Wujudkan Semua Mimpi

Pengertian Investasi Saham: Jenis-Jenis, Keuntungan & Risiko

Investasi saham merupakan salah satu bentuk investasi paling populer di Indonesia.

Kesadaran masyarakat terhadap saham sudah semakin meningkat, terutama sejak hadirnya berbagai aplikasi investasi online.

Akan tetapi, main saham bukannya tanpa risiko. Jadi, bagi Anda yang masih awam sebaiknya pelajari dulu dasar-dasarnya sebelum terjun langsung.

Artikel kali ini akan membantu menjelaskan:

  • Apa yang dimaksud saham,
  • Pengertian berinvestasi saham,
  • Berbagai macam jenisnya,
  • Keuntungan dan risiko main saham.

Sebelum ke cara kerja investasinya, pahami dulu apa itu saham.

Pengertian Saham

Investasi Saham

Saham adalah surat berharga yang diterbitkan perusahaan sebagai bukti kepemilikan bagian dari perusahaan tersebut.

Jadi, jika Anda membeli saham artinya Anda juga termasuk pemilik perusahaan.

Pemegang saham berhak atas penghasilan atau aset perusahaan sesuai porsi kepemilikannya masing-masing.

Setelah mengetahui definisi saham, maka akan lebih mudah memahami tentang investasinya.

Apa Itu Investasi Saham?

Investasi saham adalah pembelian saham perusahaan dengan harapan mendapat pengembalian positif dari imbal hasil atau peningkatan nilai.

Besarnya pengembalian tergantung pada pertumbuhan dan kinerja perusahaan serta porsi investasi.

Trading Saham Bukan Investasi

Anda tentu juga sering mendengar trading saham. Ini sama sekali berbeda dengan investasi.

Secara umum, investasi punya tujuan jangka panjang dengan cara membeli saham perusahaan.

Sementara trading merupakan kegiatan jual beli saham berjangka waktu pendek. Tujuannya mencari margin keuntungan sebesar mungkin terhadap nilai saham.

Apa Saja Jenis-Jenis Saham?

Mengutip OJK, dari kinerja perdagangannya saham dapat dibagi menjadi lima jenis, yaitu:

1. Saham Blue Chip

Sederhananya, ini adalah jenis saham dari perusahaan-perusahaan pemimpin industri dengan reputasi yang kuat.

Pengembaliannya tidak terlalu besar, tetapi sangat stabil sehingga para investor menaruh kepercayaan.

Contoh investasi saham blue chip, misalnya Apple, IBM, Coca-Cola, dan lain sebagainya.

2. Saham Dividen

Disebut juga sebagai income stocks, yakni jenis saham yang mengutamakan pengembalian dalam bentuk dividen.

Dividen yang mereka tawarkan lebih besar karena pendapatannya terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

Perusahaan dengan saham jenis dividen umumnya sudah memiliki model bisnis yang matang.

3. Growth Stocks

Growth stocks berasal dari perusahaan yang mengalami pertumbuhan signifikan di atas rata-rata. Jadi, potensi keuntungannya memang cukup menggiurkan. 

Hanya saja, jenis saham ini juga berisiko tinggi. Alasannya, mereka tidak memberikan dividen. Jika ingin pengembalian positif, Anda harus menjual saham.

4. Saham Spekulatif

Harga saham spekulatif cenderung rendah lantaran belum terbukti konsistensinya. Meskipun perkembangannya tidak tertebak, tetapi potensial.

Investor yang berani mengambil risiko tinggi biasanya membeli saham spekulatif dengan harapan nilainya akan naik. 

Jika itu terwujud maka pengembaliannya bisa sangat besar.

5. Saham Counter-cyclical

Kelima, ini adalah jenis investasi saham untuk pemula karena paling stabil. 

Saham counter-cyclical tidak terpengaruh resesi atau gejolak keuangan suatu negara. Harganya akan tetap tinggi atau bahkan semakin naik.

Jenis saham ini cocok untuk diversifikasi.

Carilah saham perusahaan produsen barang habis pakai yang selalu masyarakat butuhkan.

Apakah Berinvestasi Saham Menguntungkan?

Berinvestasi saham menguntungkan jika Anda memahaminya dengan benar. Keuntungan investasi saham antara lain: 

1. Diversifikasi

Saham bisa menjadi salah satu pilihan diversifikasi investasi agar risiko Anda tidak terlalu besar.

2. Dividen

Pemegang saham akan mendapat bagian dari laba perusahaan dalam periode tertentu, biasanya tahunan atau setiap tiga bulan.

Kelebihan dividen, meskipun nilai saham turun Anda tetap akan menerima pembayaran.

3. Capital Gain

Membeli dengan harga murah, lalu mendapat keuntungan dengan menjual saham ketika harganya sedang tinggi.

Investor yang baru memulai cenderung menyukai capital gain.

4. Likuiditas

Saham termasuk aset yang likuid karena dapat dikonversi menjadi uang tunai dengan mudah.

Tidak seperti aset properti yang sulit mencari pembeli, volume perdagangan saham rata-rata tinggi.

5. Fleksibel

Modal berinvestasi saham sekarang semakin terjangkau. Keuntungan lainnya, Anda bebas memilih saham dan menentukan sendiri kapan ingin investasi.

5. Proses Mudah

Kehadiran aplikasi investasi online benar-benar sangat memudahkan para investor.

Prosesnya bahkan hanya beberapa menit mulai pembuatan akun baru, deposit dana, memilih dan membeli saham hingga menjualnya. 

Pahami Risiko saat Bermain Saham

Di sisi lain, Anda juga harus paham risiko investasi saham. Risiko yang patut Anda waspadai yaitu:

  • Capital loss atau kerugian akibat menurunnya nilai saham yang dibeli.
  • Suspensi aktivitas perdagangan saham sementara oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
  • Beberapa saham kurang likuid karena volume perdagangannya rendah.
  • Perusahaan yang melanggar aturan sahamnya dapat dihapus paksa dari bursa.
  • Bangkrutnya perusahaan sehingga Anda hanya akan mendapat pembagian aset sisa.
  • Risiko sistematis seperti perubahan kebijakan, suku bunga atau situasi politik.
  • Risiko tidak sistematis seperti kemunculan pesaing baru.

Belajar Saham Tidak Ada Ruginya

Meskipun investasi saham mengandung risiko di setiap tingkatan, tetapi secara keseluruhan tetap menguntungkan. Pemula sekalipun bisa melakukannya dengan mudah. Namun, Anda memang perlu membekali diri dengan pengetahuan yang cukup.

Jangan lewatkan juga berbagai artikel tips investasi lainnya sebagai salah satu sumber inspirasi untuk meningkatkan finansial Anda.

Apa Itu Investasi? Jenis-Jenis, Contoh, Risiko & Caranya

Sebelum membeli instrumen investasi, Anda harus paham dulu apa itu investasi dan bagaimana cara melakukannya.

Pengetahuan ini termasuk literasi keuangan yang penting untuk meningkatkan kesejahteraan Anda di kemudian hari.

Dengan menjadi individu yang melek investasi, uang Anda tidak akan menguap sia-sia.

Sebagai permulaan, artikel kali ini akan membahas:

  • Pengertian investasi,
  • Macam-macam investasi,
  • Cara memulainya.

Beberapa topik terkait investasi lainnya juga akan dibahas lebih lengkap. Mari mulai dari definisinya.

Apa Itu Investasi?

Investasi adalah mengeluarkan sejumlah modal di waktu sekarang dengan tujuan menghasilkan profit di masa depan.

Modal tersebut berguna untuk menjalankan suatu mekanisme yang mendatangkan keuntungan.

Tidak melulu soal uang, modal investasi juga bisa berupa waktu, tenaga, aset, dan lain sebagainya.

Sementara itu, definisi investasi menurut para ahli juga tidak jauh berbeda. 

Sumanto (2006) menganggap investasi sebagai komitmen pada alokasi dana tertentu selama suatu periode demi mendapat kompensasi atas komitmen tersebut.

Gitman dan Joehnk mengatakan investasi adalah penempatan dana yang diharapkan dapat menguntungkan atau nilainya naik.

Contoh investasi misalnya seperti membeli crypto potensial dengan harga murah. Beberapa bulan kemudian, ketika harga crypto tersebut naik Anda menjual aset tersebut demi mendapat keuntungan.

Apa Tujuan Berinvestasi?

Setiap tentu individu memiliki tujuan yang berbeda-beda. Akan tetapi, secara umum tujuan investasi yaitu:

1. Agar Memiliki Penghasilan

Ini menjadi tujuan para penanam modal di perusahaan.

Ketika menanam modal, harapannya perusahaan terkait dapat memberi pengembalian setiap bulan.

2. Mendapatkan Capital Gain

Contoh yang dijelaskan tadi termasuk capital gain atau keuntungan modal.

Ini adalah margin yang Anda dapatkan pada saat menjual aset karena harga jual lebih tinggi daripada harga beli.

3. Menjaga Likuiditas Aset

Likuiditas artinya kemudahan pencairan aset menjadi uang tunai.

Jika tujuan Anda berinvestasi adalah untuk hal ini, maka jangan sembarang memilih instrumen.

Deposito adalah contoh instrumen yang tidak likuid karena hanya bisa ditarik sembarang waktu.

4. Bisnis Lebih Terjamin

Katakanlah Anda membuka restoran ayam goreng, lalu Anda membuat ternak ayam sendiri. Tujuannya agar biaya produksi rendah serta pasokan ayam terjamin.

MUFDana dari Mandiri Utama Finance (MUF) menyediakan layanan pinjaman modal usaha sebagai kredit investasi untuk keperluan pengembangan bisnis. 

Jenis-Jenis Investasi Berdasarkan Waktu

Setelah mengetahui apa itu investasi dan tujuannya, kini Anda perlu menentukan periode yang tepat untuk meraihnya. Jenis investasi berdasarkan waktu yakni:

  • Jangka pendek: investasi di bawah tiga tahun. Biasanya untuk tujuan yang sudah pasti seperti menikah.
  • Jangka menengah: investasi dengan waktu antara 3-5 tahun. Biasanya untuk dana pendidikan atau membeli rumah.
  • Jangka panjang: investasi jangka panjang di atas lima tahun. Tujuannya adalah menjamin keuangan di masa mendatang seperti dana pensiun.

Jenis Investasi Berdasarkan Bentuknya

Selanjutnya, setelah memutuskan berapa lama akan berinvestasi, pilih instrumen yang tepat. Berikut beberapa bentuk investasi paling umum di Indonesia:

  • Deposito,
  • Emas,
  • Properti, 
  • Saham,
  • Reksadana,
  • P2P Lending,
  • Obligasi (surat utang).

Pahami Risiko Investasi

Investasi, apa pun itu bentuknya, pasti berisiko. Sebagai bagian dari literasi keuangan, Anda juga harus paham akan risiko tersebut. Apa saja itu?

1. Risiko Sistematis

Jenis risiko yang pertama ini benar-benar di luar kendali Anda karena terjadi akibat kondisi suatu negara. Dampaknya pun cukup signifikan.

Risiko sistematis dalam berinvestasi contohnya:

  • Suku bunga,
  • Inflasi,
  • Kurs mata uang asing,
  • Gejolak politik,
  • Bencana alam.

2. Risiko Tidak Sistematis

Risiko yang kedua tidak sistematis, yang mana masih bisa Anda hindari. Caranya yaitu dengan diversifikasi investasi.

Diversifikasi adalah menaruh dana investasi Anda di beberapa portofolio untuk meminimalkan risiko.

Risiko secara tidak sistematis dalam investasi contohnya:

  • Likuiditas,
  • Bisnis perusahaan yang menerima investasi.

Setelah memahami faktor risikonya, Anda sudah siap untuk mulai berinvestasi.

Cara Melakukan Investasi untuk Pemula

Asumsikan Anda benar-benar masih awam, meski sudah mulai memahami apa itu investasi. Maka langkah-langkah cara investasi yang benar adalah sebagai berikut:

Langkah 1: Tetapkan Tujuan dan Jangka Waktu Investasi

Anda harus punya tujuan atau hal yang ingin Anda capai dengan investasi di masa mendatang.

Baru setelah itu, buat rencana jangka waktu investasinya.

Misalnya tujuan Anda ingin pergi liburan ke luar negeri dua tahun lagi.

Langkah 2: Pahami Instrumen Investasi dan Profil Risikonya

Berikutnya, pilih bentuk investasi untuk tujuan serta jangka waktu yang sesuai dengan rencana investasi Anda.

Ingat bahwa setiap instrumen pasti menyimpan risiko. Jadi, Anda wajib mempelajari profil risikonya, apakah termasuk tinggi, sedang atau rendah.

Langkah 3: Buat Rekening Investasi

Sekarang untuk berinvestasi caranya semakin mudah, salah satunya melalui aplikasi seluler.

Pilihan investasi online paling mudah untuk pemula yaitu saham dan reksa dana.

Langkah 4: Alokasikan Dana Khusus Investasi

Langkah keempat, Anda wajib menggunakan uang dingin untuk investasi.

Maksudnya, dana tersebut memang dialokasikan khusus untuk berinvestasi, bukan mengalihkan uang dari kebutuhan lain.

Lakukan secara konsisten dengan menyisihkan sebagian dari gaji bulanan Anda.

Langkah 5: Tambah Pengetahuan tentang Investasi

Menambah pengetahuan juga bagian dari proses investasi.

Dengan berbekal pengetahuan baru tersebut, ke depannya Anda bisa mengambil keputusan secara lebih tepat.

Mulai Investasi dari Sekarang

Dari penjelasan apa itu investasi di atas, kesimpulannya investasi adalah cara menyimpan uang yang menguntungkan untuk masa depan. Kehidupan Anda akan lebih terjamin jika memilih instrumen investasi yang tepat.

Jangan lewatkan juga berbagai artikel tips investasi lainnya sebagai salah satu sumber inspirasi untuk meningkatkan finansial Anda.

Jenis-Jenis Investasi Jangka Pendek Rendah Risiko

Anda punya tujuan keuangan dalam waktu dekat tapi tidak ingin uang Anda hanya berdiam diri di tabungan? Lebih baik investasi jangka pendek saja!

Durasi investasi jangka pendek ini hanya sekitar 1-3 tahun untuk bisa memperoleh imbal hasil ideal. Waktunya yang singkat ini juga menghadirkan proses pencairan yang cepat.

Investasi ini sangat cocok untuk meraih tujuan dalam waktu singkat, seperti tabungan untuk beli kendaraan, dana pendidikan anak dan lain-lain.

Jenis-Jenis Investasi Jangka Pendek

Ada empat jenis instrumen investasi jangka pendek, yaitu reksa dana pasar uang, deposito, surat berharga negara, dan P2P Lending.

Meski secara profil risiko dan jangka waktu hampir sama, tetapi masing-masing instrumen memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, sesuaikan dengan tujuan, kebutuhan dan juga kemampuan Anda.

Berikut adalah penjelasan untuk masing-masing jenis instrumen investasi jangka pendek.

1. Deposito

Deposito termasuk investasi yang berupa tabungan berjangka dengan durasi jangka waktu pendek, yaitu sekitar 1-2 tahun. Selama jangka waktu ini, Anda tidak boleh mencairkan aset Anda.

Deposito memiliki profil risiko yang rendah dengan suku bunga imbal hasil yang pasti. Untuk deposito bank umum, bunga yang LPS jamin yaitu 3,5%.

Sementara itu, LPS akan menjamin suku bunga Bank Perkreditan Rakyat (BPR) hingga 6%. Jika ada yang memberi jaminan return deposito di atas nilai tersebut, maka sudah dipastikan itu tidak dijamin oleh LPS. Jadi, keamanannya masih diragukan.

Nah, salah satu deposito yang tidak dijamin oleh LPS yaitu deposito BKK (Badan Kredit Kecamatan).

2. Surat Berharga Negara (SBN)

Ada produk investasi jangka pendek yang jaminannya lebih pasti? Tentu saja.

Investasi SBN dijamin oleh pemerintah. Dengan membeli produk investasi ini, Anda turut memberi pinjaman ke pemerintah untuk membangun infrastruktur dan lain-lain.

Ada 4 jenis SBN yaitu ORI (Obligasi Republik Indonesia), SR (Sukuk Ritel), SBR (Saving Bond Ritel) dan ST (Sukuk Tabungan). Masing-masing jenisnya memiliki tenor dan potensi imbal hasil yang berbeda.

Umumnya, tenor yang ditawarkan SBN, yaitu 2-3 tahun. Imbal hasilnya berupa kupon dengan persentase sesuai perjanjian di awal, umumnya sekitar 4-5%. Kupon ini akan Anda terima setiap bulan sampai jatuh tempo habis.

Apakah ada kemungkinan pemerintah gagal bayar? Kemungkinan itu ada, tapi sangatlah kecil. Jadi, keamanan investasi di produk ini lebih terjamin.

3. Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)

Reksa dana pasar uang juga menjadi instrumen investasi selanjutnya yang memiliki profil risiko kecil. Sebab, dana yang Anda investasikan tidak akan Anda kelola sendiri, melainkan dikelola oleh manajer investasi.

Ini cocok untuk Anda yang masih pemula dan ingin mulai berinvestasi tanpa mau dipusingkan dengan strategi investasi agar cuan. Produk yang digunakan umumnya yaitu deposito.

Investasi jangka pendek untuk pemula ini memiliki jangka waktu ideal untuk memperoleh imbal hasil selama 1-3 tahun. Sama halnya dengan deposito, return dari RDPU juga cenderung stabil.

Untuk besarnya nominal yang harus Anda investasikan bisa mulai dari Rp10.000. Jadi, sudah tidak ada alasan lagi tidak punya uang untuk investasi.

4. P2P Lending

Daripada Anda memberi pinjaman ke teman yang akhirnya tidak dibayar, sebaiknya pinjamkan uang Anda ke pebisnis yang membutuhkan suntikan dana.

Umumnya, rata-rata tenor pinjaman yang tersedia yaitu 1-3 tahun. Ini terbilang waktu yang cepat untuk perputaran modal, sehingga Anda bisa memanfaatkan jenis investasi ini untuk tujuan keuangan jangka pendek.

Ada dua jenis P2P Lending, yaitu P2P Lending pinjaman dan P2P Lending konsumsi. Untuk potensi imbal hasilnya, bisa berawal dari kisaran 10%. Dengan imbal hasil ini, P2P Lending menjadi jenis investasi jangka pendek paling menguntungkan.

Jika tertarik, pastikan untuk memilih P2P Lending yang sudah resmi dan mengantongi izin dari OJK.

Apa Jenis Investasi Jangka Pendek Terbaik?

Pada dasarnya, dari ketiga jenis investasi di atas tidak secara spesifik tidak ada yang paling baik. Investasi jangka pendek terbaik adalah yang sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

Sebagai gambaran, berikut tabel perbandingan antara deposito, SBN, RDPU, dan P2P Lending.

DepositoSBNRDPUP2P Lending
Jangka Waktu1-2 tahun2-3 tahun1-3 tahun1-12 bulan
Potensi Imbal HasilBank Umum maks 3,5%BPR maks 6%4-5%1-4%Berawal dari 10%
NominalBisa mulai dari Rp1 jutaBisa mulai dari Rp1 jutaBisa mulai dari Rp10 ribuBisa dari Rp100 ribu
LikuiditasTidak likuid, ada jangka waktunyaTidak likuid, ada jangka waktunyaLikuidTidak likuid, ada jangka waktunya
RisikoNilai keuntungan terbalap inflasiDijamin oleh pemerintahNilai keuntungan terbalap inflasiPotensi gagal bayar
Pajak20% dari imbal hasil10%Tidak dipungut pajakPemilik NPWP 15% Non pemilik NPWP 30%

Sekali lagi, jika Anda memiliki tujuan keuangan dalam waktu singkat, sebaiknya pilih investasi jangka pendek. Risiko investasi ini tergolong sangat rendah.

Ini cocok untuk Anda yang masih pemula dan tidak punya banyak waktu untuk belajar atau menganalisis produk investasi setiap waktu.

Meski minim risiko, return produk investasi jangka pendek tetap menguntungkan daripada bunga bank biasa.

Pastikan pilih produk investasi jangka pendek yang Anda kenali. Jangan berinvestasi di produk investasi yang menawarkan imbal hasil jauh lebih besar dari umumnya. Selain itu, cek apakah sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau belum.

Baca juga beragam artikel tips investasi lainnya yang disajikan oleh mufdana dari MUF (Mandiri Utama Finance). Semoga bermanfaat!

Tips Mengenal Profil Risiko Pribadi dalam Berinvestasi

Pada dasarnya setiap orang perlu berinvestasi untuk melindungi aset dari penurunan nilai akibat inflasi. Namun sebelum menanam modal, Anda harus mengenali jenis profil risiko berinvestasi terlebih dahulu.  

Apa itu profil risiko dan bagaimana cara mengenali ketiga jenisnya sebelum berinvestasi? Cek paparannya berikut ini. 

Pengertian Profil Risiko

Profil risiko merupakan tingkatan toleransi seseorang saat menghadapi risiko berinvestasi. Ada sebagian investor sanggup menanggung risiko tinggi, namun ada pula yang hanya mampu menghadapi risiko rendah saja. 

Bagi investor sangat penting sekali mengenali tipe profil risiko, agar lebih mudah menentukan produk investasi. Perlu Anda ketahui bahwa tingkat risiko berbanding lurus dengan keuntungan investasi. 

Apabila semakin tinggi risiko yang Anda ambil, maka semakin besar pula potensi keuntungannya (High risk, high return)

Alasan Penting Mengenalnya

Ada banyak jenis instrumen investasi dengan risiko masing-masing. Mulai dari yang cukup aman, minim risiko, hingga berisiko tinggi. Apabila Anda tidak memahami hal tersebut, bahkan salah memilih instrumen investasi kemungkinan besar akan stress. 

Begitu juga sebaliknya, jika Anda termasuk investor berpengalaman yang menginginkan timbal balik besar, akan uring-uringan kalau hasilnya stagnan.  Itulah mengapa penting sekali mengenali profil risiko pribadi sebelum berinvestasi. 

Berikut tiga alasan mendasar mengapa investor perlu mengetahui profil risiko, antara lain :

  • Mengenali jenis profil risiko berinvestasi membuat Anda dapat menentukan instrumen investasi dengan tepat. 
  • Dengan mengenali profil risiko, Anda mendapat gambaran toleransi/ tingkat risiko 
  • Dapat menjaga kenyamanan hidup

Jenis Profil Risiko Berinvestasi

Setidaknya tiga jenis profil risiko, antara lain:

Konservatif

Jenis profil risiko dalam berinvestasi yang pertama adalah konservatif. konservatif merupakan tipe investor yang memiliki tingkat toleransi rendah. Biasanya investor tipe konservatif lebih memilih bermain aman, dan seringkali mencari investasi dengan timbal balik yang cenderung stabil. 

Tipe konservatif cenderung mengambil investasi untuk jangka panjang, contohnya deposito. Bagi investor tipe konservatif, deposito adalah pilihan yang tepat untuk menyimpan sebagian penghasilan. 

Selain deposito, pilihan instrumen investasi lain adalah properti atau logam mulia.  Rata-rata investor pemula memiliki profil risiko konservatif. 

Jika ingin investasi yang berisiko, investor akan mengalokasikan sedikit dana saja. 

Moderat

Jenis profil risiko kedua dalam berinvestasi adalah moderat.  Investor moderat adalah mereka yang sedikit berani ambil risiko (sedang),  namun tetap berhati-hati memilih jenis instrumen. Tujuan finansialnya jangka menengah. 

Biasanya investor moderat merupakan seseorang yang sudah cukup lama berinvestasi dan pernah mengalami kerugian. Sehingga telah menyiapkan mental menghadapi risiko. 

Investor moderat juga akan memaklumi fluktuasi pasar modal yang tidak signifikan, namun akan membatasi jumlah investasinya. 

Kendati demikian, mereka belum benar-benar siap dengan kerugian terlalu besar, di mana rentang toleransi kerugian rata-rata 15% saja. 

Selain itu, investor moderat biasanya telah membagi investasi ke beberapa produk dengan tingkat risiko yang berbeda. 

Jenis instrumen investasi yang cocok untuk tipe moderat adalah produk yang memberikan imbal banyak, seperti reksa dana campuran. 

Agresif

Jenis profil risiko berinvestasi lainnya adalah agresif. Investor yang agresif menyukai risiko tinggi. Mereka telah siap jika modal pokoknya berkurang atau hilang demi hasil yang jauh lebih tinggi. 

Investor tipe agresif memang lebih berpengalaman  sehingga tidak takut menaruh modal besar pada instrumen berisiko. Jenis instrumen investasi pilihannya adalah saham. 

Fluktuasi pasar modal justru akan meningkatkan adrenalin. Pada saat harga saham turun, investor tipe agresif akan merasa bahwa ini peluang untuk membeli portofolio baru. Dengan keyakinan harga akan naik kembali dalam jangka waktu tertentu.

Rata-rata tipe investor agresif mempunyai tujuan finansial yang panjang dan memiliki budget khusus untuk berinvestasi.   Oleh karena itulah, tipe agresif tidak terlalu khawatir akan kerugian. 

Tips Mengenal Profil Risiko Berinvestasi

Untuk mengetahui Anda termasuk tipe profil risiko yang mana, memang tidak bisa hanya dengan menebak-nebak. 

Biasanya, penyedia produk investasi akan memberikan kuesioner sebelum Anda memulai berinvestasi.  Pertanyaan yang terdapat di dalam kuesioner seputar faktor yang mempengaruhi tinggi atau rendahnya kesanggupan Anda dalam menghadapi risiko. 

Setelah Anda mengenali profil risiko berinvestasi, maka selanjutnya sesuaikan instrumen yang cocok dalam portfolio investasi Anda. Atau, Anda juga bisa membaca tips mengenal dan memilih investasi yang aman bagi pemula sebagai panduan.

Memilih Investasi yang Aman dan 3 Tips Praktikal Bagi Pemula

Dengan banyaknya platform dan aplikasi yang menjadi wadah berinvestasi secara online, pemula pasti bingung memilih tempat investasi yang aman tapi jelas menguntungkan.

Baru belajar investasi online? Kenali tips mengenal dan memilih jenis investasi newbie friendly lewat artikel ini. Terdapat macam macam investasi terbaik yang memberikan petunjuk di mana seharusnya Anda berinvestasi.

Langsung baca di bawah, yuk!

3 Tips Praktikal Serta Cara Investasi yang Aman dan Benar

Dari tiga tips praktikal ini, nomor satu jadi yang paling krusial karena.. Baca alasannya di bawah ini:

1. Lakukan Riset Mendalam Tentang Jenis Investasinya

Sebelum berkomitmen penuh untuk investasi, lakukan riset mendalam tentang jenis investasinya. Contoh, Anda ingin berinvestasi deposito. Dengan riset sederhana akan terlihat kalau data terbaru menunjukkan bunga deposito di beberapa bank semakin menurun dari waktu ke waktu.

Temukan fakta-fakta tentang bidang investasi yang Anda ingin masuki dengan riset sederhana lewat internet. Youtube, Google dan Blog adalah “guru” terbaik Anda untuk melakukan riset.

Dari fakta baru yang terkumpul, buat kesimpulan apakah Anda siap dengan risikonya? Apa Anda sudah siap untuk riset setiap hari? Dan yang terpenting, apakah Anda menyukai model investasinya dan ingin mempelajarinya terus-menerus?

2. Pahami Kalau Semua Jenis Investasi Pasti Memiliki Risiko

Setelah melakukan riset, maka akan tersirat sebuah fakta yang sudah pasti Anda tahu tapi masih belum meyakininya 100 persen. Fakta tersebut adalah bahwa semua jenis investasi, terlepas dari platform dan jenisnya, pasti memiliki risiko. Tidak ada investasi yang 100% aman.

Bahkan investasi reksadana yang digembar-gemborkan aman, bisa menurun nilainya dan membuat investor rugi.

3. Belajar dan Dengarkan Saran Ahli

Selain belajar dan mendengarkan saran ahli, Anda juga harus melakukan riset tentang orang tersebut. Jangan telan mentah-mentah setiap saran yang Anda dengarkan, apalagi yang sumbernya dari internet.

Inilah salah satu alasan kenapa Riset Mendalam jadi langkah praktikal nomor satu. Pelajari semua ilmu investasi yang Anda temukan di internet, tapi jangan lupa untuk melakukan fact-check sebelum meyakini informasinya 100% benar.

Tempat Investasi yang Aman dan Menguntungkan Untuk Pemula

Dari tips praktikal di atas, kesimpulannya adalah: (1) investasi yang baik seharusnya mendapat jaminan cuan walau sedikit, (2) minim risiko dan (3) proses belajarnya cepat, serta menunjukkan fakta positif dari hasil riset terbaru. 

Dari syarat-syarat tersebut, inilah tujuh rekomendasi investasi paling aman saat pandemi.

1. Deposito: Untung 4-7% per Tahun (Ada Pajaknya Sebesar 20%)

Catatan: pajak 20% berlaku saat Anda memiliki deposito di atas Rp. 7 juta.

Menjadi opsi investasi terbaik bagi pemula, deposito adalah salah satu cara teraman untuk Anda yang ingin mendapatkan keuntungan pasti dari investasi.

Deposito adalah investasi yang ditawarkan oleh bank dengan bunga yang lebih tinggi dari tabungan. Perbedaannya dengan tabungan di bank adalah, Anda tidak bisa mengambil deposito setiap saat. Ada jangka waktu tertentu sebelum Anda bisa mengambil deposito di bank: 1, 3, 6 , 12, atau per 24 bulan.

Bagaimana bisa deposito menjadi investasi paling aman dan tanpa risiko?

Karena jenis investasi ini sudah mendapat jaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Artinya, ketika bank tempat Anda menaruh deposito bangkrut, Anda tetap mendapat dana deposito dari LPS maksimal Rp 2 miliar.

2. Reksadana: Berinvestasi Tanpa Pengetahuan Apapun

Reksadana sangat cocok sebagai wadah investasi bagi pemula. Karena hanya memerlukan modal kecil, tidak membutuhkan pengetahuan investasi apa pun dan untungnya lumayan (mencapai 20% per tahun).

Ketika berinvestasi ke reksadana, uang investasi Anda akan dikelola langsung oleh manajer investasi terbaik. Uang tersebut kemudian digunakan sebagai modal untuk berinvestasi di pasar modal.

3. Emas: Investasi Berlikuiditas Tinggi

“Bermain” emas sangat enak karena termasuk ke dalam jenis investasi dengan likuiditas tinggi. Artinya, Anda bisa mencairkan dana investasi kapan saja, tidak seperti deposito.

Harga emas yang cenderung naik membuat investasi ini cocok pemula yang ingin mempunyai opsi investasi aman tanpa risiko sama sekali. Tapi, bukan berarti investasi emas pasti mendatangkan keuntungan, lo. Harga emas juga fluktuatif, bisa turun walaupun sedikit nilainya.

4. Surat Berharga Negara (SBN): Berinvestasi Sambil Membantu Negara

Karena hanya memerlukan dana awal sebesar Rp. 1 juta, investasi Surat Berharga Negara (SBN) sangat cocok untuk pemula dan kaum milenial. SBN adalah produk investasi yang mendapat jaminan langsung dari pemerintah dan sudah pasti aman, terjangkau, serta menguntungkan pesertanya.

Anda bisa mulai berinvestasi SBN melalui berbagai aplikasi investasi yang bisa Anda download di Google Play Store atau Apple Store secara gratis. 

Dengan jaminan keuntungan lebih dari 6 persen, Anda bisa langsung mencoba investasi ini sekaligus bisa membantu perekonomian negara.

5. Saham: Modalnya Kecil, Untungnya Besar, Risikonya Juga Besar

Pasar modal adalah tempat di mana Anda bisa membeli “hak” kepemilikan sebuah perusahaan apapun (asalkan terdaftar di pasar modal). Ketika membeli “hak”, maka Anda memiliki saham di perusahaan tersebut dan memiliki status sedang berinvestasi.

Saham menjadi salah satu investasi populer karena bisa mengubah jalan hidup seseorang dengan menjanjikan keuntungan yang sangat besar.

Meski m menjanjikan keuntungan besar, risiko bermain saham juga paling besar daripada instrumen investasi yang lain.

6. P2P Lending: Investasi Modal Kecil yang Pasti Menguntungkan

Punya uang Rp 100 ribu? Anda bisa menginvestasikannya ke Peer to Peer Lending (P2P). Modal investasi Anda akan dijadikan platform sebagai dana yang kemudian dipinjamkan kepada peminjam, contohnya UMKM yang membutuhkan suntikan modal usaha.

Gampangnya, Anda bisa melihat salah satu fenomena yang sekarang sedang naik daun bernama pinjaman online (pinjol). Pinjol adalah salah satu bentuk nyata dari praktek investasi Peer to Peer Lending.

Kalau Anda ingin berinvestasi di sini, pastikan platform yang Anda pilih terdaftar di investasi online Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini ditujukan agar prosedurnya terjamin, legal secara hukum dan lebih aman.

7. Forex: Cuan Asalkan Bisa Analisis dan Menghitung Momen

Mendapat pengawasan langsung dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag, investasi Forex cocok untuk pemula yang ingin belajar trading untuk mendapatkan keuntungan besar dan siap menanggung risiko.

Forex adalah investasi yang menjual-belikan mata uang asing atau valas yang bisa dilakukan 24 jam penuh secara real-time. Tidak seperti saham yang hanya bisa dilakukan saat jam kerja.

Artinya, untuk untung investasi Forex Anda harus siap mencari momentum 24 jam penuh untuk bisa untung. Memerlukan analisis dan perhitungan khusus, Anda bisa mendaftar di broker forex resmi sekaligus belajar menjadi trader ulung.

Penutup

Kalau Anda mencari tempat investasi aman dan pasti menguntungkan, deposito, reksadana, emas, SBN dan P2P Lending adalah pilihan yang tepat. Karena: (1) risikonya minim, (2) banyak expert yang bisa Anda dengar pendapatnya (jangan lupa lakukan fact-check) dan (3) menunjukkan tren positif di beberapa bulan ini.

Jangan lewatkan juga berbagai artikel tips keuangan lainnya sebagai salah satu sumber inspirasi untuk meningkatkan finansial Anda.