Wujudkan Semua Mimpi

Tips Menabung Harian: Bangun Kebiasaan Menabung Sejak Dini

Mengetahui tips menabung harian adalah salah satu hal penting. Apalagi jika Anda ingin memulai habit menabung.

Umumnya, orang-orang masih menganggap jika menabung berarti mengumpulkan “sisa” keuangan. Jika begitu caranya, sangat wajar jika usaha Anda selalu gagal. 

Lantas, sebaiknya bagaimana?

Tips Berhasil Menabung Harian Secara Efektif

Berikut adalah beberapa tips agar bisa menabung setiap hari. Siapa tahu dapat membantu Anda dalam membangun habit menabung harian.

1. Mengubah Mindset

Anda masih berstatus pelajar? Anda bisa mengaplikasikan tips menabung harian untuk pelajar yang satu ini.

Mindset yang benar dalam menabung juga akan berpengaruh pada konsistensi Anda dalam menabung. Dengan mindset yang kurang tepat, sudah pasti Anda akan kesulitan menabung, meskipun hanya Rp5 ribu per hari.

Ubah mindset dari “menyisihkan uang” menjadi “potongan awal”. Misal, Anda punya uang Rp100 ribu dan akan menabung nanti setelah semua kebutuhan tercukupi. Itu akan susah.

Coba jika Anda memotong di awal, sebagai contoh  10% dari total uang harian Anda. Jadi, Anda sudah menabung Rp10 ribu di awal. Nah, barulah sisanya bisa Anda gunakan untuk keperluan yang lain. 

2. Masukkan Tabungan dan Lupakan

Selama ini, mungkin Anda selalu mengingat berapa saja nominal tabungan Anda. Dengan begitu, tidak heran jika menabung terasa berat dan membosankan. 

Selain membuat Anda cepat bosan, terlalu mengingat tabungan membuat aktivitas bisa terganggu. Tentu saja hal ini kurang efektif. 

Langkah terbaiknya adalah melupakan uang yang sudah Anda tabung. Anda hanya perlu memasukkan sedikit uang ke tabungan. Waktu demi waktu pun berlalu dan Anda akan terbiasa menerapkan tips menabung harian ini.

3. Jangan Langsung Menabung dalam Jumlah Besar Sekaligus

Jika memang Anda sanggup, silahkan. Tapi, jika Anda masih kesulitan, apalagi sedang berada di fase membangun habit menabung, sebaiknya hindari hal ini.

Menabung dalam jumlah besar memang efektif untuk hasil akhir yang besar. Namun, sebaiknya Anda memulainya dengan nominal yang lebih kecil. Siapa yang akan menjamin jika setelah menabung Anda justru kehabisan uang?

Jadi, mulai menabung dengan nominal kecil sebagai salah satu tips menabung harian di celengan. Jika sudah terbiasa, Anda bisa menambah nominalnya sedikit demi sedikit. 

4. Buat Celengan yang Sulit untuk Dibuka

Ada kalanya setelah mulai berusaha untuk rutin menabung, tetapi tidak lama kemudian jumlahnya kembali menipis karena berbagai godaan.

Ini bisa saja terjadi salah satunya karena tempat penyimpanannya terlalu mudah untuk Anda akses. 

Salah satu tips menabung harian di rumah agar tidak diambil adalah dengan membuat tempat penyimpanan yang susah untuk dibuka. Misalnya seperti kaleng celengan. 

Sebenarnya menggunakan tabungan celengan juga bisa saja Anda buka. Akan tetapi, ini akan memerlukan effort lebih dan kemungkinan besar Anda akan mengurungkan niat untuk membukanya. 

5. Potong Pengeluaran Konsumtif

Berat rasanya membatasi hal-hal yang sudah biasa Anda lakukan. Misalnya seperti memotong pengeluaran makan yang tadinya Rp30 ribu menjadi Rp20 ribu bahkan Rp15 ribu. 

Padahal, sebenarnya ini merupakan salah satu cara yang efektif untuk bisa menabung harian. Jika merasa kesulitan, Anda bisa memulainya dengan memasak sendiri, alih-alih jajan lewat driver ojol atau ke restoran. 

Selain hemat pengeluaran karena bahan-bahannya lebih terjangkau, tips menabung harian ini juga menjadi kesempatan untuk hidup lebih sehat dan higienis.

6. Maksimalkan Promo Diskon

Butuh refreshing dengan ke mall atau liburan, tapi lagi berusaha menabung? Tenang saja! Anda tetap bisa melakukannya, kok.

Bagaimana caranya?

Caranya yaitu dengan memanfaatkan diskon. Coba deh cek aplikasi e-wallet Anda atau cek aplikasi untuk beli tiket. Anda bisa belanja atau liburan saat ada diskon dan potongan. 

Selain tidak bikin boros, diskon bisa membuat Anda dapat keuntungan banyak, karena mendapatkan harga yang lebih terjangkau dari biasanya.  Sudah pasti, tips menabung harian ini akan efektif!

7. Batasi Tingkat Belanja Online

Meskipun Anda selalu mengejar diskon, tapi jika habit belanja online terlalu berlebihan, ya hasilnya akan sama saja. 

Rasanya memang seru bisa belanja online. Selain harganya lebih murah, Anda juga tidak perlu membuang waktu untuk perjalanan. Namun, jika Anda ingin menabung, Anda bisa mengurangi intensitas belanja.

Ingat, ini hanya membatasi, bukan berarti Anda tidak boleh sama sekali. Selama menabung, sebaiknya Anda buat prioritas terlebih dahulu. 

Pilah mana yang termasuk kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Setelah itu, baru renungkan kira-kira apakah barang tersebut sangat urgen atau tidak.

Intinya, menabung harian akan terasa lebih mudah jika Anda menerapkan tips di atas. Mulai dari mengubah mindset, membuat tabungan yang sulit Anda buka, sampai mengurangi intensitas belanja online.

Apakah informasi tentang tips menabung harian ini membantu? Jangan lewatkan beragam artikel mengenai tips keuangan lainnya yang disajikan oleh mufdana dari Mandiri Utama Finance (MUF).

Cara Mengatur Gaji Agar Selalu Cukup dan Bisa Nabung

“Gaji rasanya kok nggak pernah cukup, ya?” Apakah Anda juga mengalami hal yang sama? Mungkin bukan gajinya yang nggak cukup, tetapi Anda yang belum tahu bagaimana cara mengatur gaji.

Untuk mengetahui apakah gaji kita benar-benar cukup atau tidak, kita harus melihat total pengeluaran selama sebulan. Sewajarnya, penghasilan kita harus lebih besar dari pengeluaran.

Sayangnya, kerap kali orang merasa gajinya tidak cukup bukan karena benar-benar pengeluarannya yang lebih besar, tetapi karena kurang mampu mengelolanya. 

Lantas, bagaimana cara mengatur gaji bulanan agar cukup dan ada sisa untuk ditabung?

Cara Mengelola Gaji Agar Cukup dan Bisa Menabung

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengelola gaji agar tidak habis sebelum akhir bulan. Seperti misalnya:

1. Buat Budget Bulanan

Budget pengeluaran setiap orang pasti berbeda-beda. Oleh karena itu, tidak bisa kita paksaan harus menggunakan pembagian gaji 50 30 20.

Anda bisa membagi gaji dengan membuat budget bulanan sesuai besarnya pengeluaran setiap bulan. Selanjutnya, buat pos untuk masing-masing keperluan. Seperti belanja bulanan, belanja mingguan, tagihan, dan lain-lain.

Bagi dan masukkan uang Anda ke dalam pos tersebut sesuai dengan nominal yang Anda tetapkan. Dengan cara mengatur gaji seperti ini, Anda tidak perlu menunggu sisa uang di akhir bulan untuk menabung. Anda sudah mengantongi sisa uang dari awal.

2. Cek Sisa Pengeluaran

Setelah menentukan budget bulanan, cek apakah ada penghasilan yang tersisa atau tidak. Jika tidak bersisa, cek kembali budget bulanan Anda. 

Cara mengatur gaji bulanan 2 juta agar cukup yaitu hapus beberapa list yang dirasa tidak terlalu urgent. Selain itu, kurangi nominal beberapa budget yang sekiranya masih bisa Anda hemat.

Jika tetap tidak bersisa atau hanya tersisa sedikit, sebaiknya tambah penghasilan. Anda bisa menambah penghasilan dengan menjadi freelancer, kerja paruh waktu, dropshipper, reseller, atau yang lainnya.

3. Disiplin Membeli Kebutuhan Sesuai Budget

Selalu disiplin dalam membeli kebutuhan yang sesuai dengan budget. Jangan habiskan budget di awal, sehingga merasa kurang di akhir bulan. 

Anda bisa mencatat setiap kebutuhan yang hendak Anda beli agar tidak tergoda untuk membeli yang lain. Ini juga bisa diterapkan sebagai cara mengatur gaji harian.

Jika merasa kesulitan untuk disiplin dengan budget bulanan, Anda bisa membagi budget bulanan ke dalam budget mingguan. Dengan begitu, durasinya akan lebih pendek dan Anda akan tetap memiliki uang meski di akhir bulan.

4. Lunasi Utang

Salah satu yang tak kalah penting saat memikirkan cara mengatur gaji adalah dengan memprioritaskan untuk melunasi utang terlebih dahulu. List semua utang yang Anda miliki. Mulai dari pinjaman ke teman, KPR, kartu kredit, paylater, pinjol dan lain sebagainya. 

Dahulukan untuk melunasi utang jangka pendek (pinjol, paylater) yang memiliki bunga besar dan tanggal jatuh tempo paling pendek. Untuk utang kartu kredit, minimal bayar sebesar pembayaran minimum (pokok kredit+bunga dibagi 10).

Sementara untuk utang jangka panjang, bayar sesuai tagihan setiap bulannya. Anda tidak perlu buru-buru melunasi asalkan tagihannya tidak lebih dari 30% penghasilan.

5. Tambah Dana Darurat

Setelah utang lunas dan dana darurat belum terkumpul secara ideal, cara mengatur gaji selanjutnya dengan menambah dana darurat. Anda bisa mengumpulkan dana darurat di tabungan, reksa dana, atau tempat penyimpanan lain yang mudah dicairkan.

Adapun besarnya dana darurat ideal yang bisa Anda kumpulkan yaitu 6x pengeluaran bulanan jika masih single. Untuk yang sudah menikah, Anda bisa kumpulkan sebesar 9x pengeluaran bulanan. 

Sementara itu, sebaiknya kumpulkan dana darurat sebesar 12x pengeluaran bulanan jika sudah memiliki anak.

6. Beli Asuransi

dalam menyiasati cara mengatur gaji, jangan sepelekan asuransi. Asuransi sangat penting untuk proteksi keuangan Anda. Minimal Anda memiliki asuransi kesehatan dari BPJS.

Dengan memiliki askes, Anda tidak perlu meminjam uang atau menggunakan dana darurat, atau bahkan tabungan saat Anda sakit. 

Mungkin terlihat berat harus bayar premi setiap bulan padahal badan dalam kondisi sehat. Namun, kelak hal ini akan sangat membantu Anda. 

Mulai ubah mindset bahwa asuransi bukan investasi. Asuransi yang Anda beli bukan untuk membayar biaya pengobatan Anda saat sakit, tetapi untuk memberi Anda proteksi. Agar saat Anda sakit, setidaknya keuangan Anda masih aman.

7. Mulai Investasi

Terakhir, jika uangnya masih tersisa, mulailah untuk berinvestasi. Anda bisa berinvestasi di reksa dana, obligasi, saham, P2P lending, emas, properti, dan lain-lain.

Sebelum berinvestasi, tentukan tujuan keuangan Anda, lalu pilih produk investasi yang sesuai dengan profil risiko Anda. Jangan berinvestasi di produk yang tidak Anda tahu dan tidak diawasi OJK.

Secara sederhana, cara mengatur gaji 3 juta ada 4 langkah yang bisa Anda lakukan, yaitu:

  1. Penuhi kebutuhan rutin;
  2. Lunasi utang jika masih memiliki utang;
  3. Miliki dana darurat dan asuransi;
  4. Pergunakan untuk lifestyle.

Lakukan secara urut dari atas ke bawah. Jangan terbalik!

Dengan mengikuti cara mengatur gaji di atas dengan konsisten dan disiplin, Anda tidak lagi kehabisan uang sebelum akhir bulan.

Jangan lewatkan beragam artikel mengenai tips keuangan lainnya yang disajikan oleh mufdana dari Mandiri Utama Finance (MUF).

Cara Mengelola Keuangan Pribadi dengan Cerdas

Orang yang memiliki penghasilan besar tidak selamanya kaya. Banyak yang kemudian bangkrut, bahkan terlilit hutang karena mereka tidak tahu bagaimana cara mengelola keuangan pribadi yang baik.

Pernah dengar kisah petani Tuban yang dapat ganti rugi miliaran rupiah? Coba lihat berapa banyak sisa uang yang mereka punya. Kabar mengejutkannya, bahkan ada yang hanya tersisa Rp50 juta saja di tabungan. 

Mengapa bisa begitu? 

Sebab, mereka belum siap dan memiliki ilmu pengelolaan keuangan yang cukup. Akibatnya, uang yang mereka punya berkurang banyak dalam waktu 2 bulan saja. Lantas, bagaimana cara mengelola keuangan pribadi secara efektif dan optimal?

Cara Mengelola Keuangan Pribadi dengan Cerdas

Agar ini tidak terjadi pada Anda, simak tips dan cara mengatur keuangan bulanan secara sederhana berikut ini.

1. Catat Setiap Pengeluaran

Untuk mengetahui besarnya pengeluaran setiap bulan, catat secara detail setiap pengeluaran Anda. Kategorikan pengeluaran-pengeluaran tersebut sesuai dengan pos pembagian keuangan pribadi yang Anda buat.

Manfaatkan buku kecil, Microsoft Excel, atau aplikasi pencatat keuangan, seperti Pina, Money Lover, Andromoney dan lain-lain.

2. Buat Anggaran Bulanan

Setiap orang pasti memiliki pengeluaran yang berbeda-beda. Anda tidak bisa mematok secara pasti rumus keuangan pribadi, sekian persen untuk kebutuhan rumah, atau sekian persen untuk kebutuhan sekolah.

Anda bisa membuat rencana anggaran bulanan dengan melihat catatan keuangan. Buat pos untuk masing-masing keperluan, seperti belanja bulanan, belanja mingguan, tagihan, dan lain-lain.

3. Lunasi Utang Terlebih Dahulu

Salah satu cara mengelola keuangan pribadi yang penting untuk diperhatikan, jika Anda masih punya utang, prioritaskan untuk melunasinya terlebih dahulu. Coba buat list semua utang yang Anda miliki. Mulai dari pinjaman ke teman, KPR, kartu kredit, paylater, pinjol dan lain sebagainya. 

Selanjutnya, pisahkan antara hutang jangka pendek (pinjol, paylater, kartu kredit) dan hutang jangka panjang (KPR).

Dari hutang jangka pendek, dahulukan untuk melunasi hutang konsumtif yang memiliki bunga besar dan tanggal jatuh tempo paling pendek. 

Jika seluruh utang terkumpul di kartu kredit, minimal bayar sebesar pembayaran minimum (jumlah pokok kredit dan bunga dibagi 10). Saat masih ada sisa, masukkan ke dalam kartu kredit dengan saldo terkecil.

Sementara untuk hutang jangka panjang, Anda tidak perlu buru-buru melunasi. Yang terpenting, tagihannya tidak lebih dari 30% penghasilan.

4. Persiapkan Dana Darurat

Sebagai tips atau cara mengatur keuangan untuk pemula, Anda bisa mulai mempersiapkan dana darurat terlebih dahulu. Ini bertujuan untuk mengantisipasi jika ada kondisi darurat yang membutuhkan pengeluaran lebih.

Anda bisa mengumpulkan dana darurat di tabungan atau reksa dana. Usahakan pilih tempat penyimpanan yang liquid alias mudah untuk Anda cairkan saat Anda butuhkan tiba-tiba.

Lantas, berapa besarnya dana darurat ideal yang harus Anda kumpulkan?

Untuk yang masih single, Anda bisa memiliki dana darurat sebesar 6x pengeluaran bulanan. Jika sudah menikah, Anda bisa kumpulkan sebesar 9x pengeluaran bulanan. Ini berbeda jika sudah punya anak, sebaiknya kumpulkan 12x pengeluaran bulanan.

Namun, jika belum sanggup mencapai nominal tersebut, jangan putus asa dan tetap menabung untuk dana darurat sedikit demi sedikit.

5. Buat Proteksi dengan Membeli Asuransi

Jangan sepelekan asuransi. Asuransi sangat penting untuk proteksi keuangan Anda. Minimal Anda memiliki asuransi kesehatan dari BPJS.

Dengan memiliki askes, Anda tidak perlu meminjam uang atau menggunakan dana darurat, bahkan tabungan, saat Anda sakit. 

Mungkin terlihat berat harus bayar premi setiap bulan padahal badan dalam kondisi sehat. Tapi, percayalah, ini akan sangat membantu Anda saat dibutuhkan nantinya. 

Mulai ubah mindset bahwa asuransi bukan investasi. Asuransi yang Anda beli bukan untuk membayar biaya pengobatan Anda saat sakit, tetapi untuk memberi Anda proteksi. Agar saat Anda sakit, setidaknya keuangan Anda masih aman.

6. Mulai Berinvestasi

Jika sudah tidak ada utang konsumtif dalam jangka pendek, dana darurat dan asuransi juga sudah ada, mulailah untuk berinvestasi. Anda bisa berinvestasi di reksa dana, obligasi, saham, P2P lending, emas, properti dan lain-lain.

Dengan demikian, maka cara Anda dalam mengelola keuangan pribadi akan semakin baik dan membuahkan hasil yang signifikan.

Sebelum berinvestasi, tentukan tujuan keuangan Anda, lalu pilih produk investasi yang sesuai. Selalu pelajari risiko, potensi keuntungan, dan faktor lain yang bisa mempengaruhi persentase keuntungan dari setiap produk investasi yang Anda pilih.

Jangan berinvestasi di produk yang tidak Anda tahu dan menjanjikan keuntungan besar dengan pasti. Hindari juga investasi yang belum jelas sumber keuntungannya dan tidak diawasi OJK.

7. Lakukan Evaluasi Setiap Akhir Bulan

Jangan lupa untuk melakukan evaluasi setiap bulan. Apakah pengeluaran Anda sudah sesuai dengan anggaran? Adakah pengeluaran tak terduga yang memakan banyak pengeluaran? Jika ada, apa sebabnya?

Cek juga apakah cara membagi keuangan pribadi Anda sudah efektif atau belum. Jika ada pengeluaran yang bisa Anda hemat lagi, coba kurangi anggaran keuangan pada pos tersebut di bulan selanjutnya.

Sebisa mungkin kurangi berburu promo jika itu barang yang tidak Anda butuhkan. Memang benar harganya akan lebih murah, tetapi jika Anda tidak membelinya, Anda tidak akan kehilangan uang sepeser pun.

Jangan tunggu uang Anda banyak baru mau belajar cara mengelola keuangan pribadi. Justru belajar dari sekarang agar keuangan Anda semakin baik dan Anda tidak kaget saat tiba-tiba mendapat rezeki banyak.

Jangan lewatkan beragam artikel mengenai tips keuangan lainnya yang disajikan oleh mufdana dari Mandiri Utama Finance (MUF).

Kebebasan Finansial: Manfaat, Perhitungan & Kiat Suksesnya

Siapa sih yang tidak ingin mencapai kebebasan finansial? Hampir setiap orang pasti memimpikannya. Namun, apa itu kebebasan finansial?

Kebebasan finansial atau merdeka finansial adalah kondisi di mana seseorang sudah bisa memenuhi biaya hidupnya sehari-hari dari passive income. Di tahap ini, kondisi finansial bukan lagi hal yang perlu dicemaskan.

Sebagai contoh, misal biaya hidup Anda Rp5 juta setiap bulan. Jika passive income yang Anda hasilkan sudah bisa mencapai minimal Rp5 juta per bulan, maka Anda sudah mencapai financial freedom.

Manfaat Kebebasan Finansial

Dengan mencapai financial freedom, Anda bisa memperoleh beberapa manfaat. Manfaat bebas finansial di antaranya yaitu:

1. Mandiri Secara Finansial

Dengan bebas secara keuangan, artinya Anda tidak perlu lagi bergantung pada orang lain atau bahkan cari pinjaman untuk urusan finansial.

Kebebasan finansial juga memungkinkan Anda untuk memutus rantai sandwich generation. Dengan begitu, keturunan Anda tidak harus membiayai dirinya sendiri, anak, dan juga orang tuanya. 

2. Tidak Lagi Pusing Memikirkan Cara Memenuhi Kebutuhan Harian

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Anda tak perlu lagi pusing-pusing memikirkan caranya. Sebab, sudah memiliki dana yang cukup. dan lainnya. 

Ini menjadi waktunya Anda untuk bisa menikmati kerja keras Anda selama ini! Anda juga bisa membeli hal-hal yang Anda butuhkan tanpa khawatir saat melihat harganya. 

3. Memiliki Waktu Luang untuk Melakukan Hal yang Anda sukai

Mencapai kebebasan finansial artinya Anda memiliki waktu luang untuk fokus ke hal yang Anda sukai. Anda juga punya kebebasan lebih untuk menjalani hobi.

Kalau pun Anda masih ingin bekerja, Anda bisa memilih pekerjaan yang sesuai dengan passion. Jadi, Anda bekerja bukan lagi karena uang, tetapi karena memang hal itu adalah hal yang Anda suka. Selain itu,  

Bagaimana? Sudah tidak sabar untuk mencapai kebebasan finansial  di usia muda?

Level Keuangan Menuju Kebebasan Finansial

Sebelum mulai menghitung besarnya biaya yang Anda butuhkan untuk mencapainya, ada 3 level menuju kebebasan finansial yang harus Anda pahami. Pastikan Anda sudah achieved seluruhnya. 

1. Financial Literacy

Di tahap ini, Anda sudah bisa menentukan strategi yang cocok untuk tujuan Anda, karena Anda sudah memahami kondisi keuangan Anda. 

Seperti yang Anda pahami, setiap orang pasti memiliki profil risiko dan situasi keuangan yang berbeda. Maka dari itu, membutuhkan strategi yang berbeda pula.

2. Financial Security

Kondisi keuangan Anda di level ini sudah lebih stabil dan aman. Anda sudah tidak perlu khawatir lagi apabila terjadi kondisi darurat, karena sudah mempunyai dana darurat ideal dan asuransi.

3. Financial Independence

Untuk memenuhi kebutuhan di level keuangan ini, Anda tidak perlu bergantung dan berutang pada orang lain. Sebab, dana yang Anda miliki sudah cukup untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari.

Cara Menghitung Biaya Menuju Kebebasan Finansial

Setelah mengetahui 3 level keuangan menuju kebebasan finansial, kini saatnya memperkirakan berapa dana yang harus Anda siapkan untuk mencapainya.

Rumus: 

Pengeluaran Tahunan = Pengeluaran bulanan x 12

Dana yang Harus Terkumpul= Pengeluaran Tahunan / return investasi

Jika pengeluaran Anda setiap bulannya adalah Rp5 juta, maka pengeluaran setahun Anda mencapai Rp60 juta. 

Anggap saja Anda masukkan dana pensiun ke produk investasi yang memiliki return 5%. Sehingga dana yang harus Anda kumpulkan sebanyak Rp1,2 miliar.

Namun, perlu menjadi catatan bahwa potensi return investasi tersebut berdasarkan asumsi di masa lalu. Sementara itu, situasi dan kondisi mungkin saja berubah, sehingga mempengaruhi nilai return di masa depan. 

Simulasi hitungan tersebut juga masih mengesampingkan inflasi. Ini berarti dengan adanya inflasi, dana yang perlu Anda siapkan harus lebih besar dari perhitungan di atas. 

Kiat Mencapai Kebebasan Finansial

Ingin mencapai financial freedom di usia muda? Bisa kok! Untuk mencapai bebas finansial usia 40, Anda bisa mengikuti 3 tips sederhana di bawah ini.

1. Catat Pengeluaran Secara Detail

Lakukan pencatatan pengeluaran secara detail agar Anda tahu bagaimana kondisi keuangan Anda dan besarnya pengeluaran setiap bulan dan. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah dalam mengatur keuangan.

Tak hanya itu, Anda juga bisa tahu biaya hidup Anda selama satu bulan. Biaya tersebut akan menjadi dasar perhitungan untuk mengetahui dana yang perlu Anda kumpulkan agar bisa mencapai kebebasan finansial. 

2. Menambah Active Income

Cara mencapai kebebasan finansial yang selanjutnya yaitu dengan menambah active income. Jika active income yang Anda peroleh semakin besar, maka dana yang bisa Anda investasikan juga akan semakin besar. 

Selain itu, pertimbangkan juga untuk menambah penghasilan dari side job sebagai freelancer, kerja paruh waktu, dropship, atau reseller.

3. Investasi

Mulailah untuk berinvestasi. Kenapa harus investasi? Investasi ini seperti kendaraan yang akan mempercepat Anda untuk mencapai tujuan keuangan. 

Dengan berinvestasi, Anda bisa memperoleh keuntungan dari return investasi. Ini akan membuat nilai uang Anda bertambah, sehingga akan lebih cepat untuk mencapai kebebasan finansial.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa mencapai kebebasan finansial memang tidak mudah tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. Asalkan Anda tetap produktif dan konsisten, cita-cita mencapai financial freedom tetap bisa Anda raih.

Jangan lewatkan beragam artikel lain mengenai tips finansial lainnya yang disajikan oleh mufdana dari Mandiri Utama Finance (MUF).

Tips Mengatur Keuangan Pribadi untuk Pemula

Uang Anda selalu habis sebelum akhir bulan? Artikel ini akan memberi Anda informasi tips mengatur keuangan agar keuangan Anda sehat dan stabil.

Sebanyak apa pun penghasilan Anda, jika tidak Anda kelola dengan baik, besar kemungkinan keuangan Anda tidak akan stabil. 

Lantas, bagaimana tips mengatur keuangan pribadi secara efektif dan optimal?

Tips dan Cara Mengatur Keuangan Pribadi

Untuk tahu bagaimana cara mengatur keuangan pribadi yang baik, intinya 20% adalah pengetahuan dan 80% behavior

Agar berhasil, berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda ikuti agar keuangan Anda bisa lebih sehat dan stabil.

1. Buat Catatan Keuangan

Untuk mengetahui besarnya pengeluaran setiap bulan, tips mengatur keuangan pertama adalah dengan mencatat secara detail setiap pengeluaran Anda. Kategorikan pengeluaran-pengeluaran tersebut sesuai dengan pos pembagian keuangan pribadi yang Anda buat.

Manfaatkan buku kecil, Microsoft Excel atau aplikasi pencatat keuangan, seperti Pina, Money Lover, Andromoney dan lain-lain.

Jika malas mencatat secara detail, Anda bisa mencoba alternatif lain dengan mencatat pengeluaran rutin bulanan (listrik, air, internet dan sebagainya). Catat juga pengeluaran mingguan dalam sebulan.

2. Buat Anggaran Bulanan

Tips dan cara mengatur keuangan untuk pemula yang selanjutnya yaitu buat anggaran setiap bulan. 

Setiap orang pasti memiliki pengeluaran yang berbeda-beda. Anda tentu tidak bisa kita menyamaratakan rumus keuangan pribadi, sekian persen untuk kebutuhan rumah, atau sekian persen untuk kebutuhan sekolah.

Anda bisa membuat rencana anggaran bulanan dengan melihat catatan keuangan. Buat pos untuk masing-masing keperluan. Seperti belanja bulanan, belanja mingguan, tagihan, dan lain-lain.

Lakukan evaluasi setiap akhir bulan apakah pengeluaran Anda sudah sesuai dengan anggaran atau belum. Jika ada pengeluaran tak terduga yang memakan banyak pengeluaran, selidiki alasannya.

3. Mampu Mengendalikan Diri

Anda sering kali impulsif dan tiba-tiba beli barang yang tidak diperlukan? Hati-hati! Ini bisa bahaya untuk keuangan Anda dan menggagalkan tips mengatur keuangan keluarga.

Coba pikir kembali sebelum Anda membeli sesuatu. Pahami apakah Anda benar-benar membutuhkan barang itu atau hanya sekadar nafsu belaka. 

Tanya pada diri Anda 2-3 kali bagaimana jika Anda tidak membeli barang itu sekarang juga. Jika setelah dipikirkan ternyata tidak ada aktivitas yang terganggu, coba tunda terlebih dahulu.

Anda juga bisa menyesuaikan keinginan Anda dengan melihat kondisi keuangan Anda. Sebaiknya jangan berutang atau menggunakan kartu kredit untuk hal-hal yang bersifat konsumtif.

4. Konsisten

Merasa menabung dan mengatur keuangan itu sulit? Coba lihat sudah berapa lama Anda melakukan hal itu.

Jika masih 1 bulan, 3 bulan atau bahkan 6 bulan, coba lebih lama lagi. Lakukan secara rutin dan jangan terputus.

Cara mengatur keuangan bulanan tidak bisa berhasil secara instan. Itu tergantung bagaimana kondisi keuangan dan usaha Anda saat ini.

Bisa jadi Anda hanya butuh 1 tahun hingga semuanya ideal. Bisa juga Anda membutuhkan waktu hingga 3 tahun hingga bisa stabil. Yang terpenting kuncinya adalah KONSISTEN.

5. Tidak Menyepelekan Uang Kecil

Tips mengatur keuangan selanjutnya adalah jangan pernah menganggap remeh pengeluaran-pengeluaran kecil, seperti beli seblak, snack dan lain-lain. Meskipun terlihat kecil secara nominal, jika ini Anda lakukan setiap hari, maka akan berdampak pada pengeluaran Anda.

Terkadang pengeluaran-pengeluaran kecil inilah yang justru membuat keuangan Anda bocor. Tanpa terasa, setiap hari Anda menghabiskan Rp20 ribu untuk beli jajanan atau es kekinian. Dalam satu bulan, ini sudah memakan budget sekitar Rp600 ribu.

Selain itu, jangan juga menganggap remeh return investasi yang kecil. Meskipun kecil, jika ini terus digulung dalam waktu yang lama, maka akan menghasilkan return yang besar juga.

6. Jangan Mudah Tergiur Promo

Lho, bukannya memanfaatkan promo bisa menghemat pengeluaran dan bisa menjadi salah satu tips menabung?

Memang betul. Membeli barang saat diskon atau promo bisa lebih menghemat budget. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan sisa uang tersebut untuk keperluan yang lain.

Yang perlu menjadi perhatian adalah jika Anda tergiur promo untuk hal-hal yang tidak Anda butuhkan. Sebisa mungkin hindari hal itu. 

Memang benar harganya akan lebih murah, tetapi jika Anda tidak membelinya, Anda tidak akan kehilangan uang sepeser pun.

7. Lunasi Utang Lebih Dulu

Tips lain dalam mengatur keuangan yang perlu mendapat perhatian khusus adalah masalah utang. Jika Anda masih punya utang, prioritaskan untuk melunasinya terlebih dahulu. Coba buat list semua utang yang Anda miliki. Mulai dari pinjaman ke teman, KPR dan lain sebagainya. 

Selanjutnya, pisahkan mana utang jangka pendek (pinjol, paylater, kartu kredit) dan mana hutang jangka panjang (KPR).

Dari utang jangka pendek, dahulukan untuk melunasi utang konsumtif yang memiliki bunga besar dan tanggal jatuh tempo paling pendek. 

Jika seluruh utang terkumpul pada kartu kredit, minimal bayar sebesar pembayaran minimum (jumlah pokok kredit dan bunga dibagi 10). Ketika ada sisa, masukkan ke dalam kartu kredit dengan saldo terkecil.

Sementara untuk hutang jangka panjang, Anda tidak perlu buru-buru melunasi, asalkan tagihannya tidak lebih dari 30% penghasilan.

Penutup

Tips mengatur keuangan tidak hanya perlu pengetahuan. Ini hanya menyumbang 20% saja. Anda juga membutuhkan konsistensi alias kebiasaan yang baik agar pengelolaan keuangan Anda berhasil. Bagaimana kebiasaan Anda dalam mengelola uang juga akan mencerminkan bagaimana Anda menjalani hidup.

Jangan lewatkan beragam artikel lain mengenai tips keuangan lainnya yang disajikan oleh mufdana dari Mandiri Utama Finance (MUF).

Tujuan Manajemen Keuangan dan Pengertiannya

Sebenarnya, apa sih tujuan manajemen keuangan itu? Apakah manajemen keuangan sepenting itu?

Dalam ulasan ini, kita akan mengetahui beberapa tujuan sekaligus alasan penting kenapa Anda sebaiknya menerapkan manajemen keuangan Anda. Langsung saja, simak ulasan berikut ini!

Mengenal Apa Itu Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan adalah aktivitas yang dilakukan untuk mengkoordinir dan memanage keuangan. Baik perorangan maupun perusahaan bisa melakukan manajemen keuangan. 

Kegiatan utama dari manajemen keuangan tersebut meliputi:

  • Mengatur,
  • Merencanakan, 
  • Mengarahkan, dan 
  • Mengawasi aktivitas finansial.. 

Sebelumnya, ruang lingkup manajemen keuangan hanya pada alokasi dana secara efisien. Namun, kini penggunaannya jauh lebih luas, sehingga tujuan penggunaan atau pengaplikasian juga semakin banyak.  

Apa Tujuan Manajemen Keuangan?

Ada banyak fungsi dan tujuan manajemen keuangan. Tidak hanya untuk membuat keuangan lebih tertata rapi, tetapi juga ada tujuan-tujuan lainnya. Dalam ulasan ini, fokus kita adalah beberapa tujuan berikut.

  1. Hasil maksimal dari sumber daya yang ada
  2. Efisiensi penggunaan modal 
  3. Meningkatkan kesejahteraan
  4. Perencanaan pengeluaran pajak 

Secara lebih detail, langsung saja kita mulai pembahasan pada ulasan berikut ini.

1. Memperoleh Hasil Maksimum

Siapa sih yang tidak menginginkan hasil maksimal? Semua orang dan perusahaan tentu menginginkan hal ini. Pertanyaannya, apa saja komponen yang berpengaruh pada hasil yang maksimal ini?

Nah, salah satu komponen yang berpengaruh yaitu manajemen keuangan. Dengan keuangan yang transparan dan tertata rapi, Anda bisa menentukan dan memperkirakan seberapa besar usaha yang mungkin Anda kerahkan dari pendanaan yang ada. 

Jadi, proses pengelolaan pun bisa lebih maksimal karena strategi sudah matang dan tujuan lebih terarah. Ini bisa meminimalisir adanya kebocoran sumber dana, sehingga, hasil yang Anda harapkan pun bisa mendekati maksimal. 

2. Modal dan Produksi Jauh Lebih Efisien

Salah satu penyebab dari penggunaan dana berlebih dan cenderung boros adalah manajemen keuangan yang kurang tepat dan tidak terstruktur rapi.

Pada akhirnya, biaya produksi dan modal pun membengkak dan akan mengacaukan strategi ke depannya. Oleh sebab itu, tujuan sekaligus fungsi manajemen keuangan sangat penting dalam merumuskan berbagai kebijakan. 

Dengan manajemen keuangan, Anda bisa memiliki berbagai opsi yang berbeda dengan kelebihan dan kekurangan yang ada. Dampaknya, efisiensi akan muncul untuk menekan pengeluaran. 

3. Meningkatkan Kesejahteraan 

Karena memastikan kelancaran dan memantau arus keuangan, secara otomatis manajemen keuangan akan membantu Anda dalam meningkatkan kesejahteraan.

Apa maksudnya?

Jadi, kondisi keuangan memang akan sangat berpengaruh pada pola pikir dan kebijakan yang akan diambil. Jika kondisi keuangan stabil atau meningkat, Anda pasti juga akan merasa tenang dan sejahtera.

Begitu pun dalam sebuah perusahaan. Tujuan manajemen keuangan dalam perusahaan yaitu untuk memastikan aktivitas, termasuk kelancaran dan kesejahteraan. 

Kesejahteraan ini bisa meliputi sistem upah yang sehat dan sesuai, kondisi kerja yang sehat, dan masih banyak lagi. 

4. Memperkirakan Pengeluaran Pajak

Pajak merupakan salah satu kewajiban yang harus Anda berikan sebagai bentuk kontribusi pada negara. Sayangnya, banyak orang yang tidak mengetahui kira-kira berapa besaran pajak yang harus mereka tanggung.

Karena ketidaktahuan dan waktu yang mepet, pada akhirnya, mereka akan cenderung tergesa dalam memperhitungkannya. Jumlahnya juga tidak sesuai dan akurat. 

Nah, manajemen keuangan menjadi solusi terbaik dalam permasalahan ini. Anda bisa memperkirakan seberapa besar pengeluaran pajak yang harus Anda keluarkan nantinya. 

Apakah Tujuan Manajemen Keuangan Hanya Itu?

Tentu tidak.

Berdasarkan jurnal “Fungsi dan Tujuan Manajemen Keuangan”, ada dua pendekatan tujuan manajemen keuangan perusahaan, yaitu:

  1. Pendekatan Risiko Hasil,
  2. Pendekatan Likuiditas Profitabilitas.

Bagaimana saja tujuan berdasarkan pendekatan tersebut? Langsung saja kita bahas.

1. Pendekatan Risiko Hasil 

Dalam pendekatan ini, terdapat 4 tujuan manajemen keuangan. Keempat tujuan tersebut, yaitu:

  1. Memperoleh laba atau keuntungan yang maksimal.
  2. Risiko atau tingkat kemungkinan terburuk yang kecil,
  3. Manager bisa mengetahui lebih cepat dalam menanggapi adanya kekeliruan dalam penggunaan dan pencarian data.
  4. Menjaga fleksibilitas. 

Pendekatan ini condong pada bagian manajer keuangan dalam menciptakan laba maksimum dengan tingkat risiko yang lebih kecil atau seminimal mungkin.

2. Pendekatan Likuiditas Profitabilitas

Dalam pendekatan ini, fokusnya lebih pada peran manajer keuangan dalam menjaga likuiditas dan profitabilitas secara seimbang, serasi dan selaras. 

Likuiditas dalam hal ini bisa berarti harus selalu tersedianya uang kas untuk membesarkan berbagai biaya yang wajib Anda bayar. Misalnya seperti sewa dan asuransi. 

Sedangkan profitabilitas bisa memiliki arti sebuah usaha adanya kemungkinan tumbuhnya keuntungan atau laba jangka panjang. 

Penutup

Intinya, manajemen keuangan memiliki berbagai peranan yang sangat penting untuk kondisi keuangan dan perusahaan. 

Tentu saja ini juga akan berdampak pada kemajuan perusahaan dengan berbagai kebijakan-kebijakan yang bersumber dari manajemen keuangan tersebut.

Sekarang pertanyaannya, apakah Anda sudah menerapkan manajemen untuk keuangan? Melihat berbagai tujuan manajemen keuangan tersebut, yuk segera perhatikan keuangan untuk perekonomian yang lebih optimal!

Simak juga berbagai artikel mengenai tips keuangan lainnya yang disajikan oleh mufdana dari Mandiri Utama Finance (MUF).

Perencanaan Keuangan: Pengertian, Manfaat dan Tahapannya

Anda pasti memiliki cita-cita punya finansial masa depan yang sejahtera dan sehat, bukan? Akan tetapi, apakah Anda sudah memiliki perencanaan keuangan yang matang untuk hal ini? 

Jika belum, wah sayang sekali. 

Perencanaan ini harus Anda buat sedini mungkin untuk menghadapi masa depan yang belum pasti. Nah, kira-kira apa sih perencanaan itu? Apa manfaat dan bagaimana saja caranya? 

Yuk,simak ulasan tentang materi perencanaan keuangan berikut!

Apa Itu Perencanaan Keuangan?

Perencanaan keuangan adalah sebuah usaha untuk mengatur keuangan, baik itu pemasukan maupun pengeluaran. Tujuannya agar arus keuangan lebih terukur dan Anda bisa mewujudkan cita-cita atau tujuan Anda. 

Meskipun uang bukanlah segalanya, tapi segalanya butuh uang, bukan?

Begitu pula dengan berbagai tujuan Anda di masa depan nanti. Pasti juga akan membutuhkan uang. Misalnya seperti cita-cita beli rumah, menikah, biaya pendidikan, dana pensiun, dan masih banyak lagi.  

Nah, perencanaan ini berguna untuk menghitung arus keuangan Anda mulai dari sekarang untuk mewujudkan impian Anda. 

“Perencanaan keuangan bisa menjadi alat persiapan masa depan yang baik dengan meminimalisir hidup serba kekurangan di masa kini.

Tidak ada salahnya jika hidup Anda saat ini terkorbankan untuk kondisi finansial di masa yang akan datang. Namun, apakah mungkin jika perencanaan keuangan masa depan tetap terlaksana tanpa mengorbankan kehidupan masa kini? 

Tentu bisa dan ini luar biasa, karena itulah fungsi utamanya. 

Berbagai Manfaat Perencanaan Keuangan

Jika disimpulkan, berikut ini beberapa manfaat yang akan Anda rasakan dengan melakukan perencanaan keuangan dalam jangka panjang maupun jangka pendek. 

1. Pandai Mengalokasikan Keuangan 

Alokasi keuangan sangat penting apalagi ketika Anda memiliki bisnis sendiri. Jangan sampai keuangan pribadi dan keuangan usaha bercampur menjadi satu, karena ini akan sangat merepotkan. 

Salah satu tahap terpenting dalam perencanaan keuangan adalah alokasi dana. Pisahkan keuangan Anda untuk masing-masing pos dan jangan sampai tercampur dengan keuangan lainnya.

Dengan demikian, Anda bisa membuat perencanaan keuangan, baik untuk perusahaan dan pribadi Anda menjadi lebih baik.

2. Hemat dan Teratur

Menabung untuk masa depan tidak harus hemat secara berlebihan. Anda hanya perlu hemat ala kadarnya, tetapi tetap konsisten. 

Tentu saja, hemat di sini tidak berarti Anda harus makan mie instan setengah porsi setiap hari. Akan tetapi, lebih pada menekan gaya hidup boros seperti terlalu sering belanja atau refreshing. 

Apakah artinya Anda tidak akan pernah bisa melakukan aktivitas itu lagi? Tentu saja masih bisa. Dalam perencanaan keuangan, pos untuk shopping atau liburan ada sendiri. Jadi, tetap aman. 

3. Pastinya, Hidup Jauh Lebih Tenang

Daripada menjalankan keseharian tanpa perencanaan keuangan sama sekali, ini bisa berpengaruh pada ketenangan batin, lho.

Misalnya seperti untuk pembayaran tagihan dan tabungan. Karena Anda sudah menyisihkannya sejak awal menerima gaji, otomatis Anda sudah save money terlebih dahulu dan semua kewajiban sudah terbayarkan. 

Dalam perencanaan keuangan, ada tahapan untuk menganalisis apa saja pengeluaran yang mungkin terjadi selama satu bulan ke depan. Inilah alasannya kenapa hidup jadi lebih damai. 

4. Yang Paling Utama, Bantu Wujudkan Impian yang Lebih Terukur

Bagaimana maksudnya? 

Lagi-lagi, ini berkaitan dengan planning perencanaan keuangan pribadi sejak awal. Anda bisa menentukan kira-kira kapan tujuan keuangan Anda akan terwujud. 

Misal Anda ingin beli laptop baru dalam 5 bulan. Otomatis, Anda akan terpacu membuat rancangan keuangan terbaik terutama dalam hal alokasi dananya. 

Jadi, Anda benar-benar bisa mendapatkan laptop baru dalam waktu 5 bulan tersebut. 

Bagaimana Cara Membuat Rencana Keuangan?

Ada beberapa tahap dalam perencanaan keuangan yang harus Anda lakukan. Apa saja? Langsung saja simak ulasan berikut ini, ya!

1. Evaluasi Keuangan Saat Ini

Coba evaluasi apa saja yang menjadi kebutuhan dan tanggungan Anda saat ini. Ini berkaitan dengan status (sudah menikah atau belum, jumlah anggota keluarga, pekerjaan, kesehatan, usia, dan beberapa aspek lainnya. 

2. Susun Tujuan Keuangan Secara Terperinci dan Menjurus

Sering kali tujuan keuangan seseorang cenderung masih abu-abu. Misalnya seperti sekadar ingin kaya, ingin punya tabungan besar, atau justru beranggapan jika tujuan keuangan bisa dipikirkan belakangan.

Tidak salah, tapi ini sudah pasti kurang tepat. Coba buat planning tujuan Anda secara terperinci, baik dari segi nominal maupun waktunya. Misalnya:

  • Mewujudkan tabungan Rp10 juta pertama dalam satu tahun,
  • Punya rumah sendiri dalam 10 tahun,
  • Menunaikan ibadah haji di tahun depan, dan sebagainya.

Dengan tujuan perencanaan keuangan yang lebih nyata dan terukur, jelas saja motivasi dan rancangan keuangan tersusun lebih rapi dan pasti. 

3. Tentukan Apa yang Menjadi Pengeluaran Wajib

Ada berbagai tingkatan dalam menentukannya, dari yang paling wajib, sampai ke berbagai keperluan yang hanya sebatas keinginan. Dalam perencanaan keuangan, urutan dari yang paling penting meliputi:

  1. Kebutuhan pokok sehari-hari,
  2. Dana darurat,
  3. Asuransi
  4. Tabungan dan investasi,
  5. Rencana Pensiun
  6. warisan.

Tahap terakhir, lakukanlah dengan disiplin dalam jangka waktu yang sudah Anda tentukan sendiri. 

Penutup

Dengan mengikuti perencanaan keuangan, sudah pasti Anda bisa menjalani hari-hari Anda dengan tenang dan masa depan lebih terencana dengan matang. 

Hal ini bisa terjadi karena perencanaan tersebut mencakup berbagai hal. Mulai dari tabungan, pembiayaan asuransi, investasi dan tentu saja bagian untuk keperluan dan kebutuhan sehari-hari. 

Bagaimana dengan perencanaan keuangan Anda?

Simak juga beragam artikel mengenai tips keuangan dan solusi keuangan yang disajikan oleh mufdana dari Mandiri Utama Finance (MUF).

Tips Mengenal Profil Risiko Pribadi dalam Berinvestasi

Pada dasarnya setiap orang perlu berinvestasi untuk melindungi aset dari penurunan nilai akibat inflasi. Namun sebelum menanam modal, Anda harus mengenali jenis profil risiko berinvestasi terlebih dahulu.  

Apa itu profil risiko dan bagaimana cara mengenali ketiga jenisnya sebelum berinvestasi? Cek paparannya berikut ini. 

Pengertian Profil Risiko

Profil risiko merupakan tingkatan toleransi seseorang saat menghadapi risiko berinvestasi. Ada sebagian investor sanggup menanggung risiko tinggi, namun ada pula yang hanya mampu menghadapi risiko rendah saja. 

Bagi investor sangat penting sekali mengenali tipe profil risiko, agar lebih mudah menentukan produk investasi. Perlu Anda ketahui bahwa tingkat risiko berbanding lurus dengan keuntungan investasi. 

Apabila semakin tinggi risiko yang Anda ambil, maka semakin besar pula potensi keuntungannya (High risk, high return)

Alasan Penting Mengenalnya

Ada banyak jenis instrumen investasi dengan risiko masing-masing. Mulai dari yang cukup aman, minim risiko, hingga berisiko tinggi. Apabila Anda tidak memahami hal tersebut, bahkan salah memilih instrumen investasi kemungkinan besar akan stress. 

Begitu juga sebaliknya, jika Anda termasuk investor berpengalaman yang menginginkan timbal balik besar, akan uring-uringan kalau hasilnya stagnan.  Itulah mengapa penting sekali mengenali profil risiko pribadi sebelum berinvestasi. 

Berikut tiga alasan mendasar mengapa investor perlu mengetahui profil risiko, antara lain :

  • Mengenali jenis profil risiko berinvestasi membuat Anda dapat menentukan instrumen investasi dengan tepat. 
  • Dengan mengenali profil risiko, Anda mendapat gambaran toleransi/ tingkat risiko 
  • Dapat menjaga kenyamanan hidup

Jenis Profil Risiko Berinvestasi

Setidaknya tiga jenis profil risiko, antara lain:

Konservatif

Jenis profil risiko dalam berinvestasi yang pertama adalah konservatif. konservatif merupakan tipe investor yang memiliki tingkat toleransi rendah. Biasanya investor tipe konservatif lebih memilih bermain aman, dan seringkali mencari investasi dengan timbal balik yang cenderung stabil. 

Tipe konservatif cenderung mengambil investasi untuk jangka panjang, contohnya deposito. Bagi investor tipe konservatif, deposito adalah pilihan yang tepat untuk menyimpan sebagian penghasilan. 

Selain deposito, pilihan instrumen investasi lain adalah properti atau logam mulia.  Rata-rata investor pemula memiliki profil risiko konservatif. 

Jika ingin investasi yang berisiko, investor akan mengalokasikan sedikit dana saja. 

Moderat

Jenis profil risiko kedua dalam berinvestasi adalah moderat.  Investor moderat adalah mereka yang sedikit berani ambil risiko (sedang),  namun tetap berhati-hati memilih jenis instrumen. Tujuan finansialnya jangka menengah. 

Biasanya investor moderat merupakan seseorang yang sudah cukup lama berinvestasi dan pernah mengalami kerugian. Sehingga telah menyiapkan mental menghadapi risiko. 

Investor moderat juga akan memaklumi fluktuasi pasar modal yang tidak signifikan, namun akan membatasi jumlah investasinya. 

Kendati demikian, mereka belum benar-benar siap dengan kerugian terlalu besar, di mana rentang toleransi kerugian rata-rata 15% saja. 

Selain itu, investor moderat biasanya telah membagi investasi ke beberapa produk dengan tingkat risiko yang berbeda. 

Jenis instrumen investasi yang cocok untuk tipe moderat adalah produk yang memberikan imbal banyak, seperti reksa dana campuran. 

Agresif

Jenis profil risiko berinvestasi lainnya adalah agresif. Investor yang agresif menyukai risiko tinggi. Mereka telah siap jika modal pokoknya berkurang atau hilang demi hasil yang jauh lebih tinggi. 

Investor tipe agresif memang lebih berpengalaman  sehingga tidak takut menaruh modal besar pada instrumen berisiko. Jenis instrumen investasi pilihannya adalah saham. 

Fluktuasi pasar modal justru akan meningkatkan adrenalin. Pada saat harga saham turun, investor tipe agresif akan merasa bahwa ini peluang untuk membeli portofolio baru. Dengan keyakinan harga akan naik kembali dalam jangka waktu tertentu.

Rata-rata tipe investor agresif mempunyai tujuan finansial yang panjang dan memiliki budget khusus untuk berinvestasi.   Oleh karena itulah, tipe agresif tidak terlalu khawatir akan kerugian. 

Tips Mengenal Profil Risiko Berinvestasi

Untuk mengetahui Anda termasuk tipe profil risiko yang mana, memang tidak bisa hanya dengan menebak-nebak. 

Biasanya, penyedia produk investasi akan memberikan kuesioner sebelum Anda memulai berinvestasi.  Pertanyaan yang terdapat di dalam kuesioner seputar faktor yang mempengaruhi tinggi atau rendahnya kesanggupan Anda dalam menghadapi risiko. 

Setelah Anda mengenali profil risiko berinvestasi, maka selanjutnya sesuaikan instrumen yang cocok dalam portfolio investasi Anda. Atau, Anda juga bisa membaca tips mengenal dan memilih investasi yang aman bagi pemula sebagai panduan.

Memilih Investasi yang Aman dan 3 Tips Praktikal Bagi Pemula

Dengan banyaknya platform dan aplikasi yang menjadi wadah berinvestasi secara online, pemula pasti bingung memilih tempat investasi yang aman tapi jelas menguntungkan.

Baru belajar investasi online? Kenali tips mengenal dan memilih jenis investasi newbie friendly lewat artikel ini. Terdapat macam macam investasi terbaik yang memberikan petunjuk di mana seharusnya Anda berinvestasi.

Langsung baca di bawah, yuk!

3 Tips Praktikal Serta Cara Investasi yang Aman dan Benar

Dari tiga tips praktikal ini, nomor satu jadi yang paling krusial karena.. Baca alasannya di bawah ini:

1. Lakukan Riset Mendalam Tentang Jenis Investasinya

Sebelum berkomitmen penuh untuk investasi, lakukan riset mendalam tentang jenis investasinya. Contoh, Anda ingin berinvestasi deposito. Dengan riset sederhana akan terlihat kalau data terbaru menunjukkan bunga deposito di beberapa bank semakin menurun dari waktu ke waktu.

Temukan fakta-fakta tentang bidang investasi yang Anda ingin masuki dengan riset sederhana lewat internet. Youtube, Google dan Blog adalah “guru” terbaik Anda untuk melakukan riset.

Dari fakta baru yang terkumpul, buat kesimpulan apakah Anda siap dengan risikonya? Apa Anda sudah siap untuk riset setiap hari? Dan yang terpenting, apakah Anda menyukai model investasinya dan ingin mempelajarinya terus-menerus?

2. Pahami Kalau Semua Jenis Investasi Pasti Memiliki Risiko

Setelah melakukan riset, maka akan tersirat sebuah fakta yang sudah pasti Anda tahu tapi masih belum meyakininya 100 persen. Fakta tersebut adalah bahwa semua jenis investasi, terlepas dari platform dan jenisnya, pasti memiliki risiko. Tidak ada investasi yang 100% aman.

Bahkan investasi reksadana yang digembar-gemborkan aman, bisa menurun nilainya dan membuat investor rugi.

3. Belajar dan Dengarkan Saran Ahli

Selain belajar dan mendengarkan saran ahli, Anda juga harus melakukan riset tentang orang tersebut. Jangan telan mentah-mentah setiap saran yang Anda dengarkan, apalagi yang sumbernya dari internet.

Inilah salah satu alasan kenapa Riset Mendalam jadi langkah praktikal nomor satu. Pelajari semua ilmu investasi yang Anda temukan di internet, tapi jangan lupa untuk melakukan fact-check sebelum meyakini informasinya 100% benar.

Tempat Investasi yang Aman dan Menguntungkan Untuk Pemula

Dari tips praktikal di atas, kesimpulannya adalah: (1) investasi yang baik seharusnya mendapat jaminan cuan walau sedikit, (2) minim risiko dan (3) proses belajarnya cepat, serta menunjukkan fakta positif dari hasil riset terbaru. 

Dari syarat-syarat tersebut, inilah tujuh rekomendasi investasi paling aman saat pandemi.

1. Deposito: Untung 4-7% per Tahun (Ada Pajaknya Sebesar 20%)

Catatan: pajak 20% berlaku saat Anda memiliki deposito di atas Rp. 7 juta.

Menjadi opsi investasi terbaik bagi pemula, deposito adalah salah satu cara teraman untuk Anda yang ingin mendapatkan keuntungan pasti dari investasi.

Deposito adalah investasi yang ditawarkan oleh bank dengan bunga yang lebih tinggi dari tabungan. Perbedaannya dengan tabungan di bank adalah, Anda tidak bisa mengambil deposito setiap saat. Ada jangka waktu tertentu sebelum Anda bisa mengambil deposito di bank: 1, 3, 6 , 12, atau per 24 bulan.

Bagaimana bisa deposito menjadi investasi paling aman dan tanpa risiko?

Karena jenis investasi ini sudah mendapat jaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Artinya, ketika bank tempat Anda menaruh deposito bangkrut, Anda tetap mendapat dana deposito dari LPS maksimal Rp 2 miliar.

2. Reksadana: Berinvestasi Tanpa Pengetahuan Apapun

Reksadana sangat cocok sebagai wadah investasi bagi pemula. Karena hanya memerlukan modal kecil, tidak membutuhkan pengetahuan investasi apa pun dan untungnya lumayan (mencapai 20% per tahun).

Ketika berinvestasi ke reksadana, uang investasi Anda akan dikelola langsung oleh manajer investasi terbaik. Uang tersebut kemudian digunakan sebagai modal untuk berinvestasi di pasar modal.

3. Emas: Investasi Berlikuiditas Tinggi

“Bermain” emas sangat enak karena termasuk ke dalam jenis investasi dengan likuiditas tinggi. Artinya, Anda bisa mencairkan dana investasi kapan saja, tidak seperti deposito.

Harga emas yang cenderung naik membuat investasi ini cocok pemula yang ingin mempunyai opsi investasi aman tanpa risiko sama sekali. Tapi, bukan berarti investasi emas pasti mendatangkan keuntungan, lo. Harga emas juga fluktuatif, bisa turun walaupun sedikit nilainya.

4. Surat Berharga Negara (SBN): Berinvestasi Sambil Membantu Negara

Karena hanya memerlukan dana awal sebesar Rp. 1 juta, investasi Surat Berharga Negara (SBN) sangat cocok untuk pemula dan kaum milenial. SBN adalah produk investasi yang mendapat jaminan langsung dari pemerintah dan sudah pasti aman, terjangkau, serta menguntungkan pesertanya.

Anda bisa mulai berinvestasi SBN melalui berbagai aplikasi investasi yang bisa Anda download di Google Play Store atau Apple Store secara gratis. 

Dengan jaminan keuntungan lebih dari 6 persen, Anda bisa langsung mencoba investasi ini sekaligus bisa membantu perekonomian negara.

5. Saham: Modalnya Kecil, Untungnya Besar, Risikonya Juga Besar

Pasar modal adalah tempat di mana Anda bisa membeli “hak” kepemilikan sebuah perusahaan apapun (asalkan terdaftar di pasar modal). Ketika membeli “hak”, maka Anda memiliki saham di perusahaan tersebut dan memiliki status sedang berinvestasi.

Saham menjadi salah satu investasi populer karena bisa mengubah jalan hidup seseorang dengan menjanjikan keuntungan yang sangat besar.

Meski m menjanjikan keuntungan besar, risiko bermain saham juga paling besar daripada instrumen investasi yang lain.

6. P2P Lending: Investasi Modal Kecil yang Pasti Menguntungkan

Punya uang Rp 100 ribu? Anda bisa menginvestasikannya ke Peer to Peer Lending (P2P). Modal investasi Anda akan dijadikan platform sebagai dana yang kemudian dipinjamkan kepada peminjam, contohnya UMKM yang membutuhkan suntikan modal usaha.

Gampangnya, Anda bisa melihat salah satu fenomena yang sekarang sedang naik daun bernama pinjaman online (pinjol). Pinjol adalah salah satu bentuk nyata dari praktek investasi Peer to Peer Lending.

Kalau Anda ingin berinvestasi di sini, pastikan platform yang Anda pilih terdaftar di investasi online Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini ditujukan agar prosedurnya terjamin, legal secara hukum dan lebih aman.

7. Forex: Cuan Asalkan Bisa Analisis dan Menghitung Momen

Mendapat pengawasan langsung dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag, investasi Forex cocok untuk pemula yang ingin belajar trading untuk mendapatkan keuntungan besar dan siap menanggung risiko.

Forex adalah investasi yang menjual-belikan mata uang asing atau valas yang bisa dilakukan 24 jam penuh secara real-time. Tidak seperti saham yang hanya bisa dilakukan saat jam kerja.

Artinya, untuk untung investasi Forex Anda harus siap mencari momentum 24 jam penuh untuk bisa untung. Memerlukan analisis dan perhitungan khusus, Anda bisa mendaftar di broker forex resmi sekaligus belajar menjadi trader ulung.

Penutup

Kalau Anda mencari tempat investasi aman dan pasti menguntungkan, deposito, reksadana, emas, SBN dan P2P Lending adalah pilihan yang tepat. Karena: (1) risikonya minim, (2) banyak expert yang bisa Anda dengar pendapatnya (jangan lupa lakukan fact-check) dan (3) menunjukkan tren positif di beberapa bulan ini.

Jangan lewatkan juga berbagai artikel tips keuangan lainnya sebagai salah satu sumber inspirasi untuk meningkatkan finansial Anda.

Tips Mempersiapkan Modal Untuk Membangun Usaha

Anda ingin membangun usaha baru, namun masih bingung masalah modal?

Jika iya, teruslah membaca!

Artikel ini akan memberikan Anda tips cara mempersiapkan modal untuk membangun usaha dengan cara yang tepat.

Pengusaha baru biasanya bertanya, “berapa besar modal yang harus saya siapkan?”

Untuk menjawabnya, ketahui dulu biaya apa saja yang diperlukan untuk membangun usaha Anda. Sewa ruko, pembelian perabot, stok produk, perkiraan operasional bulanan dan seterusnya mesti Anda rinci se-detail mungkin.

Jenis Modal Untuk Membangun Usaha

Dalam menghitung anggaran tersebut, Anda bisa mengelompokkan masing-masing biaya ke dalam 3 jenis modal usaha berbeda yaitu:

1. Modal Investasi Awal

Yaitu biaya yang Anda keluarkan untuk pembelian aset usaha. Aset-aset ini dapat berupa seperti etalase produk, meja, seperangkat komputer kasir, membayar jasa renovasi interior & eksterior toko dan seterusnya.

2. Modal Kerja

Adalah seluruh produk yang ingin Anda jual atau bisa juga bahan baku produksi bagi usaha yang bergerak dalam bidang manufaktur.

3. Modal Operasional

Merupakan biaya rutin bulanan atau tahunan seperti listrik, air, internet, sewa toko, gaji pegawai, dan seterusnya. Dalam hal ini, Anda bisa menghitung biaya rutin selama 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan ke depan.

Modal investasi awal dan modal kerja merupakan modal terbesar dalam membangun suatu usaha. Jadi, Anda perlu perhitungkan dengan cermat.

Selanjutnya, gunakan rumus mencari modal usaha berikut ini untuk menghitung jumlah modal yang harus Anda siapkan:

Modal Usaha = Modal Investasi Awal + Modal Kerja + Modal Operasional

6 Cara Mencari Modal Usaha Yang Paling Umum

Berikut ini adalah 6 cara mencari modal usaha yang paling banyak diterapkan:

1. Menggunakan Tabungan Pribadi

Jika memungkinkan, cara pertama ini paling direkomendasikan. Dengan menggunakan uang pribadi, Anda tidak akan terbebani oleh cicilan hutang di kemudian hari.

Keunggulan berikutnya, usaha yang Anda bangun akan sepenuhnya milik Anda. Tidak ada pembagian hasil keuntungan ke pihak manapun. Semua laba usaha 100% masuk ke kantong Anda.

Namun jika tabungan yang tersedia tidak cukup, maka solusi terbaik adalah dengan menjual aset.

2. Menjual Aset Pribadi

Evaluasi kembali aset-aset Anda yang kurang produktif (jarang terpakai). Tanah menganggur, mobil, perhiasan, mesin dan sebagainya adalah beberapa contoh aset yang bisa Anda evaluasi untuk dialihkan sebagai modal usaha.

Jika tidak memungkinkan menjual aset, maka cara berikutnya Anda perlu mencari modal eksternal dari pihak lain.

3. Mencari Pinjaman Modal Usaha

Sebagai langkah awal, orang terdekat mulai dari kerabat, teman dan rekan kerja adalah pihak yang pertama kali bisa Anda hubungi.

Namun jika tidak memungkinkan, alternatifnya Anda bisa menggunakan layanan pinjaman modal usaha ke lembaga permodalan yang sudah banyak di Indonesia.

Menggunakan modal dari hasil meminjam memiliki kelebihan dan kekurangan. Sehingga, Anda perlu mempertimbangkannya dengan matang.

4. Mencari Investor

Solusi lain dari meminjam adalah mengajak investor mendanai usaha Anda. Cara ini lebih menguntungkan dibanding meminjam, karena resiko usaha akan ditanggung bersama oleh Anda dan investor.

Namun, Anda harus memiliki perjanjian yang sedetail mungkin dengan pihak investor untuk menghindari perselisihan di kemudian hari.

5. Kerjasama Usaha Patungan

Bagaimana jika modal yang dibutuhkan Rp50 juta dan saya sudah memiliki Rp25 juta?

Dalam kasus ini, Anda bisa menawarkan kerjasama usaha patungan kepada orang lain. Di mana, kedua belah pihak akan menanggung modal sebesar Rp25 juta.

Nantinya setelah usaha berjalan, hasil keuntungan bisnis akan dibagi rata kepada kedua belah pihak, atau menyesuaikan kesepakatan yang ada.

Layaknya kerjasama dengan investor, Anda harus memiliki perjanjian yang lengkap dalam usaha patungan. Tujuannya demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

6. Modal Supplier

Menyediakan stok barang merupakan modal kerja yang memerlukan alokasi dana cukup besar. Namun, Anda bisa menyiasatinya dengan bernegosiasi kepada supplier untuk mendapatkan kebijakan barang di muka dan pembayaran di belakang atau hutang.

Jika memungkinkan, cari supplier yang menawarkan kerjasama konsinyasi (titip barang). Dengan begitu, Anda bisa menekan kebutuhan modal kerja usaha serendah mungkin.

Modal Bukanlah Hambatan

Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, pernah berkata, “Saya pikir aturan sederhana dalam berbisnis adalah melakukan hal yang paling sederhana terlebih dahulu. Setelah itu barulah kamu bisa melakukan banyak progress kemajuan.”

Bob Sadino, pemilik jaringan usaha Kemfood dan Kemchick juga mengatakan, “Jangan pernah berprinsip HARUS ADA UANG untuk memulai usaha. Coba dibalik, HARUS ADA USAHA untuk menghasilkan uang!”

Jika Anda masih kesulitan masalah modal, renungi kedua ucapan pengusaha profesional di atas. Modal untuk membangun usaha tidak melulu berupa uang. Langkah Anda memulai dari hal yang paling sederhana merupakan modal yang tidak kalah penting.