Wujudkan Semua Mimpi

Tips Mengenal Profil Risiko Pribadi dalam Berinvestasi

Pada dasarnya setiap orang perlu berinvestasi untuk melindungi aset dari penurunan nilai akibat inflasi. Namun sebelum menanam modal, Anda harus mengenali jenis profil risiko berinvestasi terlebih dahulu.  

Apa itu profil risiko dan bagaimana cara mengenali ketiga jenisnya sebelum berinvestasi? Cek paparannya berikut ini. 

Pengertian Profil Risiko

Profil risiko merupakan tingkatan toleransi seseorang saat menghadapi risiko berinvestasi. Ada sebagian investor sanggup menanggung risiko tinggi, namun ada pula yang hanya mampu menghadapi risiko rendah saja. 

Bagi investor sangat penting sekali mengenali tipe profil risiko, agar lebih mudah menentukan produk investasi. Perlu Anda ketahui bahwa tingkat risiko berbanding lurus dengan keuntungan investasi. 

Apabila semakin tinggi risiko yang Anda ambil, maka semakin besar pula potensi keuntungannya (High risk, high return)

Alasan Penting Mengenalnya

Ada banyak jenis instrumen investasi dengan risiko masing-masing. Mulai dari yang cukup aman, minim risiko, hingga berisiko tinggi. Apabila Anda tidak memahami hal tersebut, bahkan salah memilih instrumen investasi kemungkinan besar akan stress. 

Begitu juga sebaliknya, jika Anda termasuk investor berpengalaman yang menginginkan timbal balik besar, akan uring-uringan kalau hasilnya stagnan.  Itulah mengapa penting sekali mengenali profil risiko pribadi sebelum berinvestasi. 

Berikut tiga alasan mendasar mengapa investor perlu mengetahui profil risiko, antara lain :

  • Mengenali jenis profil risiko berinvestasi membuat Anda dapat menentukan instrumen investasi dengan tepat. 
  • Dengan mengenali profil risiko, Anda mendapat gambaran toleransi/ tingkat risiko 
  • Dapat menjaga kenyamanan hidup

Jenis Profil Risiko Berinvestasi

Setidaknya tiga jenis profil risiko, antara lain:

Konservatif

Jenis profil risiko dalam berinvestasi yang pertama adalah konservatif. konservatif merupakan tipe investor yang memiliki tingkat toleransi rendah. Biasanya investor tipe konservatif lebih memilih bermain aman, dan seringkali mencari investasi dengan timbal balik yang cenderung stabil. 

Tipe konservatif cenderung mengambil investasi untuk jangka panjang, contohnya deposito. Bagi investor tipe konservatif, deposito adalah pilihan yang tepat untuk menyimpan sebagian penghasilan. 

Selain deposito, pilihan instrumen investasi lain adalah properti atau logam mulia.  Rata-rata investor pemula memiliki profil risiko konservatif. 

Jika ingin investasi yang berisiko, investor akan mengalokasikan sedikit dana saja. 

Moderat

Jenis profil risiko kedua dalam berinvestasi adalah moderat.  Investor moderat adalah mereka yang sedikit berani ambil risiko (sedang),  namun tetap berhati-hati memilih jenis instrumen. Tujuan finansialnya jangka menengah. 

Biasanya investor moderat merupakan seseorang yang sudah cukup lama berinvestasi dan pernah mengalami kerugian. Sehingga telah menyiapkan mental menghadapi risiko. 

Investor moderat juga akan memaklumi fluktuasi pasar modal yang tidak signifikan, namun akan membatasi jumlah investasinya. 

Kendati demikian, mereka belum benar-benar siap dengan kerugian terlalu besar, di mana rentang toleransi kerugian rata-rata 15% saja. 

Selain itu, investor moderat biasanya telah membagi investasi ke beberapa produk dengan tingkat risiko yang berbeda. 

Jenis instrumen investasi yang cocok untuk tipe moderat adalah produk yang memberikan imbal banyak, seperti reksa dana campuran. 

Agresif

Jenis profil risiko berinvestasi lainnya adalah agresif. Investor yang agresif menyukai risiko tinggi. Mereka telah siap jika modal pokoknya berkurang atau hilang demi hasil yang jauh lebih tinggi. 

Investor tipe agresif memang lebih berpengalaman  sehingga tidak takut menaruh modal besar pada instrumen berisiko. Jenis instrumen investasi pilihannya adalah saham. 

Fluktuasi pasar modal justru akan meningkatkan adrenalin. Pada saat harga saham turun, investor tipe agresif akan merasa bahwa ini peluang untuk membeli portofolio baru. Dengan keyakinan harga akan naik kembali dalam jangka waktu tertentu.

Rata-rata tipe investor agresif mempunyai tujuan finansial yang panjang dan memiliki budget khusus untuk berinvestasi.   Oleh karena itulah, tipe agresif tidak terlalu khawatir akan kerugian. 

Tips Mengenal Profil Risiko Berinvestasi

Untuk mengetahui Anda termasuk tipe profil risiko yang mana, memang tidak bisa hanya dengan menebak-nebak. 

Biasanya, penyedia produk investasi akan memberikan kuesioner sebelum Anda memulai berinvestasi.  Pertanyaan yang terdapat di dalam kuesioner seputar faktor yang mempengaruhi tinggi atau rendahnya kesanggupan Anda dalam menghadapi risiko. 

Setelah Anda mengenali profil risiko berinvestasi, maka selanjutnya sesuaikan instrumen yang cocok dalam portfolio investasi Anda. Atau, Anda juga bisa membaca tips mengenal dan memilih investasi yang aman bagi pemula sebagai panduan.

Memilih Investasi yang Aman dan 3 Tips Praktikal Bagi Pemula

Dengan banyaknya platform dan aplikasi yang menjadi wadah berinvestasi secara online, pemula pasti bingung memilih tempat investasi yang aman tapi jelas menguntungkan.

Baru belajar investasi online? Kenali tips mengenal dan memilih jenis investasi newbie friendly lewat artikel ini. Terdapat macam macam investasi terbaik yang memberikan petunjuk di mana seharusnya Anda berinvestasi.

Langsung baca di bawah, yuk!

3 Tips Praktikal Serta Cara Investasi yang Aman dan Benar

Dari tiga tips praktikal ini, nomor satu jadi yang paling krusial karena.. Baca alasannya di bawah ini:

1. Lakukan Riset Mendalam Tentang Jenis Investasinya

Sebelum berkomitmen penuh untuk investasi, lakukan riset mendalam tentang jenis investasinya. Contoh, Anda ingin berinvestasi deposito. Dengan riset sederhana akan terlihat kalau data terbaru menunjukkan bunga deposito di beberapa bank semakin menurun dari waktu ke waktu.

Temukan fakta-fakta tentang bidang investasi yang Anda ingin masuki dengan riset sederhana lewat internet. Youtube, Google dan Blog adalah “guru” terbaik Anda untuk melakukan riset.

Dari fakta baru yang terkumpul, buat kesimpulan apakah Anda siap dengan risikonya? Apa Anda sudah siap untuk riset setiap hari? Dan yang terpenting, apakah Anda menyukai model investasinya dan ingin mempelajarinya terus-menerus?

2. Pahami Kalau Semua Jenis Investasi Pasti Memiliki Risiko

Setelah melakukan riset, maka akan tersirat sebuah fakta yang sudah pasti Anda tahu tapi masih belum meyakininya 100 persen. Fakta tersebut adalah bahwa semua jenis investasi, terlepas dari platform dan jenisnya, pasti memiliki risiko. Tidak ada investasi yang 100% aman.

Bahkan investasi reksadana yang digembar-gemborkan aman, bisa menurun nilainya dan membuat investor rugi.

3. Belajar dan Dengarkan Saran Ahli

Selain belajar dan mendengarkan saran ahli, Anda juga harus melakukan riset tentang orang tersebut. Jangan telan mentah-mentah setiap saran yang Anda dengarkan, apalagi yang sumbernya dari internet.

Inilah salah satu alasan kenapa Riset Mendalam jadi langkah praktikal nomor satu. Pelajari semua ilmu investasi yang Anda temukan di internet, tapi jangan lupa untuk melakukan fact-check sebelum meyakini informasinya 100% benar.

Tempat Investasi yang Aman dan Menguntungkan Untuk Pemula

Dari tips praktikal di atas, kesimpulannya adalah: (1) investasi yang baik seharusnya mendapat jaminan cuan walau sedikit, (2) minim risiko dan (3) proses belajarnya cepat, serta menunjukkan fakta positif dari hasil riset terbaru. 

Dari syarat-syarat tersebut, inilah tujuh rekomendasi investasi paling aman saat pandemi.

1. Deposito: Untung 4-7% per Tahun (Ada Pajaknya Sebesar 20%)

Catatan: pajak 20% berlaku saat Anda memiliki deposito di atas Rp. 7 juta.

Menjadi opsi investasi terbaik bagi pemula, deposito adalah salah satu cara teraman untuk Anda yang ingin mendapatkan keuntungan pasti dari investasi.

Deposito adalah investasi yang ditawarkan oleh bank dengan bunga yang lebih tinggi dari tabungan. Perbedaannya dengan tabungan di bank adalah, Anda tidak bisa mengambil deposito setiap saat. Ada jangka waktu tertentu sebelum Anda bisa mengambil deposito di bank: 1, 3, 6 , 12, atau per 24 bulan.

Bagaimana bisa deposito menjadi investasi paling aman dan tanpa risiko?

Karena jenis investasi ini sudah mendapat jaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Artinya, ketika bank tempat Anda menaruh deposito bangkrut, Anda tetap mendapat dana deposito dari LPS maksimal Rp 2 miliar.

2. Reksadana: Berinvestasi Tanpa Pengetahuan Apapun

Reksadana sangat cocok sebagai wadah investasi bagi pemula. Karena hanya memerlukan modal kecil, tidak membutuhkan pengetahuan investasi apa pun dan untungnya lumayan (mencapai 20% per tahun).

Ketika berinvestasi ke reksadana, uang investasi Anda akan dikelola langsung oleh manajer investasi terbaik. Uang tersebut kemudian digunakan sebagai modal untuk berinvestasi di pasar modal.

3. Emas: Investasi Berlikuiditas Tinggi

“Bermain” emas sangat enak karena termasuk ke dalam jenis investasi dengan likuiditas tinggi. Artinya, Anda bisa mencairkan dana investasi kapan saja, tidak seperti deposito.

Harga emas yang cenderung naik membuat investasi ini cocok pemula yang ingin mempunyai opsi investasi aman tanpa risiko sama sekali. Tapi, bukan berarti investasi emas pasti mendatangkan keuntungan, lo. Harga emas juga fluktuatif, bisa turun walaupun sedikit nilainya.

4. Surat Berharga Negara (SBN): Berinvestasi Sambil Membantu Negara

Karena hanya memerlukan dana awal sebesar Rp. 1 juta, investasi Surat Berharga Negara (SBN) sangat cocok untuk pemula dan kaum milenial. SBN adalah produk investasi yang mendapat jaminan langsung dari pemerintah dan sudah pasti aman, terjangkau, serta menguntungkan pesertanya.

Anda bisa mulai berinvestasi SBN melalui berbagai aplikasi investasi yang bisa Anda download di Google Play Store atau Apple Store secara gratis. 

Dengan jaminan keuntungan lebih dari 6 persen, Anda bisa langsung mencoba investasi ini sekaligus bisa membantu perekonomian negara.

5. Saham: Modalnya Kecil, Untungnya Besar, Risikonya Juga Besar

Pasar modal adalah tempat di mana Anda bisa membeli “hak” kepemilikan sebuah perusahaan apapun (asalkan terdaftar di pasar modal). Ketika membeli “hak”, maka Anda memiliki saham di perusahaan tersebut dan memiliki status sedang berinvestasi.

Saham menjadi salah satu investasi populer karena bisa mengubah jalan hidup seseorang dengan menjanjikan keuntungan yang sangat besar.

Meski m menjanjikan keuntungan besar, risiko bermain saham juga paling besar daripada instrumen investasi yang lain.

6. P2P Lending: Investasi Modal Kecil yang Pasti Menguntungkan

Punya uang Rp 100 ribu? Anda bisa menginvestasikannya ke Peer to Peer Lending (P2P). Modal investasi Anda akan dijadikan platform sebagai dana yang kemudian dipinjamkan kepada peminjam, contohnya UMKM yang membutuhkan suntikan modal usaha.

Gampangnya, Anda bisa melihat salah satu fenomena yang sekarang sedang naik daun bernama pinjaman online (pinjol). Pinjol adalah salah satu bentuk nyata dari praktek investasi Peer to Peer Lending.

Kalau Anda ingin berinvestasi di sini, pastikan platform yang Anda pilih terdaftar di investasi online Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini ditujukan agar prosedurnya terjamin, legal secara hukum dan lebih aman.

7. Forex: Cuan Asalkan Bisa Analisis dan Menghitung Momen

Mendapat pengawasan langsung dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag, investasi Forex cocok untuk pemula yang ingin belajar trading untuk mendapatkan keuntungan besar dan siap menanggung risiko.

Forex adalah investasi yang menjual-belikan mata uang asing atau valas yang bisa dilakukan 24 jam penuh secara real-time. Tidak seperti saham yang hanya bisa dilakukan saat jam kerja.

Artinya, untuk untung investasi Forex Anda harus siap mencari momentum 24 jam penuh untuk bisa untung. Memerlukan analisis dan perhitungan khusus, Anda bisa mendaftar di broker forex resmi sekaligus belajar menjadi trader ulung.

Penutup

Kalau Anda mencari tempat investasi aman dan pasti menguntungkan, deposito, reksadana, emas, SBN dan P2P Lending adalah pilihan yang tepat. Karena: (1) risikonya minim, (2) banyak expert yang bisa Anda dengar pendapatnya (jangan lupa lakukan fact-check) dan (3) menunjukkan tren positif di beberapa bulan ini.

Jangan lewatkan juga berbagai artikel tips keuangan lainnya sebagai salah satu sumber inspirasi untuk meningkatkan finansial Anda.

Inspirasi Berbisnis: Belajar dari Pengalaman Orang Sukses

Dari sekian banyak tokoh wirausahawan yang sukses di Indonesia saat ini, ada satu kesamaan yang pasti mereka miliki. Kesamaan tersebut adalah pengalaman jatuh bangun ketika sedang membangun usaha. Kena tipu, dikhianati partner, bahkan bangkrut. Untuk Anda yang sedang merintis usaha, silakan belajar dari pengalaman orang sukses ini.

Pengalaman adalah guru terbaik. Apalagi pengalaman jatuh bangun saat berbisnis. Selain bisa Anda jadikan pelajaran, pengalaman sosok sukses ini bisa Anda jadikan bekal dalam mengambil keputusan untuk usaha Anda.

Belajar dari Pengalaman Orang Sukses

Pernah dengar nama besar William Tanuwijaya dan Hendy Setiono? Dua nama ini terkenal dengan kesuksesannya masing-masing. WT sukses di bidang teknologi, HS sukses di bidang kuliner. Perjalanan keduanya memberikan banyak pelajaran di dunia bisnis.

Baca kisah nyata kesuksesan kedua sosok inspiratif ini di bawah.

Tokoh Sukses di Balik Tokopedia

Belajar dari Pengalaman Orang Sukses
William Tanuwijaya: Tokopedia Hampir Gagal Sebelum Berdiri (Foto: wikipedia)

Jika Anda ingin belajar dari pengalaman orang sukses, simak terus kelanjutannya.

Besar dan lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, William Tanuwijaya  adalah sosok pendiri Tokopedia, startup berstatus decacorn yang kini sudah merger dengan Gojek yang kemudian berganti nama menjadi GoTo.

Dibalik gemerlap kesuksesannya, ternyata WT adalah seseorang yang menjadi pengusaha karena kepepet. Almarhum ayah dan pamannya percaya kalau orang yang sukses berawal dari pendidikan yang tinggi. Berdasarkan kepercayaan ini, WT pergi ke Jakarta untuk kuliah.

Di tahun kedua masa kuliah, uang saku tidak lagi WT terima karena ayahnya sakit. Hal ini membuatnya harus mencari kerja sampingan. WT akhirnya kerja sampingan di bidang teknologi bergengsi pada masa itu, Ia menjadi penjaga warnet 24 jam. Benefitnya: akses internet gratis selama bekerja.

Setelah lulus kuliah tahun 2003, WT sempat bekerja di beberapa perusahaan software developer dan game developer. Baru di tahun 2007-lah gagasan membangun marketplace bernama Tokopedia Ia miliki.

Masalah Klasik Pebisnis: Kekurangan Modal

Masalahnya klasik: William Tanuwijaya tidak punya uang. Modalnya kurang, bahkan tidak ada. Sebuah tantangan yang paling banyak dihadapi dari orang yang ingin meraih sukses dengan berbisnis. Ditambah lagi, ayahnya divonis kanker dan membutuhkan biaya pengobatan.

Karena berbagai kendala, Tokopedia baru berdiri 17 Agustus 2009 dengan suntikan modal seadanya yang WT dapat dari mantan bos.

Di tahun pertama Tokopedia berdiri, WT kesulitan mencari karyawan. Ia sempat mendatangi job expo di Universitas Bina Nusantara (almamater-nya) dengan ekspektasi mendapatkan karyawan yang memiliki visi dan misi sama seperti dirinya. Setelah 2 hari mencari lewat sini, 0 karyawan bergabung di Tokopedia.

Di tahun pertama berdiri, Tokopedia hanya memiliki 4 karyawan. Sekarang, Tokopedia adalah multi billion dollar company dengan 6.000 lebih karyawan di dalamnya.

Tokoh Sukses di Balik Kebab Turki Baba Rafi

Belajar dari Pengalaman Orang Sukses
Hendy Setiono: Putus Kuliah Demi Jualan Kebab Pinggir Jalan (Foto: Wikipedia)

Satu lagi yang hikmah yang bisa Anda dapatkan dengan belajar dari pengalaman orang sukses.

Pernah makan ‘Kebab Turki Baba Rafi’? Hendy Setiono adalah sosok pendiri sekaligus pemiliknya. Sekarang, Baba Rafi hampir ada di seluruh kota-kota besar Indonesia bahkan pelosok daerah.

Alumni SMA Negeri 5 Surabaya yang punya hobi makan ini mendapatkan ide berjualan kebab setelah mengunjungi ayahnya yang bekerja di Qatar. Di sana, outlet kebab laris manis dan selalu penuh oleh warga sekitar. Karena penasaran, HS mencobanya dan langsung jatuh hati dengan rasa kebab Qatar.

Modal nekat, setelah kembali ke Indonesia HS menjajal peruntungannya jualan kebab di pinggir jalan dengan pinjaman Rp. 4 juta dari kerabatnya. Gerobak pertama Kebab Turki Baba Rafi beroperasi di bulan September 2003 dengan bantuan seorang karyawan.

Usaha sudah beroperasi, HS tinggal menikmati untung jualan kebab setiap hari, dong? Salah. Karyawan HS sering izin sakit dan membuatnya tidak bisa berjualan. Yang artinya, tidak ada untung jualan untuk dihitung setiap hari. Mau tidak mau, Ia yang harus jualan.

Masalahnya adalah, HS masih berstatus mahasiswa aktif. Dan apa yang bisa dipelajari dari orang sukses adalah pengorbanan.

Nekat Putus Kuliah Untuk Serius Jualan Kebab

HS putus kuliah saat masuk semester 4. Pendidikan jurusan Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Ia tinggalkan untuk terjun 100% ke bisnis kebabnya. Sesuai kodratnya, orang tua HS menentang keputusan ini. Karena tekadnya sudah bulat, HS keukeuh melanjutkan dagang kebab.

Di tahun 2004, HS memiliki 6 outlet kebab di Surabaya. Kesuksesan kecil ini semakin besar berkat ilmu manajemen dan pemasaran miliknya dan dukungan dari istri sekaligus partner bisnisnya, Nilam Sari.

Sekarang,  Hendy Setiono mendirikan Baba Rafi Enterprise dan melebarkan sayapnya ke bisnis F&B lainnya, seperti ‘Ngikan Yuk’ dan ‘Nyayap’. Kebab Turki Baba Rafi juga terus berkembang. Di Indonesia, lebih dari 1.000 outlet sudah berdiri dan Ia menargetkan untuk mencapai angka 4.000 outlet sesegera mungkin.

Penutup

Belajar dari pengalaman orang sukses seperti William Tanuwijaya dan Hendy Setiono memberikan satu renungan: masalah klasik berbisnis seperti kurang modal dan tidak bisa 100% fokus pada usaha, dilalui oleh semua tokoh sukses.

Jika Anda masih butuh dorongan untuk mencapai sukses, simak kumpulan motivasi penambah semangat sebagai sumber inspirasi lainnya.

2 Strategi dan Tips Mempertahankan Usaha Agar Tetap Lancar

Pandemi tidak kunjung usai, profit dari bisnis semakin menurun dari waktu ke waktu tanpa kejelasan dari pemerintah dan pihak lainnya. Mau tidak mau, siap tidak siap, Anda harus berjuang sendiri. Untuk Anda yang sedang berjuang, ini dia tips mempertahankan usaha kecil dan menengah di masa pandemi.

Cara mempertahankan usaha ini bisa Anda gunakan untuk menjual produk atau jasa B2B dan B2C. Karena tipsnya termasuk general dan penerapannya tidak terbatas pada industri apapun.

Baca di bawah, yuk!

Bagaimana Strategi dan Tips Mempertahankan Usaha Tetap Profit?

Di masa pandemi dan new normal saat ini, mempertahankan usaha tetap profit perlu strategi khusus yang kreatif – Tips dan cara meningkatkan sales di masa pandemi ini bisa Anda gunakan sebagai strategi utama agar bisnis bisa berjalan dengan semestinya.

Pertahankan Bisnis Anda Dengan Model Marketing Flywheel

Apa yang membuat bisnis atau sebuah usaha lancar? Salah satunya adalah konsumen yang puas membeli produk/jasa Anda dan menjadi konsumen tetap karena puas dengan pelayanannya. Kondisi tersebut adalah salah satu pondasi untuk dapat terus mempertahankan usaha Anda

Menerapkan model marketing Flywheel pada bisnis Anda bisa mendatangkan konsumen baru sekaligus mempertahankan konsumen yang sudah ada agar menjadi semakin setia dengan bisnis Anda karena saling menguntungkan.

Apa itu marketing Flywheel?

Marketing Flywheel adalah strategi mempertahankan bisnis yang Jeff Bezos terapkan dan kemudian populer di kalangan marketer pada tahun 2018 silam. Inti dari strategi ini adalah menjalin hubungan baik antara bisnis dan konsumen dengan tujuan yang menguntungkan kedua belah pihak.

Berbeda dengan strategi marketing sales funnel, strategi marketing Flywheel memiliki tiga tahapan berbeda, yaitu:

  • Attract. Di tahap ini, Anda bisa mendatangkan prospek/calon konsumen dari mana saja. Boleh lewat iklan, organik, atau media promosi lainnya. Fokus tahapan ini adalah mencari prospek sebanyak-banyaknya
  • Engage. Fokus tahap ini adalah berinteraksi dengan prospek yang sudah Anda kumpulkan di tahap Attract. Untuk berinteraksi dengan konsumen, Anda bisa menggunakan media berupa konten digital, contoh: blog post, micro-blog, infografis dan lainnya
  • Delight. Di tahap ini, Anda akan membangun hubungan baik yang menguntungkan dengan konsumen. Caranya dengan memberikan pengalaman belanja yang asyik, after-sales yang mengesankan, produk yang memang bagus sesuai dengan deskripsi dan sebagainya

Penerapan model marketing Flywheel tidak terbatas pada industri apapun. Oleh karena itu Anda bisa menggunakan strategi ini terlepas dari produk/jasa yang Anda pasarkan sekarang dan terus mempertahankan usaha Anda.

Berinovasi Dengan Cara Membedakan Usaha Anda Dari Kompetitor

“Sedikit lebih beda lebih baik daripada sedikit lebih baik.” – Pandji Pragiwaksono. Ini bukan quote yang berkaitan dengan bisnis… Tapi, quote ini bisa Anda terapkan di bisnis apapun.

Apapun produk yang Anda jual, akan ada kompetitor dengan produk yang sama bahkan persis. Kalau sudah begitu, apa yang biasanya dilakukan orang lain? Pasti akan ada persaingan harga. Pasti akan ada penurunan kualitas. Dan pasti, akan ada persaingan yang tidak sehat.

Daripada menggunakan solusi standar dan “cara lama”, kenapa tidak memberanikan diri dengan inovasi yang beda dari kompetitor?

Contoh terkecil adalah Email Marketing. Hampir semua bisnis pasti menjalankan marketing via iklan (FB Ads, Google Ads, IG Ads), media sosial, dan WhatsApp. Kecil sekali bisnis atau usaha yang memanfaatkan Email Marketing sebagai salah satu funnel untuk berinteraksi dengan konsumennya.

Coba lirik Email Marketing sebagai salah satu alternatif untuk mempertahankan usaha Anda. Riset tahun 2014 dari Exacttarget melaporkan: 91% orang yang menggunakan smartphone membuka email dan 75% orang dengan smartphone tidak menggunakan sosial media sama sekali. Artinya? Peluang terbuka lebar.

Kombinasi Flywheel + Inovasi Bisa Membuat Usaha Anda Bertahan

Menggunakan strategi kombinasi antara marketing Flywheel dan inovasi pembeda usaha dari kompetitor bisa membantu Anda mempertahankan usaha dan bulletproof dari terpaan apapun, termasuk masa pandemi dan new normal.

Bagaimana bisa?

Karena dengan kombinasi ini, secara tidak langsung usaha atau bisnis Anda mempunyai environment sendiri. Apple atau Xiaomi contohnya, ada alasan mengapa dua brand raksasa ini akan terus eksis di masa depan Karena mereka berbisnis dengan tujuan membangun environment.

Maksudnya, ketika orang membeli produk Apple atau Xiaomi, secara tidak langsung orang tersebut masuk ke dalam lingkungan yang brand ini buat dan menjadi “penduduk” tetap di dalamnya.

Penutup

Itu dia tips mempertahankan usaha agar tetap profit di saat usaha lain sedang tergerus, bahkan bangkrut. Daripada membuat bisnis jangka pendek yang suksesnya sebentar lalu besok tutup, lebih baik  membuat bisnis jangka panjang dengan dua kombinasi strategi powerful di atas.

Simak juga beragam tips menjalankan usaha lainnya yang menawarkan beragam informasi terkait membangun, mengembangkan atau mempertahankan usaha.

Tips Mengenal Kondisi Usaha yang Kurang Sehat dan Solusinya

Mengenali kondisi usaha yang kurang sehat sejak dini sangat penting untuk kelangsungan bisnis Anda. Karena telat menyadarinya bisa membuat Anda dan perusahaan pailit – alias bangkrut.

Usaha yang berkembang akan sangat mudah terlihat dan dikenali. Sebaliknya, usaha yang kurang sehat lebih sulit terdeteksi. Karena banyaknya variabel yang perlu penilaian ketika berbisnis sebelum memutuskan sehat atau tidaknya sebuah perusahaan.

Bagaimana Cara Mengatasi Kondisi Usaha yang Kurang Sehat?

Mudah saja, coba baca dan jawab pertanyaan di bawah ini sesuai dengan kondisi usaha Anda yang sekarang dengan jujur.

Apakah Usaha Anda Memiliki Pembukuan dan Catatan Kas yang Rapi?

Pembukuan adalah proses pencatatan yang teratur, di dalamnya terdapat data berupa informasi keuangan  perusahaan per periode. Di akhir periode, pembukuan tersebut akan dikumpulkan jadi sebuah neraca dan laporan laba rugi.” – Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007.

Saking pentingnya pembukuan dan catatan kas untuk sebuah usaha, hal ini sampai diatur menjadi sebuah undang-undang. Masih menganggap remeh pembukuan untuk usaha Anda?

Meski banyak pengusaha mulai sadar kalau pembukuan itu penting, banyak yang lebih mementingkan hal lain seperti sumber daya manusia (SDM) dan produk. Padahal, dengan catatan kas dan pembukuan yang proper bisa jadi petunjuk antara usaha sehat dan “penyakitan”.

Walaupun usaha Anda masih berskala kecil, tidak ada ruginya mulai mengorganisir seluruh catatan keuangan. Termasuk di dalamnya: pajak penghasilan, hutang, piutang dan hal lain yang berhubungan dengan uang di dalam buku besar.

Apakah usaha Anda memiliki pembukuan dan catatan kas yang rapi dan terorganisir? Kalau jawabannya adalah “Iya”, berarti usaha Anda sehat.

Apakah Bisnis Anda Punya Hutang dan Piutang yang Terkontrol?

Punya hutang dan piutang bukanlah sebuah masalah untuk jalannya usaha karena ada manfaatnya. Masalahnya adalah, ketika jumlahnya terlalu banyak dan tidak terkontrol dengan baik, hutang-piutang bisa mendatangkan masalah besar untuk usaha Anda.

Sebagai contoh, rasio utang minimum yang aman untuk sebuah usaha adalah 40 persen ke bawah. Sementara angka maksimumnya adalah 50 persen dari total aset perusahaan. Ketika melebihi angka ini, berarti kondisi usaha Anda tidak sehat dan berpotensi bangkrut.

Pun, begitu juga dengan piutang.. Ketika piutang terlalu banyak artinya usaha tidak memiliki masukan dan akan membuat rugi perusahaan.

Pertanyaan kedua ini juga berhubungan erat dengan pertanyaan pertama yang membahas kas dan pembukuan. Dengan memiliki pembukuan, semua data berisi hutang piutang usaha bisa terlihat dengan jelas. Anda juga bisa menilai kondisi sehat atau tidaknya usaha dari nilai hutang dan piutang berjalan.

Apakah bisnis Anda punya hutang dan piutang yang terkontrol? Kalau “Iya”, berarti perusahaan Anda masih sehat.

Apakah Pelayanan Anda Sudah Profesional?

Apapun jenis usahanya – Apapun produk yang Anda jual – Apapun cara melayani prospek/customer Anda, profesionalisme adalah hal yang langsung terlihat dan bisa dinilai dengan gamblang oleh semua orang.

Perlu Anda catat, perusahaan Anda memiliki brand image. Ketika brand image rusak, akan sulit untuk mengembalikannya dengan cara apapun. Kalaupun bisa, akan memakan banyak waktu, kreativitas dan biaya yang tidak sedikit.

Bagaimana cara menjaga brand image? Lagi-lagi dengan cara menunjukkan profesionalisme dalam berbisnis.

Apakah pelayanan Anda sudah profesional? Kalau jawabannya “Iya”, selamat.. kondisi perusahaan Anda masih sehat.Penyebab Usaha Tidak Berkembang dan Solusinya.

Jika perusahaan Anda tidak terdampak akibat persaingan usaha tidak sehat seperti monopoli tapi kondisinya tidak juga berkembang dari waktu ke waktu, berarti ada yang salah di dalam internal perusahaan.

Untuk melihat masalah internal yang ada di usaha Anda, jawab tiga pertanyaan di atas, yaitu:

  • Apa usaha Anda memiliki pembukuan dan catatan kas yang rapi dan terorganisir?
  • Apakah bisnis Anda punya hutang dan piutang yang terkontrol?
  • Apakah pelayanan Anda sudah profesional?

Tiga pertanyaan simpel ini bisa menjadi jawaban Anda dan efektif sebagai cara bangkit dari kegagalan bisnis.

Penutup

Menyadari dari awal kondisi usaha yang kurang sehat bisa menjadi petunjuk penting antara bisnis yang sukses dan gagal. Solusinya adalah membangun infrastruktur sederhana dan kesadaran akan tiga hal penting dalam berbisnis: (1) pembukuan terorganisir, (2) hutang-piutang terkontrol, (3) profesionalisme terjaga.

Simak juga 2 strategi dan tips mempertahankan usaha agar tetap lancar sebagai salah satu sumber inspirasi dalam menjalankan usaha.

Tips Menjalankan Bisnis Online Agar Pelanggan Tetap Setia

Jika kepuasan pelanggan menjadi ujung tombak pencapaian bisnis Anda, maka kesetiaan pelangganlah yang akan menjadi indikator keberhasilan tersebut. Dalam hal ini Anda perlu memahami kiat-kiat yang dilakukan agar pelanggan tetap setia.

Ingin Pelanggan Tetap Setia?

Ikuti beberapa tips mengenai bagaimana cara untuk mempengaruhi minat pembeli agar menjadi pelanggan tetap.

1. Jaga Selalu Mutu Produk

Tips pertama dalam menciptakan nilai dan kepuasan pelanggan adalah dengan selalu menjaga kualitas produk atau jasa yang Anda berikan. Jangan pernah sekali pun Anda mengabaikan aspek Quality Assurance maupun Quality Control  di setiap aktivitas bisnis Anda.

Dengan memastikan kualitas produk sebelum Anda mengirimkannya kepada pelanggan, Anda setidaknya sudah mengupayakan bagaimana caranya agar pelanggan tetap setia.

2. Ciptakan Impresi Positif

Sebagai seorang pebisnis, apa yang akan Anda lakukan untuk membuat pelanggan Anda setia? Salah satunya adalah dengan memberikan kesan positif di setiap layanan yang Anda berikan.

Jika Anda memiliki website atau blog sebagai media bisnis, upayakan tampilan yang sederhana tapi menarik bagi pelanggan.

Mempersingkat response time kepada pelanggan juga dapat menjadi salah satu cara mempengaruhi minat pembeli agar pelanggan tetap setia Anda.

3. Permudah Sistem Layanan

Jangan sampai kata ‘ribet’ muncul dari pelanggan Anda ketika harus melakukan proses order, pembayaran, atau pengembalian produk.

Dalam hal ini, Anda perlu menerapkan strategi one-click solution di setiap fitur aplikasi atau transaksi yang akan pelanggan Anda gunakan.

Jika mencantumkan prosedur atau tata cara bertransaksi, pastikan penjelasan dan instruksi yang Anda sampaikan mudah dipahami dan tidak menimbulkan multitafsir.

4. Perluas Media Informasi dan Komunikasi

Memanfaatkan media sosial yang marak digunakan oleh pelanggan Anda merupakan salah satu cara menarik minat pembeli agar pelanggan tetap setia.

Media sosial tidak hanya berguna sebagai sarana pemasaran dan promosi, tetapi juga berguna sebagai media komunikasi ketika pelanggan ingin menghubungi Anda.

5. Kenalkan Nilai Bisnis Anda

Tidak menutup kemungkinan business value yang Anda sematkan ke dalam bisnis Anda memiliki kesamaan dengan visi yang dimiliki oleh pelanggan. Khususnya yang memiliki keterkaitan dengan isu-isu sosial yang sedang marak terjadi.

Seperti misalnya, bisnis Anda lebih menekankan pentingnya penggunaan bahan daur ulang demi pelestarian lingkungan dan menanggulangi penumpukan sampah.

Dengan memperkenalkan nilai bisnis tersebut, secara tidak langsung Anda sudah menerapkan cara untuk mempengaruhi minat pembeli agar menjadi pelanggan tetap setia Anda.

6. Kontrol Harga

Menjaga nilai jual produk atau jasa yang Anda tawarkan dapat menjadi salah satu cara terampuh membentuk dan menjaga agar pelanggan tetap setia.

Jika memang karena suatu alasan tertentu Anda harus menaikkan harga jual produk, pastikan selisihnya masih masuk akal bagi pelanggan Anda. Bila perlu, Anda dapat memberikan sedikit imbauan mengenai kenaikan harga tersebut.

7. Tingkatkan After-sale Service

Tidak hanya dari kualitas produk yang diterima, pelanggan Anda pun tentu akan sangat memperhatikan kualitas pelayanan setelah transaksi berhasil dilakukan. Terutama ketika terjadi kendala yang masih melibatkan proses garansi.

Pastikan Anda tidak membuat pelanggan Anda merasa dirugikan seusai melakukan transaksi bisnis dengan Anda.

8. Pertahankan Etika Bisnis

Masih berkaitan tentang impresi pelanggan, Anda pun harus tetap senantiasa menjaga etika bisnis yang sudah Anda bentuk sejak awal.

Salah satunya adalah dengan tidak mempublikasikan konten-konten yang bersifat provokatif apalagi intimidatif terhadap semua kalangan, termasuk kompetitor Anda.

9. Beri Ruang untuk Testimoni

Cara lain untuk membangun dan mempertahankan agar pelanggan tetap setia, Anda perlu memberikan mereka kesempatan untuk menampilkan tanggapan mengenai kualitas produk dan layanan yang Anda berikan.

Bersikaplah terbuka terhadap setiap penilaian. Tunjukkan Anda memiliki integritas dalam meningkatkan kualitas produk atau layanan yang Anda berikan kepada semua pelanggan.

10. Ciptakan Program-Program Pro-Konsumen

Selain kesembilan tips di atas, cara lain yang dapat Anda lakukan sebagai seorang pebisnis online untuk membuat pelanggan Anda tetap setia adalah dengan membuat program-program khusus bagi mereka.

Anda dapat memberikan bonus, membuat penawaran spesial, membentuk komunitas pelanggan, atau mengadakan acara spesial bagi mereka. Tujuannya tidak lain sebagai wujud apresiasi atas kesetiaan pelanggan kepada Anda.

Selamat mempraktikkan kiat-kiat yang dilakukan agar pelanggan tetap setia kepada Anda.

Jangan lewatkan juga beragam artikel tips dalam berbisnis lainnya yang disajikan oleh mufdana dari MUF (Mandiri Utama Finance). Semoga artikel di atas bisa Anda jadikan sebagai salah satu sumber inspirasi dalam menjalankan usaha.

Cara Mengembangkan Usaha Kecil Agar Bisa Bertumbuh Menjadi Besar

Setiap bentuk usaha pasti tidak lepas dari tantangan dan himpitan untuk semakin berkembang, tak terkecuali bisnis berskala kecil. Kendati demikian, Anda dapat mempelajari cara-cara mengembangkan usaha kecil Anda hingga kelak menjadi besar.

Beberapa tips berikut ini akan membahas strategi-strategi pengembangan usaha kecil Anda sehingga dapat meminimalisir kemungkinan risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

1.    Pahami Jenis Usaha Anda

Cara pengembangan usaha kecil paling awal yang harus Anda lakukan sejak dini adalah dengan memperkuat pondasi atau identitas bisnis Anda. Caranya?

Mungkin pertanyaan-pertanyaan berikut ini dapat membantu Anda untuk sejenak memproyeksikan bisnis apa yang hendak Anda jalani.

  • Usaha apa yang sebenarnya ingin Anda geluti?
  • Apa jenisnya?
  • Berapa modal awal yang Anda butuhkan?
  • Seberapa bergunakah produk atau jasa yang Anda tawarkan ke khalayak?
  • Mengapa Anda memilih jenis usaha tersebut?

2.    Fokus dan Konsisten dengan Jenis Usaha Anda

Setelah memahami betul seluk-beluk usaha yang Anda lakukan, maka selanjutnya adalah mempertahankan fokus dan konsisten dengan jenis usaha Anda tersebut.

Jangan sampai Anda mudah tergoda oleh bentuk usaha lain yang tampaknya lebih sukses dan lancar ketimbang usaha Anda saat ini. Perlu Anda ingat bahwa mengembangkan usaha kecil menjadi besar bukan berarti beralih dari tujuan awal.

3.    Persiapkan Strategi Operasional

Segiat apa pun dalam membangun usaha kecil, bila Anda tidak mempersiapkan strategi operasional dengan matang, pada akhirnya Anda akan kerepotan. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk merugi.

Lalu apa contohnya strategi operasional itu? Anda wajib mempersiapkan beberapa contoh berikut:

  • Pemasok: Berapa jumlah pemasok yang Anda kenal? Kredibel atau tidak?
  • Distributor: Siapa yang akan menjadi distributor Anda?
  • Layanan Konsumen: Bagaimana cara berinteraksi dengan klien? Siapa?
  • Transportasi kurir: Untuk keperluan apa saja? Berapa budget-nya?

4.    Persiapkan Manajemen Keuangan

Salah satu cara manajemen keuangan bisnis paling dasar adalah dengan memisahkan antara uang pribadi dan usaha. Di samping itu, Anda juga harus mencatat setiap detail transaksi bisnis yang berlangsung.

Strategi lain dalam mengelola keuangan bisnis Anda adalah dengan tidak tergesa-gesa mengalokasikan dana Anda demi keperluan ekspansi. Setidaknya tunggu sampai siklus keuangan usaha Anda benar-benar stabil.

Kemudian, jika Anda sudah mendapatkan perhitungan yang matang dan siap untuk mengembangkan usaha, maka Anda dapat mulai untuk melakukan ekspansi. Dana yang dibutuhkan untuk itu bisa Anda dapatkan dari berbagai sumber. Antara lain dari keuntungan yang telah disisihkan atau dengan mengajukan pinjaman modal usaha dan sebagainya.

5.    Pelajari Setiap Kompetitor

Bagaimana cara Anda mengembangkan usaha dengan modal kecil hingga kelak menjadi besar? Tidak lain adalah dengan mempelajari sebanyak mungkin kompetitor. Misalnya:

  • Apa yang menjadi keunggulan dari produk mereka?
  • Mengapa bisa unggul?
  • Bagaimana strategi promosi dan pemasaran mereka?
  • Seberapa kuat pengaruh kompetitor Anda bagi konsumen?
  • Bagaimana kesan konsumen secara umum terhadap kompetitor?

6.    Pelajari Segmentasi Pelanggan

Selain kompetitor, Anda juga harus paham betul mengenai (calon) konsumen Anda. Seperti misalnya:

  • Siapakah yang kemungkinan besar akan menjadi pelanggan Anda?
  • Produk atau layanan apa yang banyak konsumen Anda butuhkan?
  • Media sosial apa yang banyak mereka gunakan?
  • Bagaimana cara mereka berkomunikasi (gaya berinteraksi)?
  • Bonus seperti apa yang mereka inginkan?

7.    Pelajari Tren yang Marak di Masyarakat

Situasi sosial yang sedang berlangsung di kalangan masyarakat, baik yang berkaitan dengan isu kesehatan maupun kebijakan publik, dapat menjadi sarana untuk mengembangkan usaha kecil Anda menjadi besar.

Sebagai contoh, Anda dapat berperan serta dalam pencegahan penyebaran virus Corona dengan mempublikasikan anjuran-anjuran positif. Hal ini dapat berupa penerapan protokol kesehatan dengan melakukan belanja secara online.

8.    Bersiaplah untuk Selalu Berinovasi

Sesuatu yang monoton itu membosankan, bukan? Apa yang akan Anda lakukan semisal Anda bosan dengan suatu produk yang bentuk dan kualitasnya hanya begitu-begitu saja? Pasti Anda cenderung akan beralih ke produk yang lain, benar?

Oleh karena itu, jika Anda sendiri bosan dengan sesuatu yang monoton, jangan sampai pelanggan Anda mengalaminya dari bisnis Anda.

Meningkatkan mutu dan menyematkan sesuatu yang baru di produk atau layanan Anda adalah modal utama dalam berinovasi.

9.    Persiapkan Strategi Promosi

Selain memanfaatkan beragam media sosial yang banyak digunakan oleh konsumen, Anda dapat juga perlu untuk meminta tanggapan pelanggan Anda soal produk atau layanan yang mereka dapatkan.

Testimoni atau penilaian positif yang diberikan pelanggan secara langsung dapat menjadi sarana promosi dalam menyakinkan calon pembeli tentang produk yang Anda pasarkan.

10.   Tumbuhkan Trust Pelanggan

Tips terakhir yang dapat Anda terapkan adalah menumbuhkan kepercayaan atau Trust pelanggan sehingga kelak mereka akan kembali lagi kepada Anda.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan pendekatan aftersales. Jangan biarkan pelanggan Anda merasa kesulitan untuk menghubungi Anda kembali. Khususnya ketika terjadi permasalahan dengan produk yang mereka terima dari Anda.

Anda perlu memastikan bahwa setiap pelanggan mendapatkan jaminan kualitas dan garansi penanggulangan kerusakan bilamana terjadi peristiwa yang tidak diharapkan.

Setidaknya sepuluh hal di atas merupakan contoh-contoh rencana pengembangan usaha yang dapat Anda terapkan di bisnis Anda. Sangat tidak menutup kemungkinan bila Anda dapat menemukan cara mengembangkan usaha kecil lain yang sesuai dengan bisnis dan prospek Anda.

Tips Mendapatkan Modal Untuk Mengembangkan Usaha UMKM

Geregetan melihat usaha Anda hanya begitu-begitu saja? Ingin menambah modal untuk mengembangkan usaha agar semakin maju dan menguntungkan? Simak sejumlah tips berikut.

Artikel ini akan mengulas cara mempersiapkan modal untuk mengembangkan usaha, khususnya bagi usaha kecil atau UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).

Cara Mendapatkan Modal Untuk Mengembangkan Usaha

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dipertimbangkan dalam mendapatkan modal untuk mengembangkan usaha Anda:

Melakukan Efisiensi Usaha

Cara pertama yang paling sederhana adalah mengevaluasi seluruh kegiatan dan biaya operasional usaha Anda.

Pangkaslah biaya pengeluaran yang bersifat pemborosan dan hilangkan kegiatan kerja yang tidak memberikan dampak pada kemajuan usaha.

Melakukan kedua hal tersebut akan menghasilkan penghematan yang signifikan terhadap biaya operasional secara keseluruhan. Sehingga, keuntungan usaha Anda akan meningkat secara langsung di bulan berikutnya.

Dari keuntungan tersebut, Anda bisa sisihkan untuk modal pengembangan usaha.

Selain melakukan efisiensi dari sisi biaya operasional, Anda juga bisa merampingkan aset usaha yang kurang produktif.

Menjual Aset Usaha yang Kurang Produktif

Kendaraan operasional yang jarang terpakai, alat atau mesin produksi lawas yang menganggur dan sebagainya, akan lebih bermanfaat jika Anda jual untuk dialihkan ke modal pengembangan usaha.

Alternatif selain menjual adalah menggadaikan aset-aset tersebut untuk mendapatkan dana segar dari penyedia layanan gadai yang Anda percaya.

Menggunakan Dana & Aset Pribadi

Memasukkan modal tambahan dari tabungan pribadi Anda bisa menjadi alternatif berikutnya. Selain dari tabungan, Anda juga bisa menjual aset-aset pribadi yang tidak produktif.

Jika memungkinkan, ini merupakan salah satu cara alternatif yang efektif dalam mengembangkan usaha tanpa harus terbebani oleh hutang.

Mengikuti Program Bantuan Usaha

Tidak jarang, pemerintah hingga perusahaan besar mengadakan program bantuan permodalan untuk usaha yang sedang berkembang.

Program tersebut demi mendukung kemajuan UMKM, memperbanyak penyerapan tenaga kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka pengangguran.

Nah, Anda bisa mengajukan usaha Anda ke dalam program tersebut dengan memenuhi semua persyaratan yang ada.

Mengajukan Pinjaman Modal Usaha

Jika keempat cara di atas tidak memungkinkan, maka Anda bisa mempertimbangkan pengajuan pinjaman modal usaha kepada perusahaan pembiayaan maupun perseorangan.

Saat ini sudah banyak lembaga yang bisa Anda manfaatkan, mulai dari lembaga pembiayaan yang bersifat umum (konvensional), hingga yang berbasis syariah.

Anda juga bisa mempertimbangkan pengajuan pinjaman melalui kerabat, teman atau rekan kerja Anda jika jumlahnya tidak terlalu besar.

Penting Anda garis bawahi, meminjam uang untuk modal pengembangan usaha harus Anda perhitungkan secara matang. Jangan sampai hutang tersebut menjadi bumerang bagi usaha Anda yang sedang berkembang.

Negosiasi dengan Supplier

Cara ini sering juga disebut dengan istilah “modal dari supplier.” Prinsipnya, Anda mengajukan permohonan kepada supplier untuk memberikan stok barang di muka dengan pembayaran di belakang atau sesuai tempo yang disepakati.

Ada 2 model dalam hal ini, pertama, supplier memberikan barang dengan akad piutang. Sehingga, barang tersebut sepenuhnya menjadi milik Anda dan selanjutnya Anda harus membayar dalam jangka waktu tertentu.

Model kedua adalah “sistem konsinyasi atau titip barang,” yaitu supplier menitipkan barangnya kepada Anda dan kewajiban Anda hanya membayar sebatas barang yang telah terjual.

Mencari Investor

Apabila usaha Anda berjalan dengan baik dan memiliki catatan akuntansi yang profesional, maka mencari investor untuk mendapatkan suntikan dana segar akan menjadi lebih mudah.

Dalam merekrut investor, upayakan nilai investasinya tidak lebih besar dari milik Anda. Hal ini ditujukan agar Anda masih bisa mendapatkan bagian keuntungan usaha yang lebih besar.

Selain itu, buatlah perjanjian yang fair dan lengkap untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan di kemudian hari.

Menekan Risiko Usaha

Tersedia banyak cara dalam mencari modal untuk mengembangkan usaha, seperti yang telah diulas di atas. Pilih cara yang paling memungkinkan dengan tetap mempertimbangkan risiko.

Perhitungkan keputusan Anda dengan cermat, sehingga tambahan modal yang didapat tidak menimbulkan dampak negatif yang membebani usaha di kemudian hari. Terutama jika Anda berniat mendapatkan modal dengan berhutang dan merekrut investor.

Tips Mempersiapkan Modal Untuk Membangun Usaha

Anda ingin membangun usaha baru, namun masih bingung masalah modal?

Jika iya, teruslah membaca!

Artikel ini akan memberikan Anda tips cara mempersiapkan modal untuk membangun usaha dengan cara yang tepat.

Pengusaha baru biasanya bertanya, “berapa besar modal yang harus saya siapkan?”

Untuk menjawabnya, ketahui dulu biaya apa saja yang diperlukan untuk membangun usaha Anda. Sewa ruko, pembelian perabot, stok produk, perkiraan operasional bulanan dan seterusnya mesti Anda rinci se-detail mungkin.

Jenis Modal Untuk Membangun Usaha

Dalam menghitung anggaran tersebut, Anda bisa mengelompokkan masing-masing biaya ke dalam 3 jenis modal usaha berbeda yaitu:

1. Modal Investasi Awal

Yaitu biaya yang Anda keluarkan untuk pembelian aset usaha. Aset-aset ini dapat berupa seperti etalase produk, meja, seperangkat komputer kasir, membayar jasa renovasi interior & eksterior toko dan seterusnya.

2. Modal Kerja

Adalah seluruh produk yang ingin Anda jual atau bisa juga bahan baku produksi bagi usaha yang bergerak dalam bidang manufaktur.

3. Modal Operasional

Merupakan biaya rutin bulanan atau tahunan seperti listrik, air, internet, sewa toko, gaji pegawai, dan seterusnya. Dalam hal ini, Anda bisa menghitung biaya rutin selama 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan ke depan.

Modal investasi awal dan modal kerja merupakan modal terbesar dalam membangun suatu usaha. Jadi, Anda perlu perhitungkan dengan cermat.

Selanjutnya, gunakan rumus mencari modal usaha berikut ini untuk menghitung jumlah modal yang harus Anda siapkan:

Modal Usaha = Modal Investasi Awal + Modal Kerja + Modal Operasional

6 Cara Mencari Modal Usaha Yang Paling Umum

Berikut ini adalah 6 cara mencari modal usaha yang paling banyak diterapkan:

1. Menggunakan Tabungan Pribadi

Jika memungkinkan, cara pertama ini paling direkomendasikan. Dengan menggunakan uang pribadi, Anda tidak akan terbebani oleh cicilan hutang di kemudian hari.

Keunggulan berikutnya, usaha yang Anda bangun akan sepenuhnya milik Anda. Tidak ada pembagian hasil keuntungan ke pihak manapun. Semua laba usaha 100% masuk ke kantong Anda.

Namun jika tabungan yang tersedia tidak cukup, maka solusi terbaik adalah dengan menjual aset.

2. Menjual Aset Pribadi

Evaluasi kembali aset-aset Anda yang kurang produktif (jarang terpakai). Tanah menganggur, mobil, perhiasan, mesin dan sebagainya adalah beberapa contoh aset yang bisa Anda evaluasi untuk dialihkan sebagai modal usaha.

Jika tidak memungkinkan menjual aset, maka cara berikutnya Anda perlu mencari modal eksternal dari pihak lain.

3. Mencari Pinjaman Modal Usaha

Sebagai langkah awal, orang terdekat mulai dari kerabat, teman dan rekan kerja adalah pihak yang pertama kali bisa Anda hubungi.

Namun jika tidak memungkinkan, alternatifnya Anda bisa menggunakan layanan pinjaman modal usaha ke lembaga permodalan yang sudah banyak di Indonesia.

Menggunakan modal dari hasil meminjam memiliki kelebihan dan kekurangan. Sehingga, Anda perlu mempertimbangkannya dengan matang.

4. Mencari Investor

Solusi lain dari meminjam adalah mengajak investor mendanai usaha Anda. Cara ini lebih menguntungkan dibanding meminjam, karena resiko usaha akan ditanggung bersama oleh Anda dan investor.

Namun, Anda harus memiliki perjanjian yang sedetail mungkin dengan pihak investor untuk menghindari perselisihan di kemudian hari.

5. Kerjasama Usaha Patungan

Bagaimana jika modal yang dibutuhkan Rp50 juta dan saya sudah memiliki Rp25 juta?

Dalam kasus ini, Anda bisa menawarkan kerjasama usaha patungan kepada orang lain. Di mana, kedua belah pihak akan menanggung modal sebesar Rp25 juta.

Nantinya setelah usaha berjalan, hasil keuntungan bisnis akan dibagi rata kepada kedua belah pihak, atau menyesuaikan kesepakatan yang ada.

Layaknya kerjasama dengan investor, Anda harus memiliki perjanjian yang lengkap dalam usaha patungan. Tujuannya demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

6. Modal Supplier

Menyediakan stok barang merupakan modal kerja yang memerlukan alokasi dana cukup besar. Namun, Anda bisa menyiasatinya dengan bernegosiasi kepada supplier untuk mendapatkan kebijakan barang di muka dan pembayaran di belakang atau hutang.

Jika memungkinkan, cari supplier yang menawarkan kerjasama konsinyasi (titip barang). Dengan begitu, Anda bisa menekan kebutuhan modal kerja usaha serendah mungkin.

Modal Bukanlah Hambatan

Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, pernah berkata, “Saya pikir aturan sederhana dalam berbisnis adalah melakukan hal yang paling sederhana terlebih dahulu. Setelah itu barulah kamu bisa melakukan banyak progress kemajuan.”

Bob Sadino, pemilik jaringan usaha Kemfood dan Kemchick juga mengatakan, “Jangan pernah berprinsip HARUS ADA UANG untuk memulai usaha. Coba dibalik, HARUS ADA USAHA untuk menghasilkan uang!”

Jika Anda masih kesulitan masalah modal, renungi kedua ucapan pengusaha profesional di atas. Modal untuk membangun usaha tidak melulu berupa uang. Langkah Anda memulai dari hal yang paling sederhana merupakan modal yang tidak kalah penting.

5 Tips dan Cara Memilih Tempat Usaha yang Strategis

Mendapatkan tempat strategis adalah salah satu prioritas utama kalau Anda ingin mendirikan usaha berskala mikro-kecil dan menengah. Masih bingung cara dan penerapannya? Ini tips untuk Anda yang mencari cara memilih tempat usaha yang strategis.

Lokasi strategis adalah kunci berhasilnya suatu usaha. Kenapa? Karena mendirikan usaha di tempat yang tidak strategis membuang banyak uang untuk biaya pemasaran yang belum terbukti akan mendatangkan keuntungan di masa depan.

Sebaliknya, lokasi usaha yang strategis bisa mendatangkan keuntungan tanpa perlu mengeluarkan biaya pemasaran.

Simak tipsnya berikut ini.

Bagaimana Cara Memilih Tempat Usaha yang Strategis?

Memilih tempat usaha yang strategis akan mudah dengan menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini. Kalau mayoritas jawabannya adalah “Iya”, berarti lokasi yang Anda pilih sudah strategis dan sesuai.

1. Apakah Kepadatan Penduduk di Sekitar Lokasi Ramai?

Potensi suksesnya sebuah usaha berbanding lurus dengan tingkat kepadatan penduduk di sekitar lokasi. Kenapa? Karena Anda bisa menghitung daya beli penduduk sekitar dan memastikannya setiap bulan tanpa harus menerka-nerka dan berharap pada departemen pemasaran/sales marketing.

Tapi, bukan berarti Anda tidak menjalankan fungsi pemasaran ketika mendapatkan lokasi yang ramai penduduk sekitarnya. Anda (harus) tetap melakukan promosi seperti bisnis lainnya.

2. Bagaimana Dengan Penghasilan Penduduk Sekitar?

Percuma memiliki lokasi tempat usaha yang strategis kalau penduduk di sekitar lokasi tidak mempunyai daya beli yang mumpuni untuk menjadi konsumen usaha Anda. 

Sesuaikan tempat usaha dengan produk/jasa yang Anda jual. Contoh, menjual kopi berkonsep cafe tidak akan cocok di pedesaan yang warga sekitar terbiasa mengkonsumsi kopi sasetan. Daerah pedesaan akan lebih cocok dengan produk sembako dan produk yang harga jualnya lebih murah walaupun ada penurun dari segi kualitas.

3. Seberapa Ramai Tingkat Lalu Lalang Kendaraan Masyarakat?

Kalau ramai kendaraan yang lewat, itu bisa jadi pertanda lokasi memiliki potensi sebagai tempat usaha yang strategis di kemudian hari meskipun sekarang masih sepi. Tapi dengan syarat.. lokasi tersebut bukan jalan besar atau jalan yang dilalui kendaraan sebagai jalan alternatif.

Kalau lebih dominan dilalui pejalan kaki, usaha warung dan sejenisnya akan lebih menguntungkan. Kalau lebih dominan mobil dan motor, usaha bengkel dan sejenisnya bisa jadi lebih menguntungkan.

4. Apakah Banyak Usaha Lainnya di Sekitar Lokasi Usaha?

Contoh kecil yang nyata dan bisa menjadi bukti konkrit adalah persaingan minimarket antara Indomaret dan Alfamart. Kedua gerai ini (hampir) bisa dipastikan ada di satu lokasi yang sama dan menjadikannya tempat usaha yang strategis.

Alasan lainnya adalah, dengan banyaknya jenis usaha di lokasi tertentu, kunjungan orang-orang yang mempunyai banyak motif akan menguntungkan. Bisa jadi, ada orang yang sebelumnya tidak ingin belanja di toko Anda justru belanja karena dorongan impulsif. Contoh kecilnya, lihat pasar malam, mall dan event besar.

5. Sudah Siap Membayar Uang Sewa Tempat Usaha?

Lokasi yang strategis terkenal dengan biaya sewa tempat yang relatif lebih mahal daripada lokasi yang sepi. Hal ini lumrah di bidang bisnis karena sudah menjadi kodratnya. Sebagai pengusaha, yang harus Anda lakukan adalah bersiap untuk kemungkinan membayar sewa yang akan naik seiring waktu berjalan.

Bagaimana kalau lokasinya terlihat sepi tapi harga sewanya mahal? Gunakan akal sehat dan berpikir secara rasional. Kalau perlu, lakukan riset sederhana dengan bertanya pada pengusaha dan pedagang di sekitar tentang keraguan Anda sebelum menyewa tempat.

Menemukan lokasi ideal dan perhitungan yang matang, namun anggaran belum mencukupi? Anda masih bisa mempertimbangkan pinjaman modal usaha sebagai salah satu solusi.

Strategi Memilih Lokasi Usaha yang Pasti Menguntungkan

Dengan menjawab lima pertanyaan di atas, Anda bisa mendapatkan lokasi usaha yang strategis dengan mudah. Sebagai bonus, ini 6 karakteristik yang menggambarkan kalau tempat tersebut benar-benar strategis dan sesuai untuk usaha, yaitu:

  • Tempatnya sesuai dengan demografis konsumen usaha Anda
  • Aksesnya mudah
  • Luasnya ideal dan sesuai dengan produk/jasa Anda
  • Terdapat bisnis lainnya dan bahkan kompetitor
  • Suka mengadakan event dan ramai kunjungan di hari tertentu (contoh: malam minggu)
  • Mudah terlihat dari kejauhan 

Itulah tips dan cara memilih tempat usaha yang strategis untuk jualan apapun yang pasti dijamin laku karena lingkungan sekitarnya mendukung.

Simak juga berbagai artikel tips berbisnis lainnya sebagai salah satu sumber inspirasi dalam merencanakan dan membangun usaha Anda.