa biaya tersembunyi, perubahan suku bunga, hingga biaya administrasi tambahan. Pilih platform yang menyediakan simulasi pinjaman dengan transparan.

Solusi Pinjaman Online Tepercaya: MUFDana

MUFDana menawarkan pinjaman online dengan jaminan BPKB motor atau mobil untuk kebutuhan konsumtif maupun modal usaha.

Keunggulan pinjaman online di MUFDana:

  • Pencairan dana hingga 80% dari harga kendaraan atau maksimal Rp500 juta
  • Suku bunga rendah, mulai dari 0,75% flat per bulan
  • Promo cashback hingga Rp30 juta
  • Proses mudah dan dana bisa cair dalam 1–2 hari kerja
  • Legal dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
  • Simulasi cicilan transparan, tanpa biaya tersembunyi

Mengambil pinjaman bukanlah hal tabu. Anda boleh meminjam untuk kebutuhan konsumtif maupun modal usaha. Kuncinya adalah perhitungan yang cermat dan mengambil pinjaman sesuai dengan kemampuan untuk membayar.

Anda butuh dana cepat dengan bunga ringan dan tanpa hidden fee? MUFDana selalu jadi andalan sebagai layanan pinjaman dana tunai legal yang kredibel dan tepercaya.

Kontrol Pengeluaran Lebih Baik dengan 9 Aplikasi Catatan Keuangan Ini!

Di era digital seperti saat ini, hidup semakin mudah karena teknologi terbaru yang canggih.[1] Sayangnya, perkembangan pesat di bidang teknologi seperti digital payments bisa membuat terlena dan overspending, khususnya jika Anda tidak disiplin dengan catatan keuangan.[2]

Mari simak seperti apa tipe pencatatan terbaik untuk keuangan Anda dan rekomendasinya di sini.

Catatan Keuangan: Manual vs Digital

Komitmen mencatat keuangan berarti Anda perlu meluangkan waktu untuk membukukan pemasukan dan pengeluaran harian, mingguan, ataupun bulanan. Merepotkan memang.

Namun, Anda bisa mulai dengan membuat anggaran bulanan, pakai aplikasi pencatatan keuangan, memotong pengeluaran yang tidak mengatur pembayaran tagihan otomatis, dan menggunakan rekening sesuai kebutuhan.[3]

Ada 2 tipe pencatatan keuangan yang bisa Anda lakukan yakni:[4]

  • Manual → Catat di buku dan simpan dokumen secara fisik. Anda mungkin butuh kotak arsip, laci, atau lemari khusus untuk ini.
  • Digital → Pencatatan dan penyimpanan menggunakan software atau aplikasi gratis maupun berbayar. Tidak butuh tempat khusus, tetapi perlu koneksi internet.

Kedua tipe pencatatan di atas sama-sama butuh backup untuk menghindari risiko kerusakan dan kehilangan data.[5] Anda bisa membuat berkas cadangan dan menyimpannya di lemari arsip, ataupun perangkat penyimpanan portable serta cloud.

Aplikasi untuk Menyimpan Catatan Keuangan Pribadi

Beberapa orang mungkin suka mencatat keuangan secara manual karena biaya lebih rendah dan akses mudah.[6] Namun, Anda yang lebih suka kepraktisan bisa mencoba beberapa aplikasi pencatatan keuangan gratis dan berbayar berikut:

1. Money Manager Expense & Budget

Akses konten yang mudah, bisa simpan foto dan struk, kontrol entri ganda, PIN atau passcode, backup dan restore data, hingga pengaturan monthly budget. Anda bisa unduh laporan catatan keuangan pribadi dalam format PDF. Paket premium hanya perlu bayar sekali untuk pemakaian seumur hidup.[7]

2. Sribuu: Budget & Money Manager

Buatan perusahaan Indonesia. Fitur gratisnya meliputi catat transaksi, budgeting, tujuan keuangan, dan sambung akun bank serta e-wallet. Sementara fitur berbayar ada daily and weekly budget, analisis keuangan lanjutan, dan konsultasi dengan financial planner. Paket membership tahunan dan bulanan.[8]

3. YNAB (You Need a Budget)

Aplikasi berbayar ini punya paket membership bulanan dan tahunan. Tidak tersedia opsi bahasa Indonesia. Fiturnya lengkap yakni linked ke rekening bank, multi-akses (komputer, tablet, dan ponsel), sharing paket membership dengan maksimal 6 orang, goal tracking, kalkulator utang, hingga laporan keuangan.[9]

4. Budget Planner by Spendee

Tersedia versi gratis dan berbayar (bulanan atau tahunan). Sempurna untuk catatan keuangan harian dan bulanan karena bisa terhubung ke rekening bank, e-wallet, dan dompet kripto. Ada fitur smart budgets untuk tujuan keuangan dan menghindari overspending. Fitur lain seperti sync and backup, pengingat, dan shared wallet.[10]

5. Microsoft Excel

Anda bisa memakai template bawaan, buat template sendiri, atau beli template orang lain untuk membuat catatan keuangan Excel. Fitur Microsoft Excel yang berguna dalam pencatatan keuangan adalah fungsi SUM, IF, SUMIF, VLOOKUP, COUNTA, COUNTIF, pivot table, conditional formatting, goal seek, hingga forecast sheet.[11]

6. Google Spreadsheet

Aplikasi pencatatan keuangan online gratis ini punya kemampuan mengelola data meliputi pencatatan transaksi, perhitungan otomatis, dan analisis data. Tersedia template anggaran bawaan yang sudah terintegrasi dengan rumus. Aplikasi ini juga menawarkan kontrol akses dan kolaborasi untuk berbagi.[12]

7. Monefy – Budget & Expenses App

Aplikasi ini memungkinkan Anda mencatat transaksi hanya dalam 2 ketukan, bahkan tanpa koneksi internet. Fitur lain seperti kode sandi dan kunci biometrik untuk pengamanan ekstra, sinkronisasi data antar perangkat, dukungan multi-currency, dan kustomisasi kategori sesuai kebutuhan. Tersedia versi gratis dan berbayar.[13]

8. DompetKu – Catatan Keuangan

Aplikasi karya anak bangsa ini tersedia gratis, tanpa iklan, dan mode offline. Fiturnya seperti riwayat transaksi, catatan transaksi manual, pengelompokan kategori pengeluaran, dan laporan. Sayangnya, belum ada dukungan sinkronisasi ke rekening bank atau fitur auto backup.

9. Wallet by BudgetBakers

Aplikasi ini menawarkan pelacakan pengeluaran real time yang bisa Anda akses dari ponsel maupun website. Ada versi gratis dan berbayar. Terhubung ke 15.000 bank dan sinkronisasi data langsung ke rekening. Ada fitur group sharing untuk keluarga atau pasangan, cash flow insight, serta pengingat tagihan dan utang.[14]

Memilih aplikasi atau metode untuk mencatat keuangan akan membantu Anda lebih mudah dalam mengelola keuangan. Anda butuh bantuan keuangan yang mendesak?

Pinjaman multiguna dari MUFDana bisa jadi solusi. Kenapa?

  • Agunan berupa BPKB kendaraan (motor atau mobil)
  • Nilai pinjaman hingga Rp500 juta (sudah termasuk biaya administrasi, provisi, hingga asuransi)
  • Tenor bervariasi mulai dari 12 bulan hingga 60 bulan
  • Ada program cashback
  • Bunga ringan mulai dari 0,75% flat per bulan
  • Proses cepat dan pencairan bisa dalam 1-2 hari kerja

Mengambil pinjaman bukanlah hal yang salah. Namun, Anda perlu bijak untuk menyesuaikan jumlah pinjaman dengan aset yang dimiliki, membayar tagihan tepat waktu, dan menggunakan dana pinjaman sesuai kebutuhan.

Oleh karena itu, aplikasi catatan keuangan dengan fitur pengingat pembayaran tagihan bulanan bisa bantu menghindarkan Anda dari denda atau penalti karena telat bayar.

Ingin Punya Tabungan Meski Gaji Mepet? Simak Cara Mengatur Gaji 5 Juta

Gaji 5 juta besar atau kecil? Ingat, rata-rata gaji masyarakat Indonesia di berbagai sektor adalah sekitar Rp3,26 juta.[1] Artinya, gaji 5 juta sudah di atas rata-rata, namun bisa saja tidak cukup untuk beberapa orang. Lalu, bagaimana cara mengatur gaji 5 juta Anda?

Jawabannya relatif, karena setiap orang punya komponen berbeda dalam pengelolaan keuangan. Simak ulasan kali ini untuk alokasi gaji 5 juta single dan rumah tangga, beserta cara mengaturnya.

Cara Mengatur Gaji 5 Juta dengan Efektif

Alokasi gaji bulanan tidak hanya soal menghabiskan uang semata. Tantangannya adalah menemukan cara yang tepat untuk membagi gaji Anda untuk membayar tagihan, memenuhi kebutuhan hidup, bersenang-senang, dan mencapai financial goals.[2]

Pertimbangkan langkah-langkah ini untuk mengatur gaji 5 juta Anda secara efektif dan efisien:

1. Identifikasi Pemasukan dan Pengeluaran

Tahukah Anda, 7 dari 10 orang di Indonesia tidak memiliki tabungan dan mayoritas alasannya karena langsung membelanjakan uang mereka.[3] Ini menunjukkan perilaku impulsif dan tidak ada effort untuk melacak pengeluaran dan pemasukan.

Jadi, langkah pertama jika Anda ingin alokasi gaji lebih baik adalah dengan membuat catatan pengeluaran dan pemasukan. Pahami detail dan pola aliran uang Anda.

2. Budgeting

Survei Goodstats memperlihatkan bahwa 62,5% responden tidak membuat anggaran bulanan, karena merasa tidak perlu, tidak ada waktu, hingga tidak tahu cara membuat.[4] Padahal budgeting membantu fokus pada financial goals, menghindari overspending, hingga mendorong Anda menabung lebih banyak.[5]

Mulai budgeting dengan mengkategorikan pengeluaran seperti kebutuhan, keinginan, tabungan, investasi, dan lainnya. Anda bisa gunakan prinsip 50/30/20, yang efektif untuk gaji 5 juta.[6] Sesuaikan nominal setiap kategori sesuai daftar yang sudah Anda lacak sebelumnya.

3. Revisi Anggaran Secara Berkala

Memotong anggaran yang tidak perlu bisa jadi cara jitu untuk mengatur gaji 5 juta Anda. Untuk melakukannya, Anda dapat mengevaluasi anggaran secara berkala agar tahu pos mana yang bisa ditekan atau terlihat overspending.[7]

Selain itu, revisi anggaran juga penting ketika Anda memiliki pinjaman. Saat angsuran selesai, maka pos angsuran bisa Anda alokasikan ke pos lain. Evaluasi dan revisi ini menawarkan fleksibilitas dalam mengatur keuangan.

4. Gunakan Aplikasi untuk Mengatur Keuangan

Tidak ada yang salah dengan traditional budgeting atau mengatur keuangan secara manual. Namun, cara ini kurang fleksibel, makan banyak waktu, dan rentan tidak akurat.[8] Oleh karena itu, pertimbangkan memakai aplikasi untuk mengelola keuangan.

Contohnya seperti Spendee, Money Manager, YNAB, dan lainnya. Anda bisa pilih versi gratis maupun berbayar sesuai kebutuhan. Layaknya manager keuangan, aplikasi ini bisa membantu memantau dan menganalisis transaksi, memberi insight, hingga menjaga Anda tetap di track yang benar.[9]

5. Menabung lah, Meski Nominalnya Kecil

Saving adalah kebiasaan baik yang membuat Anda aman secara finansial di masa depan.[10] Tidak ada aturan pasti terkait nominal tabungan per bulan. Anda bisa menyimpan 10%, 20%, 30%, atau berapapun nilai dari gaji bersih. Kuncinya adalah menabung langsung setelah gaji cair dan konsisten setiap bulan.

Jadi, terlepas Anda mengalami kenaikan gaji, dapat bonus tahunan, ataupun pindah tempat kerja, selalu alokasikan sebagian gaji untuk menabung. Tabungan ini bisa Anda bagi menjadi beberapa kategori seperti dana darurat, dana pensiun, dan lain sebagainya.

Contoh Alokasi Gaji 5 Juta Single

Anda single dengan gaji 5 juta, tinggal bersama orang tua, dan punya cicilan motor. Coba simulasi alokasi gaji dengan prinsip 50/20/30 berikut:

1. Pengeluaran Wajib (50%) ⮕ Rp2,5 Juta

Pembagiannya Rp1.300.000 untuk membantu kebutuhan rumah (listrik, internet, air, gas, dan belanja kebutuhan pokok), Rp400.000 untuk transportasi, Rp100 ribu untuk BPJS, dan Rp700 ribu untuk cicilan.

2. Kebutuhan dan Keinginan Pribadi (30%) ⮕ Rp1,5 Juta

Misalkan untuk langganan aplikasi premium, jalan-jalan, shopping, ikut webinar berbayar, beli skincare, dan lainnya.

3. Menabung (20%) ⮕ Rp1 Juta

Alokasikan Rp500 ribu untuk dana darurat, dan Rp500 ribu untuk tabungan. Opsi lain dana darurat Rp250 ribu, tabungan Rp500 ribu, dan investasi atau tujuan tertentu Rp250 ribu.

Contoh Alokasi Gaji 5 Juta untuk Rumah Tangga

Bagaimana jika alokasi gaji 5 juta anak 2?

Keluarga kecil yang terdiri dari 4 orang butuh pengeluaran lebih banyak. Jadi, lebih fleksibel jika Anda memakai prinsip 80/20 yang dimodifikasi jadi 90/10 atau 70/20/10. Kuncinya adalah tetap mengusahakan menabung, meski nominalnya kecil.

1. Pengeluaran 90% ⮕ Rp4,5 Juta

Seluruh pengeluaran mulai dari belanja kebutuhan pokok, pendidikan anak, cicilan, transportasi, hingga hiburan masuk di pos ini. Bagi anggaran sesuai dengan kebutuhan dan skala prioritas. Selalu bayar tagihan di awal gaji Anda terima.

2. Tabungan 10% ⮕ Rp500 Ribu

Pakai fitur auto-debet di rekening untuk mengamankan alokasi dana tabungan setiap bulannya.

Cara mengatur gaji 5 juta memang tidak mudah, khususnya jika sudah berkeluarga. Namun, untuk kebutuhan mendesak atau tak terduga lainnya Anda masih bisa mengandalkan layanan pinjaman dari MUFDana.

MUFDana hadir sebagai solusi pinjaman multiguna dengan agunan BPKB kendaraan.

  • Bisa cair 1-2 hari kerja.
  • Nominal pinjaman mulai dari Rp4 juta hingga Rp500 juta (75% dari nilai kendaraan).
  • Suku bunga rendah, 0,75% flat perbulan.

Semoga ulasan mengenai cara mengatur gaji 5 juta di atas dapat membantu Anda. Ingat, disiplin dan konsisten adalah kunci utama dalam mengelola keuangan. 

Wujudkanlah kesejahteraan finansial Anda bersama MUFDana!

Contoh Investasi Tak Biasa tapi Menjanjikan, Bisa Dimulai Hari Ini!

Contoh investasi kerap diasosiasikan dengan instrumen seperti saham, reksa dana, atau bahkan crypto. Padahal, “investasi” itu jauh lebih luas dari itu.

Faktanya, barang-barang di sekitar Anda pun bisa jadi investasi. Mulai dari kendaraan yang Anda gunakan sehari-hari sampai kamar tak terpakai di rumah, semua bisa Anda sulap jadi aset yang menghasilkan.

Contoh Investasi Realistis dan Menjanjikan

Artikel ini akan membahas contoh-contoh investasi yang tidak pasaran, namun realistis dan bisa langsung Anda praktikkan.

1. Investasi Kendaraan: Mulai Usaha Sewa Kecil-kecilan

Di era sekarang, banyak orang lebih memilih menyewa kendaraan daripada membeli. Tren ini kian terasa di kalangan anak muda yang mengutamakan fleksibilitas dan kemudahan, namun enggan menanggung beban finansial jangka panjang.[1]

Kabar baiknya, Anda tak perlu punya banyak kendaraan untuk memulai penyewaan. Satu saja sudah cukup.

Selain menyewakan langsung ke individu untuk keperluan harian, Anda juga bisa memanfaat kendaraan untuk hal berikut:

  • Sewakan ke pengemudi ojek atau taksi online yang belum punya kendaraan sendiri.
  • Antar-jemput karyawan atau anak sekolah, cocok untuk mobil MPV atau city car.
  • Wedding car untuk pengantin atau acara formal lainnya, terutama jika Anda memiliki kendaraan mewah atau klasik.
  • Mobil pickup atau van untuk logistik dan jasa pindahan rumah.

Menyewakan kendaraan sehari-hari bisa jadi contoh investasi tidak langsung yang tetap menghasilkan, meski Anda tidak mengendarainya sendiri.

2. Investasi Properti Skala Mikro: Homestay, Kos, atau Kios

Properti adalah contoh investasi jangka panjang yang nilainya cenderung naik, apalagi jika Anda kelola secara aktif.[2]

Untungnya, Anda tak perlu membeli gedung tinggi untuk mendapat cuan dari sektor ini, karena kamar kosong di rumah atau lahan kecil pun bisa menghasilkan.

Beberapa contoh investasi properti berskala kecil:

  • Menyewakan kamar kosong di rumah untuk kos harian/bulanan.
  • Mulai usaha warung kecil, kios pulsa, atau laundry kiloan di garasi.
  • Mengelola halaman rumah menjadi tempat usaha, seperti membuka lapak food court mini.
  • Membuka bisnis franchise makanan atau minuman populer di teras atau pekarangan.

Dengan sedikit modal untuk renovasi dan strategi pemasaran yang tepat, properti kecil Anda bisa menghasilkan passive income setiap bulan.

3. Investasi Keterampilan: Skill yang Bisa Dijual

Investasi dari leher ke atas, alias investasi untuk menambah skill adalah jenis investasi yang jarang dilirik, tapi powerful.

Banyak orang lupa bahwa skill pun adalah aset. Dan mengeluarkan biaya untuk sekolah, pelatihan, kursus, atau sertifikasi justru berpotensi menghasilkan pendapatan berkelanjutan.

Beberapa skill yang populer dan banyak dicari:[3][4]

  • Generative AI dan Prompt Engineering
  • Cyber Security & Cloud Computing
  • Manajemen proyek digital
  • Agrikultur modern
  • Jasa tersertifikasi seperti guru privat, perawat lansia, dll

Skill ini bisa Anda manfaatkan untuk menjadi freelancer, atau bahkan membuka bisnis sendiri. Jika konsisten, balik modalnya bisa sangat cepat.

4. Investasi Alat Produksi: Modal Awal untuk Bisnis

Kalau Anda ingin mulai usaha tapi bingung dari mana, mulailah dari alat produksinya dulu.

Beberapa alat produksi skala mikro yang populer:

  • Mesin giling daging untuk usaha bakso atau sosis kecil-kecilan
  • Oven & mixer untuk usaha baking
  • Alat sablon kaos manual
  • Alat cukur profesional untuk barbershop rumahan
  • Kamera, lighting, dan properti untuk jasa foto/video

Modal awalnya tak selalu mahal. Mulai dari Rp2 juta hingga Rp10 juta, Anda sudah bisa mulai dari rumah. Ini adalah contoh investasi jangka pendek yang bisa segera menghasilkan begitu alat mulai digunakan.

5. Investasi Barang Nganggur: Beli Sekali, Hasil Berkali-kali

Saat ini, tren bisnis penyewaan barang pribadi (personal renting) tengah naik daun, terutama di kota-kota besar. Bisnis ini diminati di kalangan anak muda yang menyukai fleksibilitas tinggi.[5]

Berikut beberapa jenis barang yang banyak diminati untuk disewa:

  • Fashion branded seperti pakaian formal, gaun pesta, jas, atau kebaya.
  • Aksesori mewah dan tas desainer untuk keperluan acara spesial.
  • Gadget seperti ponsel high-end, kamera profesional, hingga drone.
  • Perlengkapan bayi yang umumnya hanya dipakai beberapa bulan, seperti stroller atau baby carrier.

Agar tetap menarik penyewa, pastikan barang Anda dirawat dengan baik dan difoto secara profesional. Promosikan melalui media sosial atau marketplace, atau lewat akun pribadi Anda.

Lalu, Modalnya dari Mana?

Sebagian besar contoh investasi di atas tidak memerlukan modal ratusan juta. Rp5juta hingga Rp20 juta saja sudah cukup untuk mulai membangun aset yang produktif.

Tapi tentu, tidak semua orang memiliki dana tunai sebesar itu secara langsung. Kalau Anda butuh tambahan modal, pastikan memilih cara yang aman, legal, dan terpercaya. MUFDana adalah solusinya.

Hanya dengan jaminan BPKB kendaraan, MUFDana siap membantu Anda melangkah lebih jauh. Tidak lagi menjadi sekadar konsumen, tapi menjadi pelaku usaha dan investor.

Keunggulan MUFDana:

  • Persyaratan mudah
  • Pencairan dalam 1-2 hari kerja
  • Bunga flat dan ringan

Ingat, investasi tak harus dimulai saat Anda sudah mapan. Karena contoh investasi bisa berupa apa saja, bahkan hal tak berwujud seperti skill pun bisa menjadi aset berharga.

Yang terpenting adalah mulai dari yang ada, dan mulai dari sekarang. Dan jika butuh dukungan dana untuk mempercepat langkah, MUFDana siap bantu Anda meraihnya.