Wujudkan Semua Mimpi

10 Cara Hemat Uang yang Praktis agar Rekening Makin Bertambah

Setiap orang perlu tahu cara hemat uang. Mungkin nanti terpakai ketika sedang menabung untuk sesuatu atau memang harus berhemat karena pemasukan sedang seret.

Jika Anda sedang mencari cara agar bisa hemat uang untuk apa pun tujuan Anda, berarti Anda di tempat yang tepat.

Artikel ini akan memberi Anda ide 10 tips cara hemat uang yang praktis dan bakal membuat tabungan Anda makin berisi.

Simak caranya.

Buat Buku Catatan Keuangan Pribadi

Anda tak akan tahu apa yang perlu Anda perbaiki jika tidak memiliki catatan tentang hal tersebut. Di sinilah buku keuangan pribadi berperan sangat penting.

Anda perlu mencatat semua aktivitas finansial Anda, termasuk pemasukan, pengeluaran, utang, aset, dan lainnya. Dari sini, baru Anda bisa menganalisis profil finansial Anda dan membuat rencana penghematan.

Caranya? Cek artikel kami lainnya tentang cara membuat buku keuangan pribadi.

Membuat Kategori Pengeluaran

Cara hemat uang selanjutnya, Anda perlu membuat kategori pengeluaran, berdasarkan tingkat kepentingan dan kedaruratan.

Dari semua pengeluaran Anda di bulan lalu, tentukan mana yang termasuk:

  1. Penting dan mendesak, contoh: biaya pengobatan,
  2. Penting, tapi tidak mendesak, contoh: biaya makanan,
  3. Kurang penting tapi mendesak, contoh: kado pernikahan teman,
  4. Kurang penting dan tidak mendesak, contoh: top up game favorit.

Pastikan Anda selalu memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan. 

Tentukan Plafon Pengeluaran

Selanjutnya, Anda perlu membuat rencana anggaran bulanan, berdasarkan aktivitas finansial bulan lalu, dan tujuan finansial Anda.

Caranya yaitu dengan membatasi pengeluaran hingga nominal tertentu. Contoh, jika budget untuk hiburan bulan lalu habis hingga Rp1.000.000, Anda bisa menguranginya hingga cukup Rp500.000 di bulan ini.

Beberapa pos pengeluaran mungkin tidak dapat Anda kurangi. Inilah pentingnya menentukan kategori berdasarkan tingkat kepentingan dan mendesaknya pengeluaran tersebut.

Masukkan dalam Kantong Terpisah

Setelah menentukan plafon pengeluaran, masukkan jatah masing-masing ke dalam kantong yang terpisah.

Anda bisa melakukannya secara konvensional dengan menyiapkan amplop bertanda khusus untuk masing-masing pos pengeluaran. Sederhana, tapi cara ini cukup ampuh untuk mencapai tujuan hemat uang.

Atau, bisa juga melakukannya secara digital melalui dompet elektronik. Saat ini, sudah banyak dompet elektronik atau mobile banking yang memiliki fasilitas pemisahan pengeluaran dalam kantong terpisah.

Utamakan Investasi dan Tabungan

Investasi berguna untuk membangun kondisi finansial yang sehat di masa mendatang. Sedangkan tabungan berfungsi sebagai cadangan dalam menghadapi kondisi tak terduga.

Pastikan Anda menunaikan kedua hal tersebut di awal bulan. Jangan tunggu menabung atau berinvestasi dari uang sisa. Sebaliknya, kedua hal ini harus menjadi prioritas utama Anda.

Cari Alternatif yang Lebih Hemat

Lihat laporan keuangan pribadi Anda, biasanya Anda bisa menemukan hal yang sering membuat Anda keluar banyak uang. Sebagai gantinya, Anda perlu mencari alternatif yang lebih hemat.

Contoh, jika selama ini Anda ke kantor naik mobil pribadi, maka mulai sekarang manfaatkan transportasi umum. Jika selama ini Anda bisa ngopi di kafe 4 kali sebulan, maka mulai sekarang belajar meracik kopi sendiri di rumah.

Telusuri pengeluaran Anda dan cari alternatif lain yang lebih murah. Dijamin, Anda akan terheran-heran dengan nominal yang bisa Anda hemat hingga akhir bulan.

Upayakan Membayar secara Tunai

Membayar secara tunai akan mengikat kesadaran Anda pada ketersediaan anggaran untuk pengeluaran tersebut. Jadi, cara Anda hemat uang adalah dengan berhati-hati untuk tidak membeli yang tidak perlu.

Hindari menggunakan kartu kredit atau pay later sebisa mungkin. Memang kadang hal ini sangat membantu di waktu urgent. Namun jika terlalu sering, Anda dapat kehilangan kesadaran tentang daya beli Anda yang sebenarnya.

Karena itu, usahakan membayar semua transaksi Anda secara tunai, entah dengan uang kontan, dompet elektronik, atau pun kartu debit.

Jangan Beli Dadakan

Salah satu yang sering mengacaukan rencana keuangan adalah pembelian mendadak atau impulse buying. Hindari hal ini.

Bawa uang secukupnya ketika ke pasar, supermarket, atau mall sesuai rencana pembelian Anda sejak dari rumah. Disiplin dengan apa yang sudah Anda anggarkan dan jangan biasakan membeli sesuatu secara dadakan.

Tutup aplikasi e-commerce Anda jika memang tidak ingin beli sesuatu. Jangan scroll tanpa tujuan, apalagi buka bagian flash sale untuk melihat barang diskonan.

Beli Bahan Makanan Sekaligus

Cara hemat uang bulanan terbaik untuk ibu rumah tangga maupun anak kos adalah beli bahan makanan sekaligus untuk satu minggu. Ini termasuk bumbu-bumbuan, daging, maupun sayuran.

Agar awet dan cukup untuk seminggu, lakukan food preparation. Bersihkan semua bahan setelah membeli dan masukkan dalam kontainer terpisah lalu simpan dalam kulkas.

Hal ini juga dapat memotivasi Anda untuk masak sendiri daripada beli di luar atau memesan lewat layanan delivery. Dua hal ini jelas menguras dompet.

Cari Pinjaman Bunga Rendah

Misalkan Anda mengalami kejadian mendadak yang butuh dana mendesak, maka ambil pinjaman yang memberikan bunga rendah seperti MUFDana.

MUFDana dari Mandiri Utama Finance (MUF) menyediakan pinjaman multiguna dengan bunga rendah dan proses cepat. Jaminannya cukup BPKB saja sehingga kegiatan harian Anda tidak terganggu.

Yang penting dalam menerapkan cara hemat uang di atas adalah konsisten dan disiplin. Dengan demikian, semua kebutuhan Anda tetap dapat terpenuhi dan tabungan Anda makin berisi.

Cara Membuat Buku Keuangan Pribadi dalam 5 Langkah

Pernah mengalami uang bulanan terasa cepat lenyap, tapi bingung ke mana saja perginya? Berarti Anda perlu tahu cara membuat buku keuangan pribadi.

Laporan keuangan pribadi adalah catatan mengenai profil dan aktivitas finansial perorangan.

Memiliki catatan keuangan pribadi sangat penting jika Anda memiliki tujuan keuangan tertentu. Manfaat membuat buku keuangan pribadi memudahkan Anda:

  1. Membuat pengeluaran lebih efektif dan efisien,
  2. Menjamin kebutuhan Anda tercukupi hingga waktu tertentu,
  3. Merencanakan peningkatan aset dan harta kekayaan,
  4. Mencapai tujuan keuangan tertentu seperti menikah, liburan, pendidikan, dan seterusnya.

Postingan ini akan membantu Anda untuk menyusun buku catatan keuangan pribadi dengan praktis, dalam 5 langkah/tahap.

Mari mulai dari langkah pertama.

Memilih Media Catatan

Ada berbagai media yang bisa Anda gunakan untuk membuat catatan keuangan personal, mulai dari yang sederhana hingga yang canggih.

Untuk cara membuat laporan keuangan pribadi paling konvensional, Anda bisa membuatnya di buku tulis, mirip seperti buku tabungan semasa SD. Pilihan lain, Anda bisa menggunakan lembar kerja (spreadsheet).

Untuk catatan offline, Microsoft Excel dapat jadi pilihan. Namun, catatan keuangan online akan lebih baik karena Anda dapat mengeditnya kapan pun, dari mana pun, selama terkoneksi dengan internet.

Untuk itu, ada Google Spreadsheet yang bisa Anda pakai. Anda juga bisa menggunakan aplikasi catatan keuangan yang bisa Anda download di AppStore atau Playstore.

Menyiapkan Tabel Buku

Cara untuk membuat buku laporan keuangan sederhana untuk personal, setidaknya Anda harus menyiapkan 2 tabel:

  1. Buku neraca (personal balance sheet), dan
  2. Buku arus kas (cash flow).

Pisahkan kedua tabel tersebut ke dalam lembar yang berbeda. Jika Anda menggunakan Excel atau Google Spreadsheet, buat lembar kerja (worksheet) yang terpisah untuk masing-masing tabel.

Buku neraca berfungsi untuk melihat nilai kekayaan pribadi Anda. Ini penting ketika Anda berencana untuk menambah aset atau menyiapkan tujuan keuangan tertentu, seperti menikah, beli rumah, dan lainnya.

Buku arus kas berfungsi untuk melihat aliran pemasukan dan pengeluaran Anda. Ini penting untuk merencanakan pengeluaran yang efektif dan efisien, pemasukan yang lebih besar, dan mencukupi kebutuhan dengan budget terbatas.

Menentukan Kolom

Sebagai bagian dari cara membuat buku keuangan pribadi, pada buku neraca setidaknya terdapat 3 kolom, yaitu: aset, harta dan utang.

Utang adalah tanggungan, liabilitas, atau kewajiban yang harus Anda tunaikan, sedangkan aset merujuk pada nilai barang yang Anda miliki. Ada pun harta menunjukkan total kekayaan bersih, didapat dari = Aset – Utang.

Pada buku arus kas, setidaknya terdapat 3 kolom juga, yaitu: pemasukan, pengeluaran, dan arus kas bersih.

Pemasukan berarti semua penghasilan Anda dari berbagai sumber pada bulan berjalan. Sedangkan pengeluaran merujuk pada semua yang Anda belanjakan di bulan tersebut.

Ada pun arus kas bersih merupakan hasil dari = Pemasukan – Pengeluaran.

Untuk setiap kolom, harus ada keterangan “item” dan “nominal”. Dengan demikian, jelas apa dan berapanya.

Menentukan Pos Setiap Kolom

Cara selanjutnya dalam membuat buku keuangan pribadi, Anda perlu menentukan apa saja isi setiap kolom. Contohnya, apa saja yang termasuk aset dan utang? Atau apa saja yang tergolong arus kas masuk dan arus kas keluar?

Untuk ini, Anda dapat membuat list dari setiap kolom agar lebih mudah. Contohnya seperti pada tabel neraca keuangan personal berikut.

AsetUtang
RumahKartu kredit
TanahPaylater
TabunganPinjaman Teman
Deposito
Reksa Dana / Saham
Emas
Kendaraan
Elektronik
Koleksi sepatu

Contoh lainnya, untuk list tabel arus kas seperti ini.

PemasukanPengeluaran
GajiTabungan
TunjanganInvestasi
Bunga tabunganBelanja bulanan
DepositoMakan
Reksa Dana / Dividen SahamTransportasi
Hasil Jualan / DagangListrik
Fee ProyekAir
Pulsa dan Internet
Hiburan
Lainnya
Biaya tak terduga

Tentu tidak semua item tersebut akan ada dalam catatan keuangan pribadi Anda. Namun, dengan list tersebut, akan memudahkan Anda untuk memasukkan catatan Anda pada pos yang tepat.

Memasukkan Nominal Sesuai Posnya

Langkah dalam cara membuat buku keuangan pribadi membuat terakhir tinggal memasukkan nominal angka sesuai dengan pos masing-masing. Contoh jika gaji Anda per bulan Rp5.000.000, masukkan nominal tersebut ke pos ”gaji” di kolom “arus kas masuk”. Begitu juga jika Anda punya utang pay later, maka masukkan nominalnya ke item “Pay Later” di kolom “Utang”.

Selanjutnya, tinggal meng-update buku keuangan Anda secara rutin dan konsisten. 

Untuk praktisnya, Anda perlu menyediakan waktu khusus untuk me-recall dan mencatat pemasukan atau pengeluaran Anda di hari itu. Contohnya setiap malam hari, sebelum tidur.

Jika ternyata pengeluaran Anda jauh lebih besar dari pemasukan, Anda mungkin membutuhkan bantuan keuangan mendesak. Untuk itu, Anda bisa menggunakan fasilitas pinjaman multiguna dari MUFDana.

Pinjaman serbaguna MUFDana memberikan plafon pinjaman yang besar dengan syarat mudah dan proses cepat. Bahkan, ajuan pinjaman Anda bisa cair hanya dalam 1 hari kerja.

Setelah dapat pinjaman, jangan lupa untuk tetap menerapkan cara membuat buku keuangan pribadi di atas secara konsisten. Kebiasaan ini akan memberikan dampak bagus bagi kesehatan finansial Anda untuk seterusnya.

Cara Membuat Pembukuan Keuangan Usaha Kecil Secara Sederhana

Meski usaha Anda masih skala kecil, Anda tetap harus laporan keuangan. Bagaimana cara membuat pembukuan keuangan usaha kecil akan dijelaskan pada pembahasan berikut.

Kenapa harus membuat pembukuan keuangan?

Pembukuan keuangan memiliki peranan yang penting dalam melihat performa dan kondisi finansial suatu usaha. Apa pun jenis usahanya dan berapa pun skalanya, wajib hukumnya untuk menyusun laporan keuangan.

Dengan adanya jurnal pembukuan keuangan, seorang pengusaha bisa mengambil keputusan dan membuat rencana usaha di masa yang akan datang. 

Bagaimana Cara Membuat Pembukuan Keuangan Usaha Kecil?

Pembukuan keuangan akan berisi catatan ringkas seluruh transaksi yang terjadi dalam periode waktu tertentu. Biasanya periode yang digunakan yaitu bulanan dan tahunan.

Untuk membuat laporan keuangan, Anda perlu menyiapkan beberapa hal berikut ini.

  • Buku kas pemasukan
  • Buku kas pengeluaran
  • Catatan laba rugi
  • Buku kas utama
  • Catatan inventaris barang
  • Catatan untuk laporan stok barang

Bagi usaha kecil, Anda bisa menggunakan metode entry tunggal. Segala bentuk transaksi, baik itu pengeluaran maupun pemasukan dengan metode ini akan menggunakan satu entri.

Adapun cara membuat pembukuan usaha secara manual adalah sebagai berikut.

1. Siapakan Media untuk Mencatat Pembukuan

Cara membuat laporan keuangan bulanan yang pertama yaitu menyiapkan media untuk mencatat laporan. Anda bisa membuat pembukuan keuangan sederhana tulis tangan di buku tulis dan mencatatnya secara manual.

Selain dengan buku catatan, Anda juga bisa menggunakan bantuan Microsoft Excel atau Google Spreadsheet. Buat sheet yang berbeda untuk setiap jenis laporan keuangan yang Anda buat.

Anda juga bisa menggunakan platform pembukuan keuangan usaha seperti Jurnal, Ginee, Majoo, dan masih banyak lagi.

2. Buat Catatan untuk Pemasukan dan Pengeluaran

Catat semua pemasukan yang diperoleh bisnis Anda dalam satu periode. Melalui catatan ini, Anda bisa tahu jumlah uang yang masuk atau omset bisnis Anda. Untuk contoh catatan pemasukan, Anda bisa lihat di bawah ini.

Selain mencatat pemasukan, Anda juga perlu mencatat pengeluaran. Kumpulkan semua bukti transaksi berupa faktur, kuitansi, nota, atau yang lainnya. Pastikan tidak ada bukti transaksi yang hilang.

Selanjutnya, tulis semua pengeluaran yang bisnis Anda, mulai dari biaya operasional, biaya produksi, dan juga gaji karyawan. Anda bisa membuat catatan pengeluaran seperti contoh berikut.

3. Menyusun Buku Kas Utama

Setelah mencatat pemasukan dan juga pengeluaran, cara membuat pembukuan keuangan yang selanjutnya yaitu susun buku kas utama. Dalam menyusun buku kas utama, Anda akan menggabungkan transaksi pengeluaran dan pemasukan.

Dengan menyusun buku kas utama, Anda bisa mengetahui besarnya keuntungan atau bahkan kerugian bisnis Anda. Selain itu, Anda juga bisa menyusun anggaran bisnis dengan melihat pemasukan dan juga pengeluaran usaha.

Agar tidak terjadi kesalahan, dalam menyusun kas utama sebaiknya lakukan secara teliti. Lakukan juga secara konsisten dan tidak berhenti dalam waktu tertentu.

4. Membuat Catatan Stok Barang

Tak hanya membuat catatan uang masuk dan keluar, selanjutnya catat juga stok barang yang tersedia. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui dan juga mengawasi persediaan stok usaha Anda.

Ini akan menjadi sumber informasi jika Anda ingin membuka cabang dan mengembangkan usaha Anda.

Pencatatan stok barang juga bisa meminimalisir terjadinya kecurangan. Selain itu juga berperan sebagai manajemen gudang (jika ada) agar penggunaannya bisa lebih optimal.

5. Buat Catatan Inventaris Barang

Sebagai bagian dari cara membuat pembukuan keuangan usaha kecil, Anda juga perlu mencatat aset setiap usaha di buku inventaris barang. Sebagai aset usaha, tentu Anda perlu menjaga dan mengelolanya dengan baik.

Dengan memiliki buku inventaris barang, Anda akan lebih mudah untuk mengawasi, mengecek, atau melakukan mutasi aset. Ini juga bisa menjadi bukti tertulis saat terjadi kehilangan barang.

6. Susun Laporan Laba Rugi

Selanjutnya, susun laporan laba rugi. Laporan laba rugi berisi catatan beban usaha dan juga pemasukan bisnis Anda.

Dari catatan laba rugi ini Anda bisa mengetahui kondisi bisnis saat ini. Anda juga bisa tahu apakah bisnis Anda memperoleh keuntungan atau justru kerugian.

Selain itu, Anda juga bisa menjadikan laporan laba rugi sebagai bahan evaluasi dari strategi bisnis yang Anda terapkan sebelumnya. Dari sini, anda bisa menyusun strategi baru atau menyempurnakan strategi sebelumnya.

Laporan laba rugi akan menjadi puncak pembukuan setelah tutup buku di akhir periode dan menunjukkan performa usaha dalam satu tahun. Ini juga akan membantu Anda untuk menghitung kewajiban pajak yang harus Anda bayar.

Itulah tadi bagaimana cara membuat pembukuan keuangan usaha kecil. Secara lebih ringkas, langkah-langkahnya, yaitu:

  1. Menyiapkan media untuk mencatat laporan
  2. Mencatat pemasukan dan pengeluaran usaha
  3. Menyusun buku kas utama
  4. Membuat catatan stok barang
  5. Membuat catatan inventaris barang
  6. Menyusun laporan laba rugi

Meski skala usaha Anda masih kecil, Anda tetap wajib membuat pembukuan keuangan. Laporan ini berperan penting untuk melihat performa usaha Anda, sehingga bisa mengambil keputusan dan membuat rencana usaha selanjutnya.

Sekarang sudah paham ya bagaimana cara membuat pembukuan keuangan usaha kecil. Untuk memudahkan, Anda bisa menggunakan platform pembukuan keuangan atau memanfaatkan Google Spreadsheet dan Microsoft Excel.

Jangan lewatkan beragam artikel tips berbisnis lainnya yang disajikan oleh mufdana dari Mandiri Utama Finance (MUF).

Tips Persiapan Finansial untuk Masa Depan Lebih Baik

Di sini, akan dibahas apa saja tips persiapan finansial yang bisa Anda lakukan untuk kehidupan yang lebih baik tanpa krisis.

Kita memang tidak pernah tahu bagaimana pastinya masa depan nanti. Namun, baik buruknya masa depan bisa Anda hadapi dengan baik karena sudah mempersiapkannya dari sekarang, termasuk dalam hal finansial.

Ada beberapa tips persiapan finansial yang bisa Anda mulai dari sekarang untuk persiapan masa depan yang minim risiko keuangan. Apa saja? Langsung saja simak ulasan berikut.

Persiapan Finansial dengan Memahami dan Mengelola Produk Keuangan

Perencanaan Keuangan

Ada banyak produk keuangan yang terdapat di dalam dunia finansial. Sebaiknya, Anda memiliki beberapa dan mengelolanya dengan baik sebagai salah satu bentuk persiapan finansial yang matang.

Sementara itu, terdapat 5 tahapan financing dari yang paling penting. Sesuai urutannya, maka meliputi:

  • Dana darurat
  • Asuransi
  • Investasi
  • Dana pensiun
  • Distribusi kekayaan atau warisan

Nah, dalam ulasan tips persiapan finansial ini, akan dibahas 4 dari 5 poin tersebut, kecuali warisan.

1. Memahami Pentingnya Dana Darurat

Tips persiapan finansial pertama berkaitan dengan dana darurat. Meskipun terkesan sepele, dana darurat merupakan salah satu komponen yang akan sangat berpengaruh pada finansial Anda saat ini.

Dana darurat ini akan Anda butuhkan ketika masa krisis datang. Misalnya saat pandemi menyerbu atau ada situasi yang membuat Anda tidak bisa menghasilkan uang.

Seberapa besar Anda memerlukan dana darurat? Jawabannya yaitu tergantung berapa pengeluaran Anda per bulan untuk kebutuhan pokok.

Kebutuhan pokok hanyalah kebutuhan mendesak yang sangat penting. Misalnya seperti makan, biaya sewa, tagihan, dan berbagai biaya penting. Ini di luar biaya foya-foya.

Misalkan dalam satu bulan Anda memerlukan biaya hidup Rp3 juta. Maka sebaiknya Anda mengumpulkan uang senilai Rp3 juta dan dikalikan 6 bulan. Totalnya berarti Rp18 juta.

Kalau sudah menikah? Tinggal kalikan saja biaya hidup sekeluarga dalam satu bulan, dengan 9 atau 12 bulan.

2. Asuransi, Satpam Masa Depan yang Penting

Anda pasti pernah melihat profesi satpam komplek. Beliau bekerja untuk keamanan dan mendapatkan gaji tiap bulan. Dalam sebuah komplek, tidak setiap bulan ada tindakan kejahatan, namun satpam tetap mendapat gaji tiap bulan selama ia bekerja, bukan?

Begitu pula dengan asuransi sebagai tips persiapan finansial berikutnya. Layaknya menggaji satpam, Anda harus mengumpulkan sejumlah uang tiap bulan sebagai proteksi Anda di masa depan. Meskipun satu bulan tersebut tidak terjadi hal apa pun.

Apakah rugi? Tentu tidak.

Dengan dana asuransi penjamin kesehatan seperti BPJS, semisal Anda sakit dan perlu dana puluhan sampai ratusan juta. Anda tak perlu mengeluarkan keuangan pribadi, karena pembiayaannya sudah ter-cover oleh asuransi.

Apakah hanya ada asuransi kesehatan saja? Tentu tidak. Ada banyak hal yang bisa tercover oleh asuransi, seperti:

  • Asuransi Jiwa,
  • Asuransi Kendaraan,
  • Ketenagakerjaan,
  • Asuransi Kesehatan,
  • Asuransi Kewirausahaan dan masih banyak lagi.

Prinsip dari semua jenis asuransi itu sama. Sama-sama memproteksi keuangan yang selama ini Anda kumpulkan dengan kerja keras.

Hanya dengan klaim asuransi, semua biaya untuk kondisi darurat akan ter-cover atau tidak perlu lagi merogoh kantong dalam-dalam.

3. Lanjut ke Investasi sebagai Persiapan Finansial 

Jika dana darurat sudah 100% terkumpul, atau setidaknya setengahnya dan asuransi juga sudah oke, maka tips persiapan finansial berikutnya adalah investasi. Akan tetapi, tentukan tujuan atau goals dari investasi sebelum memulainya, ya.

Ubah mindset dari yang goals masih terlalu abstrak, menjadi goals lebih terfokus. Seperti ingin mengumpulkan uang untuk dana pendidikan, persiapan beli rumah, atau yang lainnya. Tentukan juga nominal dan jangka waktunya.

Anda bisa mulai belajar investasi dan memasukkan uang ke berbagai produk investasi, seperti misalnya:

  • Reksadana, 
  • Emas, 
  • Invest USD,
  • Deposito,
  • Properti,
  • Saham, dan lain–lain.

Beda tujuan akan beda pula produk investasi yang sebaiknya Anda pilih. Namun, pastikan produk yang Anda pilih sudah terawasi oleh OJK.

4. Dana Hari Tua/Pensiun/Passive income

Tidak selamanya Anda akan bekerja, bukan? Tips selanjutnya dalam persiapan finansial atau perencanaan keuangan ini, Anda tidak perlu susah-susah mencari uang lagi. Anda hanya perlu mengelola keuangan yang ada tanpa ada rasa khawatir pada kebutuhan yang tidak tercukupi.

Coba pikirkan usia berapa Anda akan pensiun dan tentukan besaran pengeluaran per bulan di hari tua nantinya. Usahakan kebutuhan pokok ter-cover di dalamnya. Lalu, kalikan dengan 20 atau 30 tahun (kira-kira sampai tutup usia).

Misal kira-kira per bulannya perlu Rp5 juta. Kalikan setahun, dan kalikan lagi dengan 20 atau 30 tahun. Tidak sampai di situ, hitung pula kemungkinan besaran uang setelah terkena inflasi.

Sudah dapat? Langsung aja kumpulkan dari sekarang.

Kesimpulan

Ikuti tahapan ini dari yang paling urgent terlebih dahulu, baru bisa mulai ke tahapan berikutnya. Mulai dari dana darurat, asuransi, sampai dana pensiun.

Bagaimana? Apakah tips persiapan finansial ini membantu Anda?

Jangan lewatkan beragam artikel lain mengenai tips keuangan yang disajikan oleh mufdana dari Mandiri Utama Finance (MUF).

Cara Mengatur Keuangan untuk Pendidikan Anak, Sudah Coba?

Setiap orang tua pasti ingin menyekolahkan anaknya di sekolah yang bagus. Namun permasalahannya, sering kali terkendala biaya. Untuk bisa memilih sekolah yang bagus, Anda perlu tahu bagaimana cara mengatur keuangan untuk pendidikan anak.

Mengumpulkan dana pendidikan anak akan menjadi persiapan yang panjang. Tak jarang para orang tua pada akhirnya ingin menyerah setelah melihat besarnya dana yang harus mereka kumpulkan. Belum lagi kebutuhan pokok, cicilan rumah, dana darurat, dan keinginan untuk beli asuransi yang terus menghantui.

Akan tetapi, ini bukan berarti Anda tidak bisa melakukannya. Ibarat pepatah, “Banyak jalan menuju Roma”. Banyak cara yang bisa Anda tempuh. Anda bisa memilih salah satu cara menabung untuk anak sekolah di artikel ini.

Cara Mengatur Keuangan untuk Dana Pendidikan Anak

Sebelum mengetahui bagaimana cara untuk mengumpulkan dana pendidikan anak, sebaiknya Anda ketahui dahulu beberapa fakta terkait dana pendidikan.

  • Dana pendidikan adalah salah satu pos keuangan yang pasti akan Anda keluarkan dan tidak bisa Anda tunda;
  • Dana pendidikan juga mengalami inflasi, sehingga besarnya juga akan terus mengalami kenaikan;
  • Ada peluang untuk memperoleh beasiswa yang menyebabkan seseorang tidak perlu mengeluarkan biaya meski sekolah di tempat yang bagus.

Selanjutnya, langsung saja mari kita bahas bagaimana cara menabung untuk pendidikan anak.

1. Lakukan Riset

Cara mengatur keuangan untuk pendidikan anak diawali dengan riset. Lakukan riset ke beberapa sekolah yang Anda impikan. Cari tahu juga besarnya biaya sekolah di sana. Mulai dari biaya pendaftaran, uang pangkal, SPP, dan biaya lainnya.

Perlu Anda pahami, sekolah yang bagus tidak selalu mahal. Bagus di sini parameternya sesuai dengan value dari keluarga. Untuk itu, saat memilih sekolah, selain mencari tahu biayanya, juga cari tahu kurikulum dan lingkungannya.

2. Hitung Perkiraan Biaya yang Harus Anda Siapkan

Setelah tahu mana sekolah yang hendak Anda tuju, cara selanjutnya untuk mengatur keuangan untuk pendidikan anak adalah dengan menghitung besarnya biaya yang harus Anda siapkan. Siapkan untuk uang pangkal terlebih dahulu.

Nantinya, uang bulanan bisa Anda ambil dari cash flow bulanan. Yang terpenting, Anda bisa memastikan bahwa besarnya uang bulanan tidak akan mengganggu cash flow bulanan. Jika Anda tidak yakin, Anda bisa mulai menabung uang bulanan juga.

Namun, jika nominal dana yang harus Anda tabung ternyata sangat besar dan kondisi keuangan tidak mendukung, pertimbangkan untuk mencari sekolah lain.

3. Perhatikan Inflasi

Dana pendidikan juga mengalami inflasi dan terus mengalami kenaikan di setiap tahunnya. Dengan demikian, Anda juga perlu memperhatikan hal ini dan menyiapkan dana lebih.

Untuk melakukan perhitungan, berikut beberapa hal yang harus Anda siapkan dan perhatikan:

  1. Present value (nilai biaya saat ini),
  2. Future value (nilai biaya masa depan),
  3. Periode yang dibutuhkan,
  4. Interest rest atau inflasi,
  5. Periodic payment atau kontribusi tiap bulan.

Umumnya, biaya uang pangkal rata-rata akan mengalami kenaikan 10-15 persen setiap tahunnya. Sementara itu, biaya SPP akan mengalami kenaikan yang serupa dengan inflasi.

4. Lihat Kondisi Keuangan dan Aset yang Dimiliki

Setelah mengetahui besarnya dana yang harus Anda kumpulkan, lihat kondisi keuangan Anda terlebih dahulu. Lihat juga aset apa saja yang Anda miliki. Ini akan membantu Anda dalam membuat perencanaan keuangan.

Jika selama ini gaji Anda hanya cukup untuk kebutuhan dan sedikit untuk investasi, pertimbangkan untuk menambah penghasilan melalui pekerjaan sampingan. Anda bisa kerja paruh waktu, menjadi dropship atau reseller dan bisa juga kerja sebagai freelancer.

Dengan begitu, Anda bisa mengalokasikan dana investasi untuk masa depan anak dengan porsi lebih banyak.

5. Tentukan Media untuk Menabung

Anda beberapa opsi yang bisa Anda pilih sebagai media untuk mengumpulkan dana pendidikan anak. Bisa dengan: 

  • Tabungan biasa, 
  • Tabungan pendidikan,
  • Asuransi pendidikan dan 
  • Investasi di reksadana atau deposito atas nama anak.

Di tabungan pendidikan, uang yang wajib Anda tabung nilainya lebih pasti. Karena dihitung dari nominal dana yang Anda butuhkan dan jangka waktunya. Ini akan membantu Anda untuk lebih konsisten.

Berbeda dengan tabungan biasa yang mana besarnya nominal yang harus Anda tabung besarnya Anda tentukan sendiri.

Jika memilih asuransi pendidikan anak, pastikan Anda membaca polis dengan teliti agar tidak tertipu. Jika ada pertanyaan atau hal yang masih Anda bingungkan, jangan segan untuk bertanya.

6. Sesuaikan Pengeluaran Anda

Dana pendidikan pasti akan menambah cash flow bulanan Anda. Untuk itu, review kembali pengeluaran Anda. Jika ada yang bisa dipangkas, pangkas atau kurangi nominalnya.

Sebisa mungkin tahan dulu keinginan Anda untuk belanja barang-barang yang kurang perlu. Akan lebih baik jika dana tersebut dialihkan untuk menambah dana pendidikan. 

Salah satu prinsip penting dalam menerapkan cara mengatur keuangan untuk pendidikan anak adalah, semakin banyak uang yang Anda tabung, semakin cepat dana pendidikan terkumpul.

Penutup

Meski dana pendidikan anak bisa Anda kumpulkan dari jauh-jauh hari, namun jika dirasa tidak memungkinkan, sebaiknya jangan paksakan.

Bagaimana pun juga, memilih sekolah anak tetap harus sesuai kemampuan. Solusi alternatif jika pada saatnya nanti dana pendidikan anak belum terkumpul adalah dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman dana pendidikan.

Pinjaman dana pendidikan adalah bagian dari pinjaman multiguna yang ditujukan untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan mendesak, seperti biaya pendidikan. Pinjaman jenis ini menggunakan agunan atau jaminan sebagai solusi untuk mendapatkan dana cepat.

Salah satu pemberi pinjaman multiguna dengan jaminan BPKB mobil atau motor adalah mufdana. Sementara mufdana sendiri merupakan salah satu produk pembiayaan yang dihadirkan oleh Mandiri Utama Finance (MUF).

Jika ingin mengumpulkan dana pendidikan anak mulai dari sekarang, Anda bisa mencoba cara mengatur keuangan untuk pendidikan anak di atas. Semoga uang Anda cukup dan Anda bisa memilih sekolah anak yang sesuai dengan value keluarga.

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Boros

Saat masih single, Anda merasa malas dan kurang konsisten untuk belajar kelola uang? Coba bulatkan kembali tekad Anda! Sebab, saat sudah menikah nanti Anda perlu tahu bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros.

Nah, di artikel ini akan dibahas bagaimana cara mengelola keuangan dalam rumah tangga agar tidak boros.

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Setiap keluarga pasti memiliki kondisi keuangan yang berbeda. Ada yang lebih cepat mencapai level keuangan yang lebih stabil. Ada juga yang harus berjuang hingga bertahun-tahun.

Namun, apa pun kondisinya, semua butuh perjuangan dan konsistensi. Tidak ada hal yang instan dalam pengelolaan keuangan.

Untuk mengatur keuangan keluarga, Anda dapat menerapkan beberapa tips berikut agar tidak boros.

1. Hitung Semua Pemasukan

Cara pertama dalam mengatur keuangan rumah tangga adalah dengan menghitung semua pemasukan keluarga Anda selama satu bulan. Mulai dari gaji istri, gaji suami, dan penghasilan lain dari bisnis, kerja paruh waktu, atau freelancer. Tambahkan bonus, intensif, atau upah lembur jika ada.

Hal ini penting untuk mengetahui jumlah uang yang kalian miliki. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah dalam merencanakan pengeluaran dan mengatur keuangan keluarga.

2. Buat Catatan Keuangan

Untuk mengetahui besarnya pengeluaran rumah tangga setiap bulan, catat secara detail setiap pengeluaran. Cara mengatur keuangan rumah tangga ini bisa dilakukan dengan menggunakan buku kecil atau Microsoft Excel. Selain itu Anda juga bisa memanfaatkan aplikasi pencatat keuangan, seperti Pina, Money Lover, Andromoney, dan lain-lain.

Kategorikan pengeluaran-pengeluaran tersebut ke dalam pos-pos yang Anda buat. Anda bisa membuat pos untuk belanja bulanan, belanja mingguan, bayar tagihan, biaya sekolah anak dan lain-lain.

Jika malas mencatat secara detail, Anda bisa mencoba alternatif lain dengan mencatat pengeluaran rutin bulanan. Pengeluaran ini biasanya berupa listrik, air, Wifi, asuransi dan lain-lain. Catat juga pengeluaran mingguan Anda dalam sebulan kemudian dikalikan empat.

3. Buat Anggaran Bulanan

Pada dasarnya, tidak ada rumus mengatur keuangan rumah tangga yang paten Sebab, setiap orang pasti memiliki pengeluaran yang berbeda-beda. 

Oleh karena itu, buat anggaran dari catatan keuangan yang Anda buat. Selanjutnya, Masukkan uang ke dalam pos tersebut dengan nominal yang sudah Anda tetapkan. 

Untuk kebutuhan rumah seperti keperluan dapur, jajan, transportasi, sebaiknya buat dalam mingguan. Ini akan membantu Anda menghemat dan mengontrol pengeluaran, sehingga uang Anda tidak cepat habis sebelum sampai akhir bulan.

4. Jeli Terhadap Promo, Tapi Tidak Kalap

Manfaatkan setiap promo yang ada menjadi cara mengatur keuangan rumah tangga dengan penghasilan minim. 

Membeli barang saat diskon atau promo bisa lebih menghemat budget. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan sisa uang tersebut untuk keperluan yang lain.

Namun, jangan sampai Anda justru tergiur promo untuk hal-hal yang tidak Anda butuhkan. Sebisa mungkin hindari hal itu. 

Memang benar harganya akan lebih murah, tetapi jika Anda tidak membelinya, Anda justru tidak akan kehilangan uang sepeser pun.

5. Mampu Mengendalikan Diri

Jika Anda seringkali impulsif dan tiba-tiba beli barang yang tidak diperlukan, hati-hati! Ini bisa bahaya untuk keuangan keluarga Anda dan menggagalkan penerapan cara mengatur keuangan rumah tangga yang baik.

Coba pikir kembali sebelum Anda membeli sesuatu. Pahami apakah Anda benar-benar membutuhkan barang itu atau hanya sekedar nafsu belaka. 

Tanya pada diri Anda 2-3 kali bagaimana jika Anda tidak membeli barang itu sekarang juga. Jika setelah dipikirkan ternyata tidak ada aktivitas yang terganggu, coba tunda terlebih dahulu.

Anda juga bisa menyesuaikan keinginan Anda dengan melihat kondisi keuangan Anda. Sebaiknya jangan berutang atau menggunakan kartu kredit untuk hal-hal yang bersifat konsumtif.

6. Tidak Menyepelekan Uang Kecil

Jangan pernah menganggap remeh pengeluaran-pengeluaran kecil. Meskipun terlihat kecil secara nominal, jika ini Anda lakukan setiap hari, maka akan berdampak pada pengeluaran Anda.

Terkadang pengeluaran-pengeluaran kecil inilah yang justru membuat keuangan Anda bocor. Jika, setiap hari Anda menghabiskan Rp25 ribu untuk hal di luar keinginan, dalam satu bulan sudah memakan budget Rp750 ribu. 

Nominalnya jadi besar bukan?

Selain itu, jangan juga menganggap remeh return investasi yang kecil. Meskipun kecil, jika ini terus digulung dalam waktu yang lama, maka akan menghasilkan return yang besar juga.

7. Usahakan untuk Masak Sendiri dan Bawa Bekal

Kurangi makan di luar juga bisa menjadi cara mengatur keuangan agar tidak boros. Saat makan di luar, pasti ada saja keinginan untuk membeli jenis makanan tertentu yang justru ini menyebabkan budget membengkak. 

Maka dari itu, sebaiknya Anda masak sendiri dan membawa bekal sendiri saat bekerja. Selain menghemat pengeluaran, masak sendiri juga lebih sehat, bersih, dan bergizi.

Cara Lain Mengelola Keuangan Rumah Tangga

Itulah tadi 7 cara manajemen keuangan rumah tangga yang paling mudah dan efektif. Selain ketujuh cara di atas, masih ada beberapa cara lain yang bisa Anda lakukan, seperti misalnya:

  1. Buat daftar belanja sebelum pergi berbelanja,
  2. Tentukan skala prioritas keuangan rumah tangga,
  3. Meminimalisir gaya hidup,
  4. Kurangi utang konsumtif dan penggunaan kartu kredit,
  5. Miliki jaminan kesehatan sebagai proteksi,
  6. Lakukan evaluasi secara berkala.

Sudahkah Anda mencoba beberapa cara mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros? Selalu ingat bahwa pengelolaan keuangan tidak bisa instan. Jika Anda sudah mencoba dan belum terlihat hasilnya, tetap lakukan dan jangan menyerah.

Jangan lewatkan beragam artikel lain mengenai tips keuangan yang disajikan oleh mufdana dari Mandiri Utama Finance (MUF).

Cara Mengatur Keuangan Metode 50 30 20, Cashflow Stabil

Pernahkah Anda merasa kaya raya sesaat setelah gajian, tapi hanya bertahan selama beberapa hari saja karena uangnya lenyap seketika? Agar tidak terjadi lagi, Anda bisa coba mengatur keuangan metode 50 30 20. 

Sebenarnya ada banyak metode mengatur keuangan yang bisa Anda lakukan. Namun, kita akan membahas salah satu metode yang cukup umum dan pasti efektif, yaitu dengan principle 50 30 20.

Metode ini membagi pendapatan menjadi tiga bagian, yaitu:

  • 50% untuk kebutuhan,
  • 30% untuk simpanan,
  • 20% untuk membeli keinginan.

Prinsip cara mengatur keuangan generasi milenial dengan metode ini punya istilah keren. Anda bisa menyebutnya dengan istilah The Balance Money Formula.

Bagaimana Cara Mengatur Keuangan Metode 50 30 20?

Sebenarnya, cara mengatur keuangan pribadi dengan gaji kecil sampai kelas atas ni cukup efektif. Apalagi untuk orang-orang yang ingin menabung, tetapi tetap bisa menikmati berbagai kemewahan dalam hidup.

Bagaimana maksudnya mengatur keuangan metode 50 30 20?

Jadi, prinsip ini akan membuat Anda membagi gaji di awal bulan kedalam 3 persentase berbeda. Coba lihat analogi berikut.

Dalam analogi tersebut, terlihat bahwa Anda akan memasukkan seluruh aset gaji ketiga kotak yang berbeda. Kotak pertama sebesar 50%, kotak kedua 30%, dan kotak ketiga 20%.

Kotak dengan 50% Gaji

Jadi, dari mengatur keuangan metode 50 30 20, Untuk 50% dari total gaji, Anda bisa memanfaatkannya untuk berbagai kebutuhan dasar.

Intinya, Anda bisa menikmati setengah dari gaji untuk berbagai kebutuhan Anda. Pertanyaannya, bagaimana cara menggunakan 50% gaji ini dengan efektif?

Anda bisa membuat daftar seberapa besar kebutuhan “penting” selama satu bulan. Kebutuhan dasar ini meliputi:

  • Biaya makan,
  • Biaya sewa kosan,
  • Transportasi,
  • Internet dan beberapa kebutuhan lainnya.

List itu sudah urut dari yang paling urgent, ya!

Bingung mana saja yang termasuk kebutuhan? Gampang!

Coba pikirkan sesuatu. Jika tanpa itu kita tidak bisa hidup, itulah kebutuhan. Meski terkesan hiperbola, tapi analogi paling mudahnya seperti itu.

Kebutuhan pokok sebaiknya Anda penuhi terlebih dahulu, sebelum memenuhi semua keinginan Anda.

Masih ingat dengan mata pelajaran skala prioritas yang Anda pelajari di sekolah? Nah, gunakan sesuai skala prioritas.

Kotak dengan 30% Gaji

Nah untuk porsi 30% dari gaji ini, Anda bisa menggunakannya untuk menabung, investasi, atau apa pun itu. Yang penting save money.

Ingat, ya. Pembagian gaji 50 30 20 harus Anda lakukan begitu menerima gaji agar uangnya tidak lari kemana-mana.

Menabung dengan versi ini sebenarnya juga sudah sangat cukup, kok. Anda bisa menyimpannya di rekening yang tidak bisa Anda ambil dengan mudah.

Ingin uang yang tersimpan ini bekerja untuk anda? Investasi saja!

Investasi merupakan salah satu cara mengelola uang agar berkembang meski merupakan penyisihan dari semua pemasukan. Jadi, uang akan tetap bekerja untuk menghasilkan bunga.

Ada banyak cabang investasi. Mulai dari saham, reksadana, sampai P2P Lending. Anda bisa menemukan berbagai informasi mengenai investasi yang cocok sesuai gaji di internet, salah satunya melalui artikel tips investasi.

Kotak dengan 20% Gaji

Nah tadi kalau 50% gaji untuk kebutuhan pokok dan 30%nya sudah untuk menabung atau investasi, 20% gajinya buat apa, dong?

Untuk Anda yang suka refreshing, Anda bisa memanfaatkan 20% gaji itu untuk:

  • Ngemall,
  • Makan enak,
  • Traveling,
  • Nonton, dan masih banyak lagi.

Metode 50 30 20 memang paling oke. Sebesar 20% dari total gaji bisa Anda manfaatkan untuk hal itu.

Untuk apa? Ya untuk refreshing, dong. Sederhananya, ini untuk sesuatu yang kita inginkan. Hal yang diinginkan terkadang sesuatu yang tidak perlu, tapi ingin kita beli.

Inilah alasannya mengapa metode kuangan ini efektif untuk orang-orang yang ingin menabung, tetapi tetap bisa menikmati berbagai kemewahan dalam hidup.

Manfaatkan persentase kecil ini untuk menyegarkan pikiran setelah seharian bekerja. Tapi, ingat! Pastikan proporsinya bisa sesuai untuk satu bulan, ya.

Mengapa Anda Harus Yakin Kalau Prinsip Ini Akan Berguna?

Jika mengacu pada pencetus prinsip 50 30 20, Warren & Tyagi, mereka menyebut jika Anda sebaiknya menghindari spent kebutuhan dasar lebih dari 50% gaji agar bisa hidup enak.

Mengapa harus 50%?

Sebenarnya, cara mengatur keuangan agar tidak boros ini ditetapkan sesuai kondisi di Amerika Serikat pencetusnya kala itu. Di sana, orang-orang terbiasa menggunakan lebih dari 50% gaji hanya untuk kebutuhan pokok. Bahkan, bisa melebihi pemasukan mereka.

Padahal, pengeluaran orang AS kala itu tidak sebatas untuk kebutuhan pokok saja, tetapi masih ada cicilan lain seperti student loan.

Intinya,

Prinsip ini akan berhasil karena Anda sudah membagi keuangan ke tiga kantong berbeda di awal, sehingga pengeluaran jadi lebih rapih.”

Tentu saja, membagi di sini bukan sekadar membagi nominal di atas kertas saja, ya. Tapi benar-benar membaginya ke tiga tempat berbeda. Misalnya dengan rekening, amplop, atau e-wallet berbeda untuk ketiganya.

Pastikan uang Anda benar-benar terbagi sesuai persentasenya. Jangan sampai uang di tempat pertama terpakai untuk tempat kedua.

Jangan lewatkan beragam artikel lain mengenai tips keuangan yang disajikan oleh mufdana dari Mandiri Utama Finance (MUF).

Tips Menabung yang Benar, Keuangan Dijamin Lancar

Sudah menabung dalam waktu lama, tapi kok uangnya enggak juga terkumpul banyak. Sebelum judge yang tidak-tidak, coba deh simak beberapa tips menabung yang benar berikut ini. 

Ada beberapa alasan yang mungkin membuat uang yang Anda tabung tidak terkumpul. Bisa karena kurang jelasnya tujuan, batasan waktu, dan nominal, atau tidak menggunakan perhitungan yang tepat. Bisa juga karena kurang konsisten.

Agar ini tidak terjadi, langsung saja simak tips cara menabung yang benar berikut ini.

Tips Menabung yang Benar

Tentu saja tidak semua orang akan cocok dengan beberapa tipsnya. Namun, beberapa tips jitu ini akan membuat keberhasilan menabung jadi lebih besar. 

Simak sampai selesai, ya!

1. Penuhi Dana Darurat Terlebih Dahulu

Apa yang harus Anda lakukan untuk menabung yang benar? Tips menabung yang efektif pertama yaitu coba penuhi dana darurat terlebih dahulu. 

Ini akan sangat berguna ketika Anda mengalami masa krisis keuangan. Misalnya setelah resign atau PHK. 

Hitung kebutuhan Anda selama sebulan, lalu kumpulkan sebanyak 6 kali. Dengan begitu, dana darurat bisa memenuhi kebutuhan Anda setidaknya selama 6 bulan. 

2. Miliki Jaminan Kesehatan

Bagaimana dengan jaminan kesehatan?

Banyak orang menganggap investasi dalam menjaga kesehatan itu tidak penting. Coba lihat realita dan kemungkinan di masa depan. Masa depan bukan hanya berisi hal baik saja, melainkan juga hal terburuk juga. Misalnya seperti jatuh sakit atau kecelakaan.

Siapa sih yang mau, sudah capek-capek mengumpulkan tabungan, tapi justru habis hanya untuk sekali berobat? 

Oleh sebab itu, Anda sebaiknya memiliki jaminan kesehatan terlebih dahulu sebelum mengumpulkan niat untuk menabung. Contohnya, seperti BPJS.

3. Tentukan Apa Tujuan Menabung

Apa sih kira-kira tujuan menabung? Untuk bisa kaya atau untuk mempersiapkan kebutuhan di masa yang akan datang?

Coba buat tujuan menabung. Namun, pada tips menabung yang baik dan benar ini, coba buat tujuan yang lebih terfokus lagi. Misal, ingin mengumpulkan Rp10 juta dalam satu tahun untuk membeli laptop.

Dengan tujuan yang sudah terfokus dan mengerucut, jelas saja motivasi menabung pun akan semakin besar.

Dalam menentukan tujuan, sebaiknya Anda juga menyusun skala prioritas. Tentukan kebutuhan atau keinginan mana yang paling besar dan Anda butuhkan.

4. Tentukan Target Nominal dan Waktu Menabung

Untuk keberhasilan menabung, lebih baik jika Anda sudah merencanakannya sejak awal. Bukan merencanakan untuk sekedar “menabung” saja, tapi juga target nominal dan jangka waktunya.

Buat kebijakan untuk diri sendiri, berapa banyak uang yang hendak Anda kumpulkan. Setelah mendapatkan angka yang sesuai, pikirkan juga kira-kira Anda butuh waktu berapa lama.

Baru setelah itu Anda bisa menyelesaikan dan menyesuaikan dengan kemampuan menabung Anda setiap harinya.

5. Menabung Itu Menyisihkan, Bukan Menyisakan

Sejauh ini, masih banyak orang yang berpegang pada ungkapan “Menabung itu adalah mengumpulkan sisa uang”. Realitanya, cara ini kurang efektif dan justru habis duluan untuk belanja kebutuhan dan keinginan.

Nah, pada tips menabung dengan benar, coba ubah pandangan tentang menabung itu menjadi “Menabung itu menyisihkan uang di awal sebelum memenuhi kebutuhan”. 

Tentukan seberapa besar porsi uang yang perlu Anda tabung. Umumnya, nominal tabungan yang paling aman adalah 10% dari total penghasilan. 

Jadi, kamu bisa menabung Rp100 ribu di awal jika memiliki penghasilan Rp1 juta. Barulah sisanya bisa Anda manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan. Jika porsi tabungannya terlalu kecil, Anda bisa menambah jumlah persentasenya. 

6. Prioritaskan Kebutuhan

Lagi-lagi, kita berbicara tentang skala prioritas. Sadar atau tidak, skala prioritas bisa jadi salah satu faktor penentu keberhasilan dalam menabung. Sederhananya, ini bisa berarti hemat.

Dalam menerapkan cara menabung yang benar untuk masa depan ini, coret beberapa dari list keinginan yang sifatnya kurang terlalu urgent. Tentu saja setelah menentukan apa saja yang menjadi kebutuhan dan keinginan.

Dengan demikian, semua kebutuhan terpenuhi dan Anda masih tetap bisa bertahan meskipun beberapa daftar keinginan tidak terwujud. Demi bisa menabung, bukan?

Anda juga bisa memulainya dari langkah kecil, seperti hemat listrik dan air. Tidak terlalu sering berlangganan, dan beberapa langkah lainnya 

7. Cari Penghasilan Tambahan

Merasa kesulitan untuk berhemat terlalu ekstrem? Coba tambah pemasukan. Salah satu cara yang cukup efektif yang bisa Anda ambil adalah dengan punya penghasilan lain, selain dari penghasilan utama. 

Ada banyak cara untuk menambah penghasilan. Mulai dari jual barang bekas, jadi pekerja part time, freelancer, atau jadi reseller/dropshipper. Simak juga Tips Cara Mencari Pekerjaan Sampingan Untuk Pegawai Kantor.

Pada dasarnya, menabung adalah salah satu hal mudah, tapi memerlukan kebiasaan yang baik karena praktiknya memang sangat sulit. Untuk memulainya, Anda harus mempersiapkan berbagai hal, termasuk salah satunya strategi dan niat menabung yang menggebu.

Akan tetapi, dengan beberapa tips menabung yang benar di atas, pasti Anda akan berhasil dan bisa menabung dengan mudah.

Jangan lewatkan beragam artikel lain mengenai tips keuangan yang disajikan oleh mufdana dari Mandiri Utama Finance (MUF).

Tips Menabung Harian: Bangun Kebiasaan Menabung Sejak Dini

Mengetahui tips menabung harian adalah salah satu hal penting. Apalagi jika Anda ingin memulai habit menabung.

Umumnya, orang-orang masih menganggap jika menabung berarti mengumpulkan “sisa” keuangan. Jika begitu caranya, sangat wajar jika usaha Anda selalu gagal. 

Lantas, sebaiknya bagaimana?

Tips Berhasil Menabung Harian Secara Efektif

Berikut adalah beberapa tips agar bisa menabung setiap hari. Siapa tahu dapat membantu Anda dalam membangun habit menabung harian.

1. Mengubah Mindset

Anda masih berstatus pelajar? Anda bisa mengaplikasikan tips menabung harian untuk pelajar yang satu ini.

Mindset yang benar dalam menabung juga akan berpengaruh pada konsistensi Anda dalam menabung. Dengan mindset yang kurang tepat, sudah pasti Anda akan kesulitan menabung, meskipun hanya Rp5 ribu per hari.

Ubah mindset dari “menyisihkan uang” menjadi “potongan awal”. Misal, Anda punya uang Rp100 ribu dan akan menabung nanti setelah semua kebutuhan tercukupi. Itu akan susah.

Coba jika Anda memotong di awal, sebagai contoh  10% dari total uang harian Anda. Jadi, Anda sudah menabung Rp10 ribu di awal. Nah, barulah sisanya bisa Anda gunakan untuk keperluan yang lain. 

2. Masukkan Tabungan dan Lupakan

Selama ini, mungkin Anda selalu mengingat berapa saja nominal tabungan Anda. Dengan begitu, tidak heran jika menabung terasa berat dan membosankan. 

Selain membuat Anda cepat bosan, terlalu mengingat tabungan membuat aktivitas bisa terganggu. Tentu saja hal ini kurang efektif. 

Langkah terbaiknya adalah melupakan uang yang sudah Anda tabung. Anda hanya perlu memasukkan sedikit uang ke tabungan. Waktu demi waktu pun berlalu dan Anda akan terbiasa menerapkan tips menabung harian ini.

3. Jangan Langsung Menabung dalam Jumlah Besar Sekaligus

Jika memang Anda sanggup, silahkan. Tapi, jika Anda masih kesulitan, apalagi sedang berada di fase membangun habit menabung, sebaiknya hindari hal ini.

Menabung dalam jumlah besar memang efektif untuk hasil akhir yang besar. Namun, sebaiknya Anda memulainya dengan nominal yang lebih kecil. Siapa yang akan menjamin jika setelah menabung Anda justru kehabisan uang?

Jadi, mulai menabung dengan nominal kecil sebagai salah satu tips menabung harian di celengan. Jika sudah terbiasa, Anda bisa menambah nominalnya sedikit demi sedikit. 

4. Buat Celengan yang Sulit untuk Dibuka

Ada kalanya setelah mulai berusaha untuk rutin menabung, tetapi tidak lama kemudian jumlahnya kembali menipis karena berbagai godaan.

Ini bisa saja terjadi salah satunya karena tempat penyimpanannya terlalu mudah untuk Anda akses. 

Salah satu tips menabung harian di rumah agar tidak diambil adalah dengan membuat tempat penyimpanan yang susah untuk dibuka. Misalnya seperti kaleng celengan. 

Sebenarnya menggunakan tabungan celengan juga bisa saja Anda buka. Akan tetapi, ini akan memerlukan effort lebih dan kemungkinan besar Anda akan mengurungkan niat untuk membukanya. 

5. Potong Pengeluaran Konsumtif

Berat rasanya membatasi hal-hal yang sudah biasa Anda lakukan. Misalnya seperti memotong pengeluaran makan yang tadinya Rp30 ribu menjadi Rp20 ribu bahkan Rp15 ribu. 

Padahal, sebenarnya ini merupakan salah satu cara yang efektif untuk bisa menabung harian. Jika merasa kesulitan, Anda bisa memulainya dengan memasak sendiri, alih-alih jajan lewat driver ojol atau ke restoran. 

Selain hemat pengeluaran karena bahan-bahannya lebih terjangkau, tips menabung harian ini juga menjadi kesempatan untuk hidup lebih sehat dan higienis.

6. Maksimalkan Promo Diskon

Butuh refreshing dengan ke mall atau liburan, tapi lagi berusaha menabung? Tenang saja! Anda tetap bisa melakukannya, kok.

Bagaimana caranya?

Caranya yaitu dengan memanfaatkan diskon. Coba deh cek aplikasi e-wallet Anda atau cek aplikasi untuk beli tiket. Anda bisa belanja atau liburan saat ada diskon dan potongan. 

Selain tidak bikin boros, diskon bisa membuat Anda dapat keuntungan banyak, karena mendapatkan harga yang lebih terjangkau dari biasanya.  Sudah pasti, tips menabung harian ini akan efektif!

7. Batasi Tingkat Belanja Online

Meskipun Anda selalu mengejar diskon, tapi jika habit belanja online terlalu berlebihan, ya hasilnya akan sama saja. 

Rasanya memang seru bisa belanja online. Selain harganya lebih murah, Anda juga tidak perlu membuang waktu untuk perjalanan. Namun, jika Anda ingin menabung, Anda bisa mengurangi intensitas belanja.

Ingat, ini hanya membatasi, bukan berarti Anda tidak boleh sama sekali. Selama menabung, sebaiknya Anda buat prioritas terlebih dahulu. 

Pilah mana yang termasuk kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Setelah itu, baru renungkan kira-kira apakah barang tersebut sangat urgen atau tidak.

Intinya, menabung harian akan terasa lebih mudah jika Anda menerapkan tips di atas. Mulai dari mengubah mindset, membuat tabungan yang sulit Anda buka, sampai mengurangi intensitas belanja online.

Apakah informasi tentang tips menabung harian ini membantu? Jangan lewatkan beragam artikel mengenai tips keuangan lainnya yang disajikan oleh mufdana dari Mandiri Utama Finance (MUF).

Cara Mengatur Gaji Agar Selalu Cukup dan Bisa Nabung

“Gaji rasanya kok nggak pernah cukup, ya?” Apakah Anda juga mengalami hal yang sama? Mungkin bukan gajinya yang nggak cukup, tetapi Anda yang belum tahu bagaimana cara mengatur gaji.

Untuk mengetahui apakah gaji kita benar-benar cukup atau tidak, kita harus melihat total pengeluaran selama sebulan. Sewajarnya, penghasilan kita harus lebih besar dari pengeluaran.

Sayangnya, kerap kali orang merasa gajinya tidak cukup bukan karena benar-benar pengeluarannya yang lebih besar, tetapi karena kurang mampu mengelolanya. 

Lantas, bagaimana cara mengatur gaji bulanan agar cukup dan ada sisa untuk ditabung?

Cara Mengelola Gaji Agar Cukup dan Bisa Menabung

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengelola gaji agar tidak habis sebelum akhir bulan. Seperti misalnya:

1. Buat Budget Bulanan

Budget pengeluaran setiap orang pasti berbeda-beda. Oleh karena itu, tidak bisa kita paksaan harus menggunakan pembagian gaji 50 30 20.

Anda bisa membagi gaji dengan membuat budget bulanan sesuai besarnya pengeluaran setiap bulan. Selanjutnya, buat pos untuk masing-masing keperluan. Seperti belanja bulanan, belanja mingguan, tagihan, dan lain-lain.

Bagi dan masukkan uang Anda ke dalam pos tersebut sesuai dengan nominal yang Anda tetapkan. Dengan cara mengatur gaji seperti ini, Anda tidak perlu menunggu sisa uang di akhir bulan untuk menabung. Anda sudah mengantongi sisa uang dari awal.

2. Cek Sisa Pengeluaran

Setelah menentukan budget bulanan, cek apakah ada penghasilan yang tersisa atau tidak. Jika tidak bersisa, cek kembali budget bulanan Anda. 

Cara mengatur gaji bulanan 2 juta agar cukup yaitu hapus beberapa list yang dirasa tidak terlalu urgent. Selain itu, kurangi nominal beberapa budget yang sekiranya masih bisa Anda hemat.

Jika tetap tidak bersisa atau hanya tersisa sedikit, sebaiknya tambah penghasilan. Anda bisa menambah penghasilan dengan menjadi freelancer, kerja paruh waktu, dropshipper, reseller, atau yang lainnya.

3. Disiplin Membeli Kebutuhan Sesuai Budget

Selalu disiplin dalam membeli kebutuhan yang sesuai dengan budget. Jangan habiskan budget di awal, sehingga merasa kurang di akhir bulan. 

Anda bisa mencatat setiap kebutuhan yang hendak Anda beli agar tidak tergoda untuk membeli yang lain. Ini juga bisa diterapkan sebagai cara mengatur gaji harian.

Jika merasa kesulitan untuk disiplin dengan budget bulanan, Anda bisa membagi budget bulanan ke dalam budget mingguan. Dengan begitu, durasinya akan lebih pendek dan Anda akan tetap memiliki uang meski di akhir bulan.

4. Lunasi Utang

Salah satu yang tak kalah penting saat memikirkan cara mengatur gaji adalah dengan memprioritaskan untuk melunasi utang terlebih dahulu. List semua utang yang Anda miliki. Mulai dari pinjaman ke teman, KPR, kartu kredit, paylater, pinjol dan lain sebagainya. 

Dahulukan untuk melunasi utang jangka pendek (pinjol, paylater) yang memiliki bunga besar dan tanggal jatuh tempo paling pendek. Untuk utang kartu kredit, minimal bayar sebesar pembayaran minimum (pokok kredit+bunga dibagi 10).

Sementara untuk utang jangka panjang, bayar sesuai tagihan setiap bulannya. Anda tidak perlu buru-buru melunasi asalkan tagihannya tidak lebih dari 30% penghasilan.

5. Tambah Dana Darurat

Setelah utang lunas dan dana darurat belum terkumpul secara ideal, cara mengatur gaji selanjutnya dengan menambah dana darurat. Anda bisa mengumpulkan dana darurat di tabungan, reksa dana, atau tempat penyimpanan lain yang mudah dicairkan.

Adapun besarnya dana darurat ideal yang bisa Anda kumpulkan yaitu 6x pengeluaran bulanan jika masih single. Untuk yang sudah menikah, Anda bisa kumpulkan sebesar 9x pengeluaran bulanan. 

Sementara itu, sebaiknya kumpulkan dana darurat sebesar 12x pengeluaran bulanan jika sudah memiliki anak.

6. Beli Asuransi

dalam menyiasati cara mengatur gaji, jangan sepelekan asuransi. Asuransi sangat penting untuk proteksi keuangan Anda. Minimal Anda memiliki asuransi kesehatan dari BPJS.

Dengan memiliki askes, Anda tidak perlu meminjam uang atau menggunakan dana darurat, atau bahkan tabungan saat Anda sakit. 

Mungkin terlihat berat harus bayar premi setiap bulan padahal badan dalam kondisi sehat. Namun, kelak hal ini akan sangat membantu Anda. 

Mulai ubah mindset bahwa asuransi bukan investasi. Asuransi yang Anda beli bukan untuk membayar biaya pengobatan Anda saat sakit, tetapi untuk memberi Anda proteksi. Agar saat Anda sakit, setidaknya keuangan Anda masih aman.

7. Mulai Investasi

Terakhir, jika uangnya masih tersisa, mulailah untuk berinvestasi. Anda bisa berinvestasi di reksa dana, obligasi, saham, P2P lending, emas, properti, dan lain-lain.

Sebelum berinvestasi, tentukan tujuan keuangan Anda, lalu pilih produk investasi yang sesuai dengan profil risiko Anda. Jangan berinvestasi di produk yang tidak Anda tahu dan tidak diawasi OJK.

Secara sederhana, cara mengatur gaji 3 juta ada 4 langkah yang bisa Anda lakukan, yaitu:

  1. Penuhi kebutuhan rutin;
  2. Lunasi utang jika masih memiliki utang;
  3. Miliki dana darurat dan asuransi;
  4. Pergunakan untuk lifestyle.

Lakukan secara urut dari atas ke bawah. Jangan terbalik!

Dengan mengikuti cara mengatur gaji di atas dengan konsisten dan disiplin, Anda tidak lagi kehabisan uang sebelum akhir bulan.

Jangan lewatkan beragam artikel mengenai tips keuangan lainnya yang disajikan oleh mufdana dari Mandiri Utama Finance (MUF).