Wujudkan Semua Mimpi

Cara Mengatur Keuangan untuk Pendidikan Anak, Sudah Coba?

Cara Mengatur Keuangan untuk Pendidikan Anak

Setiap orang tua pasti ingin menyekolahkan anaknya di sekolah yang bagus. Namun permasalahannya, sering kali terkendala biaya. Untuk bisa memilih sekolah yang bagus, Anda perlu tahu bagaimana cara mengatur keuangan untuk pendidikan anak.

Mengumpulkan dana pendidikan anak akan menjadi persiapan yang panjang. Tak jarang para orang tua pada akhirnya ingin menyerah setelah melihat besarnya dana yang harus mereka kumpulkan. Belum lagi kebutuhan pokok, cicilan rumah, dana darurat, dan keinginan untuk beli asuransi yang terus menghantui.

Akan tetapi, ini bukan berarti Anda tidak bisa melakukannya. Ibarat pepatah, “Banyak jalan menuju Roma”. Banyak cara yang bisa Anda tempuh. Anda bisa memilih salah satu cara menabung untuk anak sekolah di artikel ini.

Cara Mengatur Keuangan untuk Dana Pendidikan Anak

Sebelum mengetahui bagaimana cara untuk mengumpulkan dana pendidikan anak, sebaiknya Anda ketahui dahulu beberapa fakta terkait dana pendidikan.

  • Dana pendidikan adalah salah satu pos keuangan yang pasti akan Anda keluarkan dan tidak bisa Anda tunda;
  • Dana pendidikan juga mengalami inflasi, sehingga besarnya juga akan terus mengalami kenaikan;
  • Ada peluang untuk memperoleh beasiswa yang menyebabkan seseorang tidak perlu mengeluarkan biaya meski sekolah di tempat yang bagus.

Selanjutnya, langsung saja mari kita bahas bagaimana cara menabung untuk pendidikan anak.

1. Lakukan Riset

Cara mengatur keuangan untuk pendidikan anak diawali dengan riset. Lakukan riset ke beberapa sekolah yang Anda impikan. Cari tahu juga besarnya biaya sekolah di sana. Mulai dari biaya pendaftaran, uang pangkal, SPP, dan biaya lainnya.

Perlu Anda pahami, sekolah yang bagus tidak selalu mahal. Bagus di sini parameternya sesuai dengan value dari keluarga. Untuk itu, saat memilih sekolah, selain mencari tahu biayanya, juga cari tahu kurikulum dan lingkungannya.

2. Hitung Perkiraan Biaya yang Harus Anda Siapkan

Setelah tahu mana sekolah yang hendak Anda tuju, cara selanjutnya untuk mengatur keuangan untuk pendidikan anak adalah dengan menghitung besarnya biaya yang harus Anda siapkan. Siapkan untuk uang pangkal terlebih dahulu.

Nantinya, uang bulanan bisa Anda ambil dari cash flow bulanan. Yang terpenting, Anda bisa memastikan bahwa besarnya uang bulanan tidak akan mengganggu cash flow bulanan. Jika Anda tidak yakin, Anda bisa mulai menabung uang bulanan juga.

Namun, jika nominal dana yang harus Anda tabung ternyata sangat besar dan kondisi keuangan tidak mendukung, pertimbangkan untuk mencari sekolah lain.

3. Perhatikan Inflasi

Dana pendidikan juga mengalami inflasi dan terus mengalami kenaikan di setiap tahunnya. Dengan demikian, Anda juga perlu memperhatikan hal ini dan menyiapkan dana lebih.

Untuk melakukan perhitungan, berikut beberapa hal yang harus Anda siapkan dan perhatikan:

  1. Present value (nilai biaya saat ini),
  2. Future value (nilai biaya masa depan),
  3. Periode yang dibutuhkan,
  4. Interest rest atau inflasi,
  5. Periodic payment atau kontribusi tiap bulan.

Umumnya, biaya uang pangkal rata-rata akan mengalami kenaikan 10-15 persen setiap tahunnya. Sementara itu, biaya SPP akan mengalami kenaikan yang serupa dengan inflasi.

4. Lihat Kondisi Keuangan dan Aset yang Dimiliki

Setelah mengetahui besarnya dana yang harus Anda kumpulkan, lihat kondisi keuangan Anda terlebih dahulu. Lihat juga aset apa saja yang Anda miliki. Ini akan membantu Anda dalam membuat perencanaan keuangan.

Jika selama ini gaji Anda hanya cukup untuk kebutuhan dan sedikit untuk investasi, pertimbangkan untuk menambah penghasilan melalui pekerjaan sampingan. Anda bisa kerja paruh waktu, menjadi dropship atau reseller dan bisa juga kerja sebagai freelancer.

Dengan begitu, Anda bisa mengalokasikan dana investasi untuk masa depan anak dengan porsi lebih banyak.

5. Tentukan Media untuk Menabung

Anda beberapa opsi yang bisa Anda pilih sebagai media untuk mengumpulkan dana pendidikan anak. Bisa dengan: 

  • Tabungan biasa, 
  • Tabungan pendidikan,
  • Asuransi pendidikan dan 
  • Investasi di reksadana atau deposito atas nama anak.

Di tabungan pendidikan, uang yang wajib Anda tabung nilainya lebih pasti. Karena dihitung dari nominal dana yang Anda butuhkan dan jangka waktunya. Ini akan membantu Anda untuk lebih konsisten.

Berbeda dengan tabungan biasa yang mana besarnya nominal yang harus Anda tabung besarnya Anda tentukan sendiri.

Jika memilih asuransi pendidikan anak, pastikan Anda membaca polis dengan teliti agar tidak tertipu. Jika ada pertanyaan atau hal yang masih Anda bingungkan, jangan segan untuk bertanya.

6. Sesuaikan Pengeluaran Anda

Dana pendidikan pasti akan menambah cash flow bulanan Anda. Untuk itu, review kembali pengeluaran Anda. Jika ada yang bisa dipangkas, pangkas atau kurangi nominalnya.

Sebisa mungkin tahan dulu keinginan Anda untuk belanja barang-barang yang kurang perlu. Akan lebih baik jika dana tersebut dialihkan untuk menambah dana pendidikan. 

Salah satu prinsip penting dalam menerapkan cara mengatur keuangan untuk pendidikan anak adalah, semakin banyak uang yang Anda tabung, semakin cepat dana pendidikan terkumpul.

Penutup

Meski dana pendidikan anak bisa Anda kumpulkan dari jauh-jauh hari, namun jika dirasa tidak memungkinkan, sebaiknya jangan paksakan.

Bagaimana pun juga, memilih sekolah anak tetap harus sesuai kemampuan. Solusi alternatif jika pada saatnya nanti dana pendidikan anak belum terkumpul adalah dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman dana pendidikan.

Pinjaman dana pendidikan adalah bagian dari pinjaman multiguna yang ditujukan untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan mendesak, seperti biaya pendidikan. Pinjaman jenis ini menggunakan agunan atau jaminan sebagai solusi untuk mendapatkan dana cepat.

Salah satu pemberi pinjaman multiguna dengan jaminan BPKB mobil atau motor adalah mufdana. Sementara mufdana sendiri merupakan salah satu produk pembiayaan yang dihadirkan oleh Mandiri Utama Finance (MUF).

Jika ingin mengumpulkan dana pendidikan anak mulai dari sekarang, Anda bisa mencoba cara mengatur keuangan untuk pendidikan anak di atas. Semoga uang Anda cukup dan Anda bisa memilih sekolah anak yang sesuai dengan value keluarga.